Jakarta -
Jika Si Kecil usia balita menginginkan mainan yang sedang dimainkan anak lain, mereka mungkin bakal meraih dan mengambilnya. Atau, mereka condong tidak mau kalah dan sering mencari perhatian. Hal tersebut dianggap wajar lantaran anak-anak belum matang secara emosional, ya Bunda. Lain halnya jika perihal itu terjadi pada orang dewasa.
Psikolog klinis Susan Heitler, Ph.D. mengatakan dalam tulisannya di Psychology Today, ia pernah membujuk bicara seorang psikolog dari Afrika di sebuah konvensi ilmu jiwa internasional. Psikolog tersebut menjelaskan kepada Heitler bahwa di negaranya, umum untuk menilai orang berasas usia bentuk dan usia emosional.
Usia bentuk dapat dihitung berasas jumlah ulang tahun. Usia fisik, terutama pada anak-anak, juga condong berkorelasi dengan tinggi badan, kekuatan, dan kegunaan kognitif.
Sementara, usia psikologis alias emosional, sebaliknya, terlihat dalam reaksi dan kebiasaan emosional. Misalnya, orang dewasa dapat tetap tenang sedangkan anak-anak condong lebih sigap marah. Orang dewasa menggunakan pertimbangan yang jeli sebelum berbincang sedangkan anak-anak mungkin secara impulsif melontarkan kata-kata yang tidak bijak dan menyakitkan.
Ciri kepribadian orang dewasa yang miliki sifat childish
Lalu, gimana jika ada (mungkin banyak) orang dewasa yang bersikap seperti anak-anak alias istilahnya, childish? Kita bisa mengetahui ciri-cirinya dalam bersikap dan ini turut menentukan kepribadiannya, apakah dia mempunyai sifat childish alias tidak.
Apa saja karakter kepribadian orang dewasa yang mempunyai sifat childish? Simak penjelasannya berikut ini.
1. Mengalihkan kesalahan dirinya seolah itu kesalahan kita
Orang dewasa yang childish ini mengalihkan kesalahan sehingga terlihat seperti kesalahan kita. Dilansir Your Tango, menjadi dewasa berfaedah memahami bahwa kita tidak selalu benar. Sekalipun emosi kita valid, begitu pula emosi orang lain. Orang yang dewasa dapat menempatkan diri pada posisi orang lain dan memahami kesalahan mereka. Mereka tahu bahwa empati memudahkan untuk menerima pertanggungjawaban.
Namun, orang yang belum dewasa alias childish kesulitan mengakui kesalahan mereka. Mereka mungkin tidak mempunyai keahlian untuk merenungkan tindakan mereka, yang berfaedah mereka tidak bertindak dengan penuh kasih sayang dan tidak bakal menerima kesalahan apa pun. Sebaliknya, mereka menyalahkan orang lain dan tidak mau mengakui bahwa itu adalah kesalahan mereka, dan itu sangat menjengkelkan bagi semua orang di sekitar mereka.
2. Biasanya memulai pertengkaran
Anak-anak tidak mengerti bahwa mereka bukanlah pusat dunia. Mereka sering marah ketika kemauan mereka tidak terpenuhi dan akhirnya terlibat dalam pertengkaran lantaran mereka belum cukup dewasa untuk menangani masalah mereka. Perilaku ini wajar terjadi pada anak-anak, tetapi tidak pada orang dewasa sepenuhnya.
Orang dewasa yang punya keahlian penyelesaian bentrok dapat menyelesaikan argumen dengan tenang dan hormat. Tetapi orang dewasa yang childish kesulitan untuk keluar dari fase kekanak-kanakan itu. Mereka memulai pertengkaran lantaran hal-hal sepele yang sebenarnya bukan masalah. Jadi, ketika seseorang di sekitar mereka terseret ke dalam drama, itu betul-betul membikin mereka kesal.
3. Menghindari tanggung jawab
Dikutip dari Verywell Health, seseorang yang berperilaku childish condong menyalahkan orang lain ketika terjadi kesalahan alias menyangkal peran mereka dalam bentrok alias masalah. Misalnya, selama konflik, seseorang yang berperilaku dengan kedewasaan emosional bakal bisa duduk dan dengan tenang membahas masalah tersebut.
Seseorang yang berperilaku tidak dewasa secara emosional kemungkinan bakal bersikap melindungi tentang peran mereka dalam konflik, menyangkal bahwa mereka telah melakukan kesalahan, alias menghindari membahas bentrok sama sekali.
4. Membatalkan rencana di menit-menit terakhir
Ketika kita membikin rencana dengan seseorang, krusial untuk menepatinya. Ini tidak bertindak bagi orang dewasa yang childish, mereka rela membikin kita membuang waktu dan merasa jengkel.
Orang dewasa condong mempunyai manajemen waktu yang baik, orang yang childish mungkin tidak efektif dalam mengelola waktu mereka. Mereka membatalkan rencana tanpa berpikir, dan tidak selalu menyadari dampaknya pada orang lain. Tetapi setelah beberapa kali melakukan ini, mereka semestinya tidak terkejut jika tidak menerima undangan lagi di lain waktu.
5. Suka meniru orang lain
Individualitas dan karakter adalah hal-hal yang membikin kita menjadi diri kita sendiri. Hal itu membawa buahpikiran dan perspektif baru ke dalam kehidupan orang lain, dan memungkinkan orang untuk tumbuh menjadi jenis diri mereka yang lebih dewasa.
Ketika orang berupaya keras untuk meniru orang lain, baik itu style alias tingkah laku yang sama, itu sangat tidak dewasa. Mereka tidak mempunyai kapabilitas emosional dan mental untuk memahami bahwa mereka perlu membentuk identitas mereka sendiri.
Ketika orang tidak tahu siapa diri mereka, mereka akhirnya berjuntai pada orang lain untuk mengambil keputusan. Jadi, mereka tidak perlu mengembangkan kematangan emosional yang membantu mereka menemukan kepribadian dan style mereka sendiri.
6. Kurangnya empati
Orang yang childish mungkin menunjukkan ketidakmampuan untuk memahami, alias kurangnya empati terhadap emosi orang lain dalam beragam tingkatan.
Tingkat empati yang kita rasakan bervariasi dari orang ke orang. Empati yang rendah juga mungkin berkarakter situasional dan berangkaian dengan pengalaman masa lalu. Selain itu, empati diyakini mempunyai pengaruh lingkungan dan genetik, yang berfaedah sebagian dapat diwariskan.
7. Menyimpan barang-barang yang tidak perlu
Meskipun tidak baik untuk boros, menyimpan semua peralatan yang pernah kita miliki juga tidak baik. Beberapa orang menyimpan semuanya lantaran mereka terlalu terikat padanya. Mereka merasa sentimental lantaran benda-benda mereka mengingatkan mereka pada momen-momen penting.
Seseorang yang belum dewasa seringkali terjebak dalam pola pikir masa lalu, di mana mereka terikat pada mainan mereka. Dan mereka belum melepaskan diri dari perihal itu.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·