Liburan sekolah telah tiba. Bunda sudah punya rencana berpiknik berbareng keluarga? Momen ini memang menjadi waktu yang dinantikan untuk quality time. Namun, untuk Bunda yang sedang mengandung dan mempunyai anak balita, perjalanan liburan memerlukan persiapan ekstra.
Tak hanya kudu menjaga kondisi kehamilan, tapi Bunda juga kudu mengurus anak yang sedang aktif-aktifnya. Tak heran jika sebagian besar ibu merasa cemas apakah berpiknik saat mengandung berbareng balita bisa melangkah nyaman dan aman.
Amankah berpiknik saat mengandung berbareng balita?
Perempuan yang sedang mengandung sehat umumnya dapat berjalan selama mendapat izin dari master kandungan. Bahkan menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), pada trimester kedua alias usia kehamilan 14 hingga 28 minggu sering dianggap sebagai waktu paling nyaman untuk bepergian.
Ini lantaran pada periode tersebut biasanya rasa mual sudah mulai berkurang dan daya tubuh condong lebih baik dibanding trimester pertama maupun trimester ketiga. Bunda juga berisiko terendah mengalami keguguran spontan alias persalinan prematur.
Melansir Johns Hopkins Medicine, pada trimester ketiga (28–40 minggu), banyak master dan perawat menyarankan ibu mengandung tetap berada dalam radius sekitar 300 mil dari rumah. Ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan komplikasi, seperti tekanan darah tinggi, flebitis, hingga persalinan prematur.
Umumnya, ibu mengandung tidak diperbolehkan berjalan dengan pesawat setelah 36 minggu untuk perjalanan domestik, dan setelah 28 hingga 35 minggu untuk perjalanan internasional. Keputusan untuk berjalan dan seberapa jauh berjalan selama kehamilan sebaiknya diambil bersama-sama dengan Anda dan penyedia jasa kesehatan Anda.
Namun, kondisi setiap kehamilan berbeda-beda. Karena itu, Bunda tetap disarankan berkonsultasi dengan master sebelum merencanakan perjalanan. Terutama jika Bunda mempunyai riwayat komplikasi kehamilan.
Mengapa berpiknik dengan balita saat mengandung bisa terasa lebih melelahkan?
Bepergian selama kehamilan itu perihal yang normal, dan banyak wanita yang melakukannya. Namun, saat mengandung tubuh Bunda mengalami beragam perubahan bentuk yang dapat meningkatkan rasa lelah. Belum lagi Bunda kudu mengurus balita yang juga memerlukan daya yang tidak sedikit.
Sebuah penelitian yang diterbitkan di BMC Pregnancy and Childbirth menemukan bahwa kualitas tidur ibu mengandung condong menurun seiring bertambahnya usia kehamilan. Waktu tidur menjadi lebih singkat, lebih susah untuk mulai tidur, dan gangguan tidur lebih sering terjadi sehingga dapat meningkatkan rasa lelah.
Karena itu, perjalanan jauh sembari mengurus balita berpotensi membikin ibu mengandung merasa lebih sigap lelah.
Tips membawa anak balita berpiknik saat hamil
Liburan sebaiknya memberikan kebahagiaan untuk seluruh personil keluarga. Saat Bunda sedang mengandung tetap berpiknik dengan anak yang tetap balita, ada beberapa tips agar perjalanan terasa lebih nyaman yang dirangkum dari beragam sumber:
1. Jika memungkinkan, ajak pendamping
Jika Bunda bisa membujuk orang dewasa lain untuk berjalan berbareng maka lakukanlah. Salah satu tantangan terbesar saat berpiknik adalah mengurus balita sekaligus menjaga kondisi kehamilan.
Berlibur berbareng pasangan, personil keluarga, alias orang dewasa lain tentu bakal lebih mudah lantaran mereka dapat membantu mengawasi anak yang tetap balita. Dengan adanya pendamping, Bunda mempunyai kesempatan untuk beristirahat ketika tubuh mulai terasa lelah.
2. Pilih destinasi yang ramah anak dan ramah ibu hamil
Tempat wisata biasanya lebih ramai saat musim liburan. Usahakan Bunda menghindari agenda perjalanan yang terlalu padat alias mengharuskan banyak melangkah kaki.
Pilih tempat wisata yang menyediakan area istirahat, toilet yang mudah dijangkau, serta akomodasi yang nyaman untuk anak-anak.
Liburan juga tidak kudu selalu padat aktivitas. Terkadang, menikmati waktu santuy berbareng family menjadi pengalaman yang paling berkesan.
3. Kurangi peralatan bawaan yang tidak diperlukan
Minimalkan bagasi, dan khususnya tas jinjing. Semakin sedikit yang kudu Bunda urus dan awasi maka Bunda semakin mudah konsentrasi pada anak dan semakin baik untuk punggung.
Semakin banyak peralatan bawaan, Bunda mengeluarkan tenaga yang semakin besar selama perjalanan.
Cobalah membawa perlengkapan yang betul-betul diperlukan dan gunakan koper alias tas yang mudah dipindahkan. Jika berjalan dengan pesawat, pertimbangkan untuk membawa stroller ringan agar balita dapat beristirahat ketika mulai lelah.
4. Siapkan banyak camilan sehat
Balita sering kali lebih sigap merasa lapar selama perjalanan. Karena itu maksimalkan camilan. Menyiapkan camilan sehat dapat membantu mencegah anak rewel saat menunggu di bandara, stasiun, alias selama perjalanan jauh.
Tak hanya untuk anak, Bunda juga perlu membawa camilan bergizi untuk menjaga daya dan membantu mengatasi rasa mual yang mungkin muncul selama perjalanan.
5. Sesuaikan agenda perjalanan dengan rutinitas anak
Balita umumnya lebih mudah diajak bekerja sama ketika kebutuhan makan dan tidurnya terpenuhi. Jika memungkinkan, Bunda dapat memilih agenda keberangkatan yang tidak terlalu dekat dengan waktu tidur siang alias waktu tidur malam anak.
Menjaga rutinitas tetap konsisten dapat membantu mengurangi akibat anak menjadi rewel selama liburan.
6. Jangan memaksakan diri
Banyak ibu mengandung merasa kudu tetap aktif selama liburan agar semua rencana melangkah sesuai jadwal. Padahal, ibu mengandung juga krusial mendengarkan sinyal tubuh.
Jika Bunda merasa lelah, pusing, alias muncul kontraksi, segera beristirahat dan kurangi aktivitas. Liburan yang menyenangkan bukanlah tentang mengunjungi sebanyak mungkin tempat, melainkan menikmati waktu berbobot berbareng keluarga.
7. Pastikan kebutuhan medis terpenuhi
Sebelum berangkat, Bunda krusial untuk menyiapkan obat-obatan yang direkomendasikan dokter, vitamin kehamilan, serta arsip kesehatan yang mungkin diperlukan selama perjalanan. Cari tahu juga letak akomodasi kesehatan terdekat di tempat tujuan sebagai langkah antisipasi jika terjadi keadaan darurat.
Liburan tetap bisa menyenangkan selama hamil
Berlibur saat mengandung berbareng balita memang memerlukan persiapan lebih matang. Namun, Bunda tetap bisa menikmati momen berbobot berbareng family dengan memilih destinasi yang tepat, menjaga kondisi tubuh, serta tidak memaksakan diri.
Yang terpenting, selalu konsultasikan rencana perjalanan dengan master kandungan, terutama jika Bunda mempunyai kehamilan berisiko alias berencana berjalan jauh.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·