Jakarta -
Sampai umur berapa bayi dijemur tetap menjadi salah satu pertanyaan yang membingungkan para orang tua baru. Nah, sampai kapan sebenarnya, ya?
Ya, selain mengetahui langkah menjemur bayi yang benar, Bunda juga perlu memahami waktu, durasi, serta patokan berjemur sesuai usia agar faedah dijemur bisa lebih optimal.
Sejak lama diketahui bahwa paparan sinar mentari dapat memberikan beragam faedah berjemur untuk bayi, terutama sebagai salah satu sumber vitamin D alami yang krusial bagi pertumbuhan. Namun agar tetap kondusif dan tidak memicu akibat lain, langkah menjemur bayi juga perlu dilakukan sesuai anjuran.
Dikutip dari Parenting First Cry, berjemur sebenarnya membantu bayi mendapatkan sinar mentari yang menjadi salah satu sumber vitamin D untuk tubuh.
Jadi, diharapkan rutinitas ini dapat menjaga kesehatan tulang pada anak dan membantu mengatasi kondisi kuning pada bayi baru lahir.
Manfaat sinar mentari untuk bayi
Apabila persiapannya sudah tepat, menjemur bayi dapat memberikan faedah bagi kesehatannya secara keseluruhan. Berikut penjelasannya:
1. Meningkatkan kadar insulin
Paparan sinar mentari pagi diketahui dapat membantu mengatur kadar insulin sehingga berpotensi menurunkan akibat gangguan metabolisme, termasuk diabetes, di kemudian hari.
2. Sebagai tambahan asupan vitamin D
Dikutip dari Parenting First Cry, mentari pagi mengandung vitamin D yang sangat baik untuk kesehatan bayi. Hal ini juga dapat membantu memperkuat tulang dan gigi bayi.
3. Baik bagi sistem saraf dan imun
Vitamin D yang diterima oleh tubuh Si Kecil berpotensi dapat membantu mengoptimalkan perkembangan sistem sarafnya. Dengan support sinar matahari, keimunan bayi juga lebih baik sehingga kondisi tubuhnya lebih kuat.
4. Tidur lebih nyenyak
Paparan sinar mentari dapat membantu produksi hormon melatonin yang berfaedah positif pada proses tidur bayi. Jika kadar melatonin di tubuh cukup, bayi jadi lebih mudah tertidur dengan nyenyak.
Tidur merupakan salah satu perihal krusial yang kebutuhannya perlu dipenuhi untuk tumbuh kembang bayi. Selain itu, tidur nyenyak teratur juga memastikan tubuh bayi mempunyai cukup daya saat terbangun.
5. Membantu proses pembekuan darah
Bayi yang mendapat paparan vitamin D berbareng vitamin K membantu mempercepat pembekuan darah. Kedua vitamin tersebut berkedudukan dalam menjaga proses penghentian perdarahan tetap melangkah dengan baik sehingga mendukung kesehatan tubuh bayi.
Sampai umur berapa bayi dijemur?
Sampai umur berapa bayi dijemur sebenarnya tidak mempunyai pemisah usia yang pasti, Bunda.
Sebuah penelitian menemukan bahwa paparan sinar mentari di siang hari selama 30 menit per minggu selama 16-18 minggu (dimulai dari usia 6 minggu), memberi kadar vitamin D yang cukup pada bayi berumur 6 bulan.
Apakah bayi 2 bulan tetap kudu dijemur? Hal ini juga berjuntai pada kebutuhan dan kondisi kesehatan Si Kecil. Jika kondisinya sudah cukup sehat, dia tak perlu dijemur terlalu lama alias sering.
Meski begitu, bukan berfaedah bayi perlu dijemur terus-menerus setiap hari sampai waktu tertentu ya, Bunda.
Faktor paling krusial adalah langkah menjemur bayi yang betul dilakukan dengan memperhatikan waktu, durasi, dan kondisi kulit bayi agar manfaatnya tetap optimal tanpa meningkatkan akibat iritasi.
Haruskah bayi baru lahir dijemur setiap hari?
Sebenarnya bayi baru lahir tidak kudu dijemur setiap hari kok, Bunda. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kondisi kulit bayi yang tetap sangat tipis dan sensitif.
Dikhawatirkan rentan terbakar akibat paparan sinar mentari langsung, apalagi jika dilakukan dalam waktu yang terlalu lama. Bunda cukup menjemur bayi beberapa kali dalam seminggu untuk membantu proses pembentukan vitamin D.
Jadi, mengenai berapa kali bayi dijemur dalam seminggu, jawabannya tidak kudu setiap hari. Frekuensi berjemur dapat disesuaikan dengan kebutuhan bayi dan kondisi cuaca.
Berapa kali bayi dijemur dalam seminggu juga dapat Bunda konsultasikan terlebih dulu dengan dokter, ya.
Waktu menjemur bayi: setelah mandi alias sebelum mandi?
Ilustrasi/Foto: Getty Images/whitebalance.space
Waktu menjemur bayi setelah mandi alias sebelum mandi juga kerap membikin orang tua baru kebingungan.
Pada umumnya, bayi sebaiknya dijemur sebelum mandi. Nanti setelah bayi berkeringat, Bunda bisa memandikan agar tubuhnya kembali bersih, segar dan nyaman.
Waktu terbaik untuk menjemur bayi adalah antara pukul 07.00 hingga 09.00 pagi. Berapa lama bayi dijemur agar tidak kuning umumnya dilakukan dengan lama sekitar 10–15 menit.
Soal berapa lama bayi dijemur agar tidak kuning, perlu dipahami bahwa lama tersebut bukan ditujukan sebagai terapi penyakit kuning, melainkan sebagai paparan sinar mentari yang kondusif bagi bayi.
Hindari menjemur bayi pada pukul 10.00 hingga 16.00, lantaran saat itu intensitas radiasi sinar UV berada pada tingkat paling tinggi.
Pilih juga letak yang tepat, tidak perlu betul-betul dilakukan di tempat terbuka. Ingat, IDAI menyebut bahwa bayi baru lahir sebaiknya tidak diberikan paparan sinar mentari yang terik secara langsung.
Bunda dapat memanfaatkan ruangan yang mendapat sinar mentari alami dengan membuka jendela, sehingga bayi tetap memperoleh paparan sinar mentari tanpa akibat berlebihan.
Efektifkah menjemur bayi untuk mengatasi sakit kuning
Bayi dengan penyakit kuning alias jaundice biasanya terlihat mempunyai warna kekuningan pada kulit dan matanya. Hal ini terjadi ketika terdapat terlalu banyak bilirubin dalam darah bayi.
Dikutip dari Kids Health, bilirubin merupakan pigmen berwarna kuning yang terbentuk dari proses alami pemecahan sel darah merah. Selanjutnya, hati bakal mengolah bilirubin dan membuangnya melalui usus agar dapat dikeluarkan dari tubuh.
Salah satu faedah menjemur untuk bayi yang dipercaya sejak lama ialah mengatasi kondisi kuning alias saat bilirubin tinggi.
Spektrum sinar biru yang ditemukan secara alami di sinar mentari membantu memecah kelebihan bilirubin untuk membantu tubuh mengeluarkannya.
Namun perlu dipahami bahwa mengenai berapa lama bayi dijemur agar tidak kuning, tidak ada lama berjemur yang terbukti dapat menggantikan terapi medis.
IDAI menegaskan bahwa penanganan utama bayi kuning tetap menggunakan fototerapi sesuai indikasi medis, bukan hanya mengandalkan paparan sinar matahari.
Aturan menjemur bayi berasas usia
Menjemur bayi dapat memberikan manfaat, terutama membantu tubuh mendapatkan paparan sinar mentari yang dibutuhkan untuk pembentukan vitamin D. Namun, langkah menjemur bayi perlu disesuaikan dengan usianya lantaran kulit bayi tetap sangat sensitif terhadap paparan sinar UV.
Berikut contoh patokan menjemur bayi jika dibedakan berasas usia:
Bayi baru lahir (0-6 Bulan)
Bayi berumur di bawah 6 bulan mempunyai kulit yang sangat tipis, sehingga lebih rentan mengalami iritasi maupun terbakar sinar matahari.
American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan agar bayi usia ini tidak terkena paparan sinar mentari langsung dalam waktu lama.
Jika mau menjemur bayi, perhatikan beberapa patokan berikut:
- Pilih waktu pagi sebelum pukul 09.00 alias sore hari setelah pukul 16.00, ketika intensitas sinar UV lebih rendah.
- Cukup lakukan sekitar 5–10 menit, lampau tingkatkan secara berjenjang jika diperlukan.
- Bayi tidak perlu betul-betul telanjang, cukup buka sebagian busana agar kulitnya tetap terlindungi.
- Hindari menjemur bayi saat mentari sedang terik, terutama antara pukul 10.00–16.00.
- Perhatikan tanda-tanda bayi kepanasan, seperti kulit memerah, rewel, berkeringat berlebihan, alias tampak tidak nyaman.
Bayi di atas 6 bulan
Memasuki usia 6 bulan ke atas, kulit bayi umumnya sudah mulai lebih menebal dibandingkan sebelumnya. Namun, kulitnya tetap tetap lebih sensitif dibandingkan orang dewasa, sehingga perlindungan dari sinar mentari tetap diperlukan.
Jika mau menjemur bayi di atas 6 bulan, perhatikan hal-hal berikut:
- Tetap pilih waktu pagi sebelum pukul 09.00 alias sore setelah pukul 16.00.
- Durasi paparan sinar mentari sekitar 10–15 menit sudah cukup bagi sebagian besar bayi.
- Kenakan busana yang tidak terlalu tebal, tetapi tetap menutupi sebagian kulit jika Si Kecil berada di luar lebih lama.
- Gunakan topi berpinggir lebar untuk melindungi wajah, telinga, dan leher.
- Gunakan tabir surya dengan SPF minimal 30 pada bagian kulit yang tidak tertutup busana jika bakal berada di bawah sinar matahari. Oleskan sekitar 15–30 menit sebelum keluar rumah dan ulangi sesuai petunjuk pemakaian.
- Pastikan bayi tetap terhidrasi dengan memberikan ASI, susu formula, alias air putih.
Cara menjemur bayi yang benar
Penting untuk memahami langkah menjemur bayi yang betul agar faedah yang diperoleh lebih optimal dan akibat paparan sinar mentari dapat diminimalkan:
1. Pilih letak menjemur yang tepat
Pastikan Bunda memilih letak untuk menjemur yang tepat, jika memungkinkan cukup lakukan di dalam ruangan saja selama 10 menit.
Jika memungkinkan, menjemur bayi cukup dilakukan di dalam ruangan yang mendapat sinar matahari, misalnya di dekat jendela pada pukul 07.30–08.00 pagi.
Ini berfaedah Bunda tidak perlu menjemur bayi selalu di luar rumah, ya. Selain cemas bayi terpapar sinar mentari terlalu lama secara langsung, udara luar rumah juga sering kali sudah kotor oleh polusi.
2. Tidak perlu seluruh tubuh yang terpapar
Menjemur bayi tidak perlu kudu keseluruhan tubuhnya yang mendapatkan pancaran sinar matahari. Cukup hanya sekitar 20 persen dari permukaan kulit yang terpapar sinar matahari.
Jangan lupa tutupi kepala serta matanya yang tetap sensitif, misalnya dengan menggunakan topi alias penutup mata unik untuk menjemur bayi.
3. Sesuaikan waktu dan durasi
Salah satu langkah menjemur bayi yang tepat adalah memperhatikan waktu dan durasinya. Menjemur bayi dapat dilakukan selama sekitar 10–15 menit pada pagi hari.
Apabila Bunda tetap bingung mengenai waktu menjemur bayi setelah mandi alias sebelum mandi, umumnya bayi disarankan dijemur terlebih dahulu, kemudian dimandikan agar tubuhnya kembali bersih.
IDAI juga mengingatkan agar bayi tidak dijemur pada pukul 10.00 hingga 16.00 lantaran intensitas radiasi sinar UV sedang tinggi.
4. Tetap menggunakan pakaian
Rekomendasi IDAI selanjutnya ialah tetap mengenakan busana saat dijemur. Jika bakal keluar rumah lebih lama, gunakan tabir surya (minimal SPF 15) sesuai usia bayi sekitar 15-20 menit sebelum paparan.
5. Pastikan bayi cukup asupan cairan
Hal yang tak kalah penting, Bunda juga perlu memastikan bayi cukup asupan cairan agar tidak berisiko mengalami dehidrasi saat berjemur.
Salah satu caranya adalah dengan memberikannya ASI alias air putih sebelum dan sesudah berjemur, sesuaikan dengan usia bayi.
Risiko alias pengaruh samping bayi tidak dijemur
Berjemur sebenarnya membantu bayi mendapatkan asupan sinar matahari, yang menjadi salah satu sumber vitamin D untuk tubuh.
Karena itu, salah satu pengaruh bayi tidak dijemur adalah meningkatnya akibat kekurangan vitamin D andaikan kebutuhan nutrisi tersebut juga tidak terpenuhi dari makanan, ASI, alias suplemen.
Namun sebenarnya pengaruh bayi tidak dijemur ini tak selalu terjadi kok, Bunda. Ini bisa dicegah melalui pemberian ASI yang cukup alias MPASI bergizi.
Bunda juga bisa berkonsultasi dengan master jika diperlukan suplemen tambahan.
Itulah penjelasan tentang usia dan faedah berjemur untuk bayi. Dengan memahami sampai umur berapa bayi dijemur serta menerapkan langkah menjemur bayi yang benar, Si Kecil dapat memperoleh faedah sinar mentari lebih optimal.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·