Ciri Orang yang Memendam Emosi dan Amarah, Kerap Ucapkan 9 Kalimat Ini

Jul 29, 2026 04:25 PM - 14 jam yang lalu 41

Jakarta -

Marah adalah emosi yang normal, Bunda. Tetapi, menekan kemarahan dapat berakibat jelek pada kesehatan bentuk dan mental.

Ketika seseorang menyembunyikan emosi dan amarah, perihal itu biasanya bakal termanifestasi secara internal. Mereka mungkin menjadi pasif-agresif dan meninggal rasa, alias mengalami ledakan kemarahan dari waktu ke waktu.

Emosi dan kemarahan yang dipendam juga dapat muncul melalui ungkapan yang terlontar dalam percakapan sehari-hari. Simak kalimat yang diucapkannya oleh orang yang memendam emosi dan kemarahan berikut ini!


Kalimat yang diucapkan orang saat memendam emosi dan amarah

Melansir dari beberapa sumber, berikut 9 kalimat yang kerap diucapkan oleh orang saat memendam emosi dan amarahnya:

1. 'Mengapa ini selalu terjadi padaku?'

Dikutip dari laman Your Tango, ketika seseorang dipenuhi kemarahan tetapi menyembunyikannya, mereka condong mengalihkan kesalahan. Orang-orang ini memendam amarah, tetapi kemarahan itu malah keluar secara pasif-agresif dan membikin mereka sering menempatkan diri sebagai korban.

Mereka mau orang lain mengakui keberadaan mereka, tetapi tidak mau bertanggung jawab atas tindakan yang telah menyebabkan perihal ini. Dalam situasi tersebut, orang-orang ini sering kali mengucapkan kalimat, 'Mengapa ini selalu terjadi padaku?'.

2. 'Ini bukan salahku'

Orang yang pemarah sering kali percaya mereka tidak pernah salah, sehingga mereka punya argumen kuat untuk merasa jengkel ketika seseorang menegur. Alih-alih menerima situasi jelek dan melanjutkan hidup, mereka malah terus memikirkannya dalam waktu lama.

Kemarahan yang terpendam ini dapat muncul dalam hal-hal mini di percakapan. Mereka mungkin tampak seperti mengalihkan kesalahan dan menolak mengakuinya, sehingga membikin orang lain merasa tidak nyaman.

3. 'Lakukan apa yang Anda inginkan'

Jauh di lubuk hati, orang yang marah mungkin mau seseorang bertanya apa yang salah dan mengakui bahwa mereka merasakan perihal tertentu. Tetapi lantaran mereka tidak berterus terang, orang lain tidak bisa mengetahui isi hati tersebut.

Ketika seseorang mengatakan "lakukan apa yang Anda mau," itu dapat berfaedah dia frustrasi dan bersikap pasif-agresif. Mereka tidak bersikap garang secara terang-terangan, tetapi perihal itu tetap menyakitkan bagi orang lain.

4. 'Aku tidak mau membicarakannya'

Menurut psikoterapis Imi Lo, kemarahan yang dipendam dapat memberikan tekanan bentuk pada tubuh seseorang. Individu yang memendam kemarahan dapat mendusta pada diri sendiri sesuka hati, tetapi semua kemarahan yang tersembunyi di bawah permukaan itu bakal keluar pada suatu saat nanti.

Mereka mengatakan hal-hal seperti "Saya tidak mau membicarakannya" lantaran mereka tahu bahwa mereka sedang marah dan tidak mau meledak, alias tidak mau menghadapi masalah secara langsung. Mereka juga tidak mau menerima kesalahan alias pertanggungjawaban atas perilaku mereka.

5. 'Kamu selalu melakukan ini'

Orang yang suka menyembunyikan kemarahan kemungkinan besar bakal melampiaskannya pada orang lain. Mereka menggunakan pernyataan absolut, seperti 'selalu' dan 'tidak pernah', lantaran percaya bahwa merekalah korban. Orang-orang ini suka mengatakan hal-hal seperti "Kamu selalu melakukan ini" kepada pasangan alias orang yang dicintai untuk menyalahkan mereka.

Menurut terapis Judith S. Beck, apa yang dikatakan seseorang saat marah tidak selalu sama dengan apa yang mereka yakini saat tenang. Kemarahan dapat membikin kita mengatakan hal-hal yang tidak kita maksudkan.

6. 'Baik'

Ketika seseorang berbincang dengan kalimat pendek, seperti "Baik", mereka mungkin menyembunyikan kemarahan dari orang lain. Alih-alih mengkomunikasikan perasaan, mereka memendamnya, sehingga keluar sebagai respons yang singkat dan lugas.

Bagi orang-orang di sekitar, perihal itu sangat membikin frustrasi. Ketika mereka jenuh menghadapi sikap pasif-agresif dan kejengkelan, mereka mungkin tidak mau berada di lingkaran orang pemarah itu lagi, Bunda.

7. 'Tidak apa-apa'

Dilansir The Economic Times, seseorang yang berulang kali bersikeras bahwa semuanya baik-baik saja, terutama saat marah, mungkin sebenarnya mencoba menghindari konflik. Mereka enggan mengungkapkan emosi mereka yang sebenarnya.

Menurut penelitian psikolog James J. Gross tentang pengaturan emosi, menekan emosi dapat mengurangi ekspresi lahiriah tetapi tidak mengurangi pengalaman emosional itu sendiri. Sebaliknya, emosi yang tersembunyi sering kali tetap terpendam di dalam diri, dan dapat meningkatkan stres seiring berjalannya waktu.

8. 'Jangan cemas soal itu'

Kalimat ini sekilas terdengar sebagai ungkapan untuk memaafkan. Namun, ketika diucapkan dengan nada datar alias setelah seseorang terluka, ungkapan ini sebenarnya dapat menyampaikan kekecewaan daripada penerimaan.

Menurut penelitian Dr. John Gottman tentang hubungan, emosi negatif yang tidak terselesaikan sering kali menimbulkan rasa dendam, terutama ketika seseorang menghindari obrolan tentang bentrok alih-alih menyelesaikannya bersama. Menghindari percakapan yang susah mungkin dapat menjaga kedamaian untuk sementara waktu, tetapi dapat merusak hubungan seiring waktu.

Orang yang mengatakan 'Jangan khawatir' mungkin sebenarnya berambisi seseorang menyadari bahwa mereka tetap merasa kesal.

9. 'Terserah'

Orang yang sedang marah juga sering mengucapkan kata 'terserah'. Psikolog sering mengaitkan jenis respons ini dengan penarikan diri secara emosional. Alih-alih melanjutkan argumen, orang tersebut secara mental menarik diri lantaran mereka tidak lagi percaya bahwa mengungkapkan emosi bakal membikin perbedaan.

Menurut American Psychological Association (APA), penghindaran emosional adalah strategi mengatasi masalah yang umum ketika seseorang merasa kewalahan alias percaya bahwa mereka tidak bakal dipahami. Meskipun ungkapan 'terserah' tampak acuh tak acuh, sebenarnya itu dapat mencerminkan frustrasi, kekecewaan, alias kelelahan emosional.

Demikian 9 kalimat yang kerap diucapkan oleh orang saat memendam emosi dan amarahnya. Semoga info ini berfaedah ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/som)

Selengkapnya