Jakarta -
Penggunaan alat kontrasepsi menjadi perlindungan sekaligus membantu setiap pasangan dari kehamilan yang tidak diinginkan demi masa depan mereka. Sayangnya, banyak yang salah kaprah! Ini mitos dan kenyataan soal alat kontrasepsi yang perlu Bunda tahu.
Di seluruh dunia, penggunaan alat kontrasepsi semakin meningkat daripada sebelumnya. Jumlah penggunaannya pun lebih banyak daripada sebelumnya dan meningkat hampir dua kali lipat sejak 1990. Hal ini tentunya menjadi sebuah keberhasilan besar di sektor kesehatan penduduk yang memungkinkan jutaan kaum muda menghindari kehamilan yang tidak diinginkan.
Meski demikian, diperkirakan statis ada 259 juta perempuan di seluruh bumi yang mau menghindari kehamilan namun saat ini tidak menggunakan metode famili berencana yang terlindungi dan efektif. Sebagian besar dari mereka (diperkirakan sebanyak 224 juta perempuan) tinggal di daerah berkembang.
Bagi begitu banyak perempuan, hak asasi manusia yang mendasar untuk memilih apakah akan memiliki anak maupun tidak terus saja terabaikan maupun terhambat. Hambatan-hambatan ini diperparah oleh keterangan keliru mengenai kontrasepsi yang menghamburkan lebih cepat dari sebelumnya di bumi maya.
Mitos dan kenyataan soal alat kontrasepsi
Bertepatan dengan Hari Kontrasepsi Sedunia yang jatuh pada 26 September tiap tahunnya, setiap individu perlu mengetahui kenyataan sebenarnya dari sebagian mitos-mitos menyesatkan yang beredar secara luas. Guna meluruskan beragam mitos lazim yang ada, berikut ini beragam faktanya yang perlu Bunda tahu:
1. Mitos: Kontrasepsi tidak aman
Faktanya:
Kontrasepsi modern termasuk dalam kategori obat-obatan yang paling sering diresepkan dan paling banyak diteliti. Berbagai perkumpulan kesehatan terkemuka menegaskan bahwa beragam jenis kontrasepsi hormonal terlindungi bagi sebagian besar orang. Bagi mereka yang tidak menginginkan kontrasepsi hormonal, tersedia pula beragam metode non-hormonal yang ampuh seperti dikutip dari halaman Unfpa.
Sebagaimana halnya semua obat-obatan, penggunaan metode kontrasepsi modern tertentu dapat menimbulkan efek samping. Dalam hal ini, para nakes terlatih dapat memberikan keterangan cermat mengenai beragam pilihan metode kontrasepsi, sehingga setiap individu dapat memilihnya sesuai kebutuhan mereka masing-masing.
2. Mitos: Penggunaan kontrasepsi dapat menyebabkan aborsi
Fakta:
Kontrasepsi tidak menyebabkan aborsi maupun keguguran. Kontrasepsi modern bekerja dengan metode mencegah pembuahan maupun ovulasi. Artinya, kontrasepsi ini dapat mencegah terjadinya kehamilan sejak awal.
Penggunaan kontrasepsi modern tidak mengganggu kehamilan yang sudah ada ataupun memengaruhi sel telur yang telah dibuahi dan mengalami implantasi.
3. Mitos: Kontrasepsi merusak kesuburan
Fakta:
Kontrasepsi tidak menyebabkan ketidaksuburan. Meskipun beberapa metode hormonal, seperti kontrasepsi suntik, dapat menunda kembalinya ovulasi dan haid untuk sementara waktu, kondisi ini berkarakter sementara dan tidak menyebabkan ketidaksuburan permanen.
Pada sebagian besar kasus, kesuburan balik normal dalam beberapa bulan setelah menghentikan penggunaan metode hormonal (namun bisa juga lebih cepat), dan segera setelah menghentikan metode kontrasepsi non-hormonal.
Selain itu, kontrasepsi juga tidak mengurangi cadangan ovarium dan tidak menyebabkan menopause dini. Cadangan ovarium perempuan akan berkurang secara alami seiring bertambahnya usia, dan proses ini tidak dipengaruhi penggunaan kontrasepsi.
4. Mitos: Metode KB alami lebih terlindungi daripada metode hormonal
Fakta:
Dalam beberapa tahun terakhir, metode alternatif untuk mencegah kehamilan menjadi populer, terutama di media sosial. Metode ini mencakup aplikasi pelacak siklus dan metode kesadaran kesuburan, termasuk pengecekan suhu tubuh setiap hari.
Metode-metode ini semakin sering dipromosikan sebagai metode kontrasepsi yang lebih aman. Meskipun metode ini mungkin berhasil bagi sebagian orang, metode tersebut tidak cocok untuk semua orang. Metode yang disebut sebagai metode alami ini memiliki tingkat keberhasilan yang jauh lebih rendah dalam mencegah kehamilan dibandingkan metode modern.
Dan, klaim bahwa metode ini lebih terlindungi mesti dipertimbangkan berbareng kenyataan bahwa kehamilan itu sendiri membawa konsekuensi kesehatan bagi perempuan.
Jika digunakan dengan sempurna, metode alami dapat memiliki tingkat efektivitas yang cukup baik dalam mencegah kehamilan yang tidak direncanakan. Namun, penggunaan yang sempurna sulit dipertahankan oleh sebagian besar perempuan, terutama dalam jangka waktu yang lama.
5. Mitos: Sebaiknya tidak menggunakan kontrasepsi jika pasangan tidak menginginkannya
Fakta:
Pandangan ini tidaklah tepat. Sebab, setiap individu memiliki hak untuk memutuskan apakah mereka mau hamil maupun tidak. Tidak seorang pun boleh dipaksa berbuat hubungan seksual tanpa pengaman, jika hal itu bukanlah merupakan pilihan mereka sendiri.
Memaksa seseorang berbuat hubungan seksual tanpa pengaman di luar kehendaknya merupakan masalah serius yang dikenal sebagai pemaksaan reproduksi. Hal ini merupakan bentuk kekerasan serta pelanggaran terhadap hak setiap orang atas otonomi tubuh dan kebebasan reproduksi.
Semoga informasinya membantu, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)