Setiap negara mempunyai patokan berbeda mengenai kapan seseorang dapat memasuki masa pensiun. Berapa pemisah usia pensiun di Indonesia?
Kebijakan usia pensiun krusial Bunda pahami. Ini bukan sekadar menentukan usia berakhir bekerja, melainkan juga berangkaian dengan kewenangan pekerja untuk menerima faedah pensiun, agunan sosial, alias tunjangan hari tua yang telah dipersiapkan selama bertahun-tahun.
Belakangan, usia pensiun kembali menjadi sorotan lantaran semakin banyak negara yang memilih meningkatkan pemisah usia tersebut. Peningkatan angan hidup, bertambahnya jumlah masyarakat lanjut usia, hingga tekanan terhadap anggaran negara menjadi beberapa argumen utama di kembali perubahan kebijakan ini.
Lantas, negara mana yang mempunyai usia pensiun tertinggi di dunia? Bagaimana posisi Indonesia dibandingkan negara-negara lain?
Mengapa usia pensiun berbeda setiap negara?
Dalam beberapa dasawarsa terakhir, banyak pemerintah melakukan penyesuaian usia pensiun agar sistem agunan sosial tetap berkelanjutan. Salah satu penyebab utamanya lantaran masyarakat sekarang mempunyai nomor angan hidup yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.
Jadi, biaya pensiun kudu menopang kehidupan para pensiunan dalam waktu yang lebih lama. Selain itu, penurunan nomor kelahiran membikin jumlah pekerja usia produktif semakin sedikit dibandingkan populasi lansia yang terus bertambah.
Kondisi tersebut membikin pemerintah perlu mencari langkah agar biaya pensiun tetap bisa memenuhi kebutuhan generasi mendatang, salah satunya dengan memperpanjang usia kerja. Perencana finansial sekaligus pendiri WealthTrace, Doug Carey, menilai tren tersebut kemungkinan besar tetap bakal bersambung di banyak negara.
"Usia pensiun terus meningkat di seluruh dunia. Sebagian besar orang perlu mulai merencanakan masa kerja yang lebih panjang," kata Carey dilansir dari Investopedia.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak hanya menghitung kebutuhan biaya hingga usia angan hidup rata-rata.
"Jangan berasumsi Anda hanya bakal hidup sampai usia angan hidup. Kebanyakan orang sebaiknya merencanakan hidup setidaknya hingga usia 90 tahun. Milikilah rencana finansial yang juga memperhitungkan inflasi biaya kesehatan dan kemungkinan kebutuhan perawatan jangka panjang," tambahnya.
Daftar negara dengan usia pensiun tertinggi di dunia
Berdasarkan informasi World Population Review tahun 2024, berikut daftar negara dengan pemisah usia pensiun resmi tertinggi di dunia:
- Libya
Laki-laki: 70 tahun
Perempuan: 70 tahun - Italia
Laki-laki: 67 tahun
Perempuan: 67 tahun - Australia
Laki-laki: 67 tahun
Perempuan: 67 tahun - Belanda
Laki-laki: 67 tahun
Perempuan: 67 tahun - Yunani
Laki-laki: 67 tahun
Perempuan: 67 tahun - Denmark
Laki-laki: 67 tahun
Perempuan: 67 tahun - Islandia
Laki-laki: 67 tahun
Perempuan: 67 tahun - Israel
Laki-laki: 67 tahun
Perempuan: 63 tahun - Amerika Serikat
Laki-laki: 66,7 tahun
Perempuan: 66,7 tahun - Spanyol
Laki-laki: 66,5 tahun
Perempuan: 66,5 tahun - Portugal
Laki-laki: 66,3 tahun
Perempuan: 66,3 tahun - Jerman
Laki-laki: 66 tahun
Perempuan: 66 tahun - Inggris
Laki-laki: 66 tahun
Perempuan: 66 tahun - Taiwan
Laki-laki: 66 tahun
Perempuan: 66 tahun - Irlandia
Laki-laki: 66 tahun
Perempuan: 66 tahun
Libya saat ini tetap menjadi negara dengan usia pensiun resmi tertinggi, ialah 70 tahun untuk laki-laki maupun perempuan. Namun Denmark diproyeksikan bakal menyamai nomor tersebut setelah pemerintahnya mengesahkan patokan baru yang meningkatkan usia pensiun secara berjenjang hingga 70 tahun bagi penduduk yang lahir setelah 31 Desember 1970. Kebijakan tersebut bakal diterapkan secara berjenjang sampai tahun 2040.
Mengapa usia pensiun resmi dan pensiun nyata bisa berbeda?
Menariknya, usia pensiun yang ditetapkan pemerintah belum tentu menjadi umur ketika seseorang betul-betul berakhir bekerja. Di sejumlah negara yang mempunyai pemisah pensiun relatif rendah, banyak pekerja tetap aktif bekerja hingga memasuki usia pertengahan alias akhir 60-an.
Menurut Doug Carey, tidak ada patokan yang betul-betul mewajibkan semua orang berakhir bekerja pada usia tertentu.
"Tidak ada usia pensiun yang wajib. Banyak orang tetap bekerja hingga usia 70-an meskipun telah mencapai usia pensiun resmi," ujar Carey.
Faktor kondisi kesehatan, kebutuhan finansial, hingga kemauan tetap produktif menjadi argumen kenapa banyak orang memilih memperpanjang masa kerjanya.
Berapa usia pensiun di Indonesia?
Di Indonesia, ketentuan usia pensiun diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun. Sejak Januari 2025, usia pensiun peserta program agunan pensiun meningkat menjadi 59 tahun, dari sebelumnya 58 tahun.
Peraturan tersebut juga mengamanatkan bahwa usia pensiun bakal bertambah satu tahun setiap tiga tahun hingga mencapai pemisah maksimal 65 tahun. Jika mengikuti agenda tersebut, usia pensiun maksimal diperkirakan bertindak pada tahun 2043.
Belum lama ini, rumor usia pensiun kembali menjadi perhatian publik setelah Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) mengusulkan agar pemisah usia pensiun bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) tertentu diperpanjang hingga 70 tahun, khususnya bagi ASN yang menduduki kedudukan fungsional utama. Usulan tersebut tetap menjadi bahan pembahasan dan belum menjadi kebijakan yang berlaku.
Tren usia pensiun diperkirakan terus berubah
Melihat perkembangan global, banyak negara diperkirakan bakal terus menyesuaikan usia pensiun demi menjaga keberlangsungan sistem agunan sosial. Meningkatnya angan hidup, perubahan struktur penduduk, dan tantangan pembiayaan pensiun menjadi aspek yang mendorong lahirnya beragam kebijakan baru.
Bagi para Bunda bekerja, kondisi ini menjadi pengingat krusial untuk mulai merencanakan finansial sejak dini. Persiapan biaya pensiun, investasi jangka panjang, serta perencanaan biaya kesehatan di masa tua menjadi langkah yang dapat membantu menjaga kualitas hidup ketika memasuki masa pensiun nanti.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·