Jakarta -
Menyeimbangkan pekerjaan dan tuntutan mengasuh balita memang bukan perkara mudah. Kesibukan kerja kerap kali membikin para orang tua merasa cemas tidak mempunyai cukup waktu untuk mendampingi anaknya yang tetap kecil.
Perlu diketahui, fase emas tumbuh kembang anak mempunyai rentang waktu yang terbilang singkat, Bunda. Fase ini dimulai sejak usia 0 sampai 5 tahun.
"Di fase ini, otak tumbuh dan berkembang dengan baik. Saat otak tumbuh, dia belajar beragam macam hal," kata master ahli anak, dr. Yoga Yandika, Sp.A, dalam kegiatan S-26 Exceptional Journey: A Journey Inside The Brain, di Jakarta Pusat, belum lama ini
"Saat belajar sesuatu yang baru, terbentuk konektivitas-konektvitas di otak, sehingga langkah berpikirnya menjadi lebih sigap dan lebih baik, dan itu yang kita sebut dengan synaptogenesis, yang ujungnya mengarah ke myelinisasi," sambungnya.
Kesibukan orang tua bekerja sebaiknya tidak menjadi argumen untuk mengoptimalkan fase emas anak. Bunda tetap bisa menyokong tumbuh kembang secara optimal dengan memberikan support dalam corak nutrisi dan stimulasi.
"Nutrisi ini adalah gizi seimbang yang bisa berkedudukan krusial dalam pertumbuhan otak. Salah satu komponen krusial nutrisi untuk pertumbuhan otak adalah lemak. Jadi, di dalam otak itu ada selubung yang namanya selaput myelin. Nah, jika myelin belum terbentuk, maka alirannya tetap lambat. Sebaliknya, ketika sudah terbentuk, alirannya jadi cepat," ungkap Yoga.
"Selubung myelin ini isinya lemak, di mana pembungkusnya itu disebut sfingomielin dan bagian kakinya itu namanya fosfolipid. Jadi, semua itu bisa terbentuk jika anak mendapatkan nutrisi yang mengandung sfingomielin dan fosfolipid."
Kemudian, agar bisa berkembang dengan baik dan bertahan, otak juga memerlukan komponen nutrisi lainnya, seperti protein, unsur besi, masam folat, dan alpha-lactalbumin.
Nah, setelah nutrisi terpenuhi, Bunda dapat memberikan stimulasi sederhana di sela kesibukan. Simak jenis stimulasi untuk balita yang mudah dilakukan untuk mengoptimalkan perkembangan otak Si Kecil berikut ini!
Stimulasi sederhana untuk balita
Berikut beberapa stimulasi sederhana yang dapat diterapkan ke balita untuk mendukung perkembangan otaknya:
1. Bernyanyi berbareng anak
Stimulasi pertama yang paling sederhana adalah menyanyi berbareng anak. Aktivitas ini tak hanya menghibur, tapi juga dapat mendukung pembelajaran bahasa anak sejak dini, Bunda.
"Melalui stimulasi ini, anak bakal mulai memproses bahasa dengan baik, dan dia bakal berupaya untuk menggabungkan kata-kata yang dia dengarkan dengan baik," ujar Yoga.
2. Membacakan buku
Stimulasi lainnya adalah membacakan kitab untuk anak. Yoga menyarankan agar orang tua bisa membacakan buku-buku yang sederhana alias sifatnya pengetahuan pengetahuan, sehingga nantinya anak mulai terbuka bahwa bumi itu luas.
"Dari membaca buku, anak juga bisa mulai belajar mengenal benda-benda dan beragam macam bentuknya," katanya.
3. Bermain berbareng anak
Stimulasi yang cukup mudah adalah meluangkan waktu singkat namun berbobot untuk bermain berbareng anak. Saat bermain, Bunda dan Ayah bisa memberikan jenis permainan yang sifatnya pembelajaran.
"Orang tua dapat meluangkan waktu 5 hingga 10 menit untuk bermain dengan anak. Berikan satu mainan di satu waktu yang sifatnya ada problem solving. Contoh paling sederhana adalah barang yang bentuknya kotak dan ada bolongan segitiga. Minta anak untuk memasukkan barang melalui celah tersebut, jadi anak belajar, 'Oh barang ini kudu dimasukin ke sini'," ungkap Yoga.
"Aktivitas ini nantinya bisa membentuk suatu konektivitas yang baik di otak anak, yang nantinya juga dapat menjadi bekal untuk belajar lebih luas lagi."
4. Mengajak anak bermain di luar rumah
Stimulasi terakhir adalah meluangkan waktu untuk membujuk anak bermain ke luar. Misalnya, di hari Sabtu alias Minggu, orang tua membujuk anak bermain di taman.
"Saat anak bermain di luar, dia bakal belajar banyak perihal dari lingkungan di sekitarnya. Aktivitas ini bisa dari bermain ke taman, olahraga, alias main petak umpet," lanjutnya.
"Hal-hal sederhana seperti itu dapat membantu multilearning anak, sehingga dia siap untuk kehidupan di masa yang bakal datang."
Demikian stimulasi sederhana yang dapat diterapkan ke balita untuk mengoptimalkan perkembangan otaknya. Semoga info ini berfaedah ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·