Jakarta -
Selain ASI, rupanya air liur menyimpan faedah penting, Bunda. Diketahui bahwa ASI dan air liur bayi rupanya punya reaksi unik, punya faedah tak terduga.
Sebagai ibu menyusui, biasanya hanya konsentrasi memberikan ASI dan memenuhi kebutuhan ASI setiap harinya untuk bayi ya, Bunda. Sementara, beragam faedah dari ASI ataupun lainnya jarang mengetahuinya.
Padahal, selain ASI yang menyimpan sejuta manfaat, rupanya air liur bayi juga mempunyai faedah penting, Bun. Perlu Bunda ketahui bahwa ketika ASI bercampur dengan air liur bayi saat menyusui, terjadi reaksi kimia yang melepaskan senyawa antibakteri seperti hidrogen peroksida.
Cara kerjanya ialah ASI yang mengandung enzim yang disebut xantin oksidase. Sementara substrat air liur bereaksi dengan substrat spesifik yang ditemukan secara alami dalam air liur bayi. Dalam pencampurannya, reaksi tersebut menghasilkan hidrogen peroksida yang menghalang pertumbuhan kuman rawan dan berfaedah di mulut hingga 24 jam.
Dalam perihal ini, hidrogen peroksida mengaktifkan sistem laktoperoksidase, menghasilkan senyawa antimikroba tambahan untuk melindungi bayi. Proses ini membantu membentuk kesehatan dan keseimbangan oral dan guinea yang baik.
ASI lebih dari sekadar sumber nutrisi
Dalam sebuah studi dari Institute of Health and Biomedical Innovation di QUT, berbareng rekan-rekan di University of Queensland, yang dipimpin Dr Emma Sweeney dan Profesor Christine Knox, mereka menemukan bahwa pertumbuhan beberapa mikroba tersendat hingga 24 jam setelah pencampuran ASI dan air liur seperti dikutip dari laman Healthynewbornnetwork.
Dr Sweeney mengatakan studi awal tim menemukan perbedaan signifikan dalam prevalensi kuman kunci di mulut bayi yang disusui dan diberi susu formula. Selain itu, tim juga menemukan adanya hubungan ASI dan air liur yang dapat meningkatkan kekebalan bawaan dengan bekerja secara sinergi untuk mengatur mikrobioma oral bayi baru lahir.
"Temuan kami menunjukkan bahwa ASI lebih dari sekadar sumber nutrisi bagi bayi lantaran berkedudukan krusial dalam membentuk mikrobioma mulut yang sehat," kata Dr. Sweeney.
Sementara pada penelitian sebelumnya, sambung Dr Sweeney, tim menemukan hubungan antara air liur neonatal dan ASI melepaskan senyawa antibakteri, termasuk hidrogen peroksida.
Ya, ASI memang kaya bakal enzim yang disebut xanthine oxidase yang bekerja pada dua substrat, yang ditemukan dalam air liur bayi. Pelepasan hidrogen peroksida dari hubungan ini juga mengaktifkan sistem laktoperoksidase yang menghasilkan senyawa tambahan yang juga mempunyai kegiatan antibakteri, dan senyawa ini bisa mengatur pertumbuhan mikroorganisme.
"Dalam studi ini, kami mengekspos beragam mikroorganisme pada campuran ASI dan air liur, dan menemukan bahwa pertumbuhan mikroorganisme tersebut tersendat baik secara langsung maupun hingga 24 jam, terlepas dari apakah mikroorganisme tersebut dianggap 'patogen' (berbahaya) alias komensal (biasanya ditemukan) di mulut bayi."
Dr Sweeney mengatakan komposisi mikrobiota mulut bayi baru lahir merupakan aspek krusial dalam kesehatan dan kesejahteraan.
"Perubahan pada organisasi kuman ini pada bayi baru lahir mempunyai implikasi krusial terhadap jangkitan alias penyakit di awal kehidupan. Meskipun mikrobiota oral dewasa stabil, studi kami menunjukkan bahwa mikrobiota di mulut bayi baru lahir jauh lebih bergerak dan tampaknya berubah oleh langkah makan dalam beberapa bulan pertama kehidupan," katanya.
Memang, ditambahkannya bahwa kombinasi antara ASI dan air liur telah terbukti memainkan peran krusial dalam membentuk mikrobiota mulut yang sehat selama beberapa bulan pertama kehidupan. Namun, perihal ini juga mempunyai implikasi signifikan bagi bayi prematur alias sakit yang diberi makan melalui selang.
Dan, dalam kasus ini, pencampuran ASI dan air liur bayi tidak terjadi sehingga mereka tidak menerima faedah senyawa antibakteri yang dilepaskan selama menyusui. Sementara itu, peneliti lain telah menunjukkan bahwa hidrogen peroksida dapat tetap aktif pada tingkat pH yang mirip dengan perut bayi. Sehingga, tim menduga kegiatan antimikroba yang terlihat di mulut ini juga mungkin bersambung di dalam lambung dan usus bayi.
Nah, itulah faedah unik dari ASI dan air liur yang mungkin belum banyak diketahui para pejuang ASI. Dengan adanya wawasan ini, semoga dapat menambah keilmuwan ibu menyusui di luar sana. Tetap semangat mengASIhi dan semoga informasinya membantu, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)