Jakarta -
Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi bukan hanya berakibat pada pertumbuhan fisik, tetapi juga meninggalkan 'jejak biologis' yang lebih dalam apalagi hingga ke tingkat genetik. Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa ASI dapat memengaruhi langkah gen bekerja pada tubuh anak, sebuah proses yang dikenal sebagai epigenetik.
Apa itu 'stempel' pada kegiatan gen?
Dalam bumi sains, istilah 'stempel' ini merujuk pada perubahan epigenetik, ialah perubahan dalam kegiatan gen tanpa mengubah struktur DNA itu sendiri. Salah satu sistem utamanya adalah metilasi DNA, ialah proses penambahan gugus kimia pada DNA yang dapat mengaktifkan alias menonaktifkan gen tertentu.
ASI diketahui mengandung beragam komponen bioaktif seperti hormon, enzim, mikroRNA, serta nutrisi krusial yang berkedudukan dalam proses ini. Komponen-komponen tersebut membantu 'mengatur' ekspresi gen yang berangkaian dengan sistem imun, metabolisme, hingga perkembangan otak bayi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ASI dan epigenetik
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications menemukan bahwa bayi yang mendapatkan ASI eksklusif mempunyai pola metilasi DNA yang berbeda dibandingkan bayi yang tidak mendapatkan ASI. Perbedaan ini berangkaian dengan gen yang mengatur sistem kekebalan tubuh dan akibat penyakit kronis.
Studi lain dalam The American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa lama menyusui mempunyai hubungan dengan perubahan epigenetik yang berpotensi melindungi anak dari obesitas dan gangguan metabolik di kemudian hari.
Sementara itu, riset yang dipublikasikan di PubMed juga mengungkap bahwa ASI mengandung mikroRNA yang dapat masuk ke dalam sel bayi dan memengaruhi izin gen secara langsung.
Menurut penelitian dari University of Exeter, bayi yang mendapatkan ASI eksklusif rupanya mempunyai semacam tanda unik pada DNA mereka. Tanda ini dikenal sebagai DNA methylation yakni semacam proses alami yang mengatur apakah suatu gen aktif alias tidak. Jadi, bukan DNA-nya yang berubah, tapi langkah kerja gen di dalam tubuh si mini yang ikut 'diatur' oleh ASI.
Dalam studi ini, para peneliti memandang riwayat menyusui bayi, lampau memeriksa sampel darah mereka saat anak berumur sekitar 5 hingga 12 tahun. Hasilnya? Anak-anak yang dulu mendapatkan ASI eksklusif menunjukkan pola 'stempel' DNA yang berbeda dibandingkan yang tidak mendapatkan ASI. Artinya, pengaruh ASI ini bukan hanya sesaat, tapi bisa memperkuat cukup lama apalagi sampai anak tumbuh besar.
'Stempel' ini berangkaian dengan kesehatan anak
“Stempel” pada DNA ini rupanya bukan perihal sepele, lho. Dari penelitian yang dilakukan oleh University of Exeter, tanda epigenetik yang muncul pada anak yang mendapat ASI eksklusif banyak ditemukan pada gen yang berkedudukan krusial dalam menjaga kesehatan tubuh.
Gen-gen ini berangkaian dengan daya tahan tubuh, proses tumbuh kembang, hingga langkah tubuh merespons penyakit. Artinya, ASI bukan hanya membantu si mini sehat saat bayi, tapi juga ikut 'mempersiapkan' tubuhnya agar lebih kuat di masa depan.
Menariknya lagi, pengaruh ini bisa memperkuat cukup lama apalagi hingga anak beranjak besar. Jadi, bisa dibilang, faedah ASI itu seperti investasi jangka panjang yang bekerja diam-diam di dalam tubuh Si Kecil. Beberapa faedah jangka panjang yang dikaitkan dengan perubahan epigenetik akibat ASI antara lain:
- Sistem imun lebih kuat
- Risiko alergi lebih rendah
- Perlindungan terhadap obesitas
- Fungsi kognitif yang lebih baik
- Risiko penyakit kronis seperti glukosuria lebih kecil
Mengapa ASI eksklusif penting?
World Health Organization merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan, dilanjutkan dengan makanan pendamping ASI hingga usia dua tahun alias lebih.
Selain aspek nutrisi, temuan tentang epigenetik ini semakin menegaskan bahwa ASI adalah investasi jangka panjang bagi kesehatan anak. ASI bukan sekadar makanan, melainkan juga 'program alami' yang membantu tubuh bayi berkembang secara optimal hingga tingkat genetik.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·