Ilustrasi Miras.
Kincai Media,Jakarta - Hanya bermulai dari segelas khamar (minuman keras/ miras), seorang mahir ibadah yang saleh terjerumus melakukan zina sekaligus membunuh seorang anak tak berdosa. Kisah yang dituturkan Utsman bin Affan Radhiyallahu anhu ini menjadi peringatan keras bahwa khamar alias minuman beralkohol yang memabukan adalah sumber dari segala keburukan, karena begitu kesadaran lenyap lantaran mabuk, seseorang tak lagi bisa membedakan mana yang betul dan mana yang salah.
Utsman bin Affan Radhiyallahu anhu berkata, "Jauhilah khamar oleh kalian. Sebab khamar adalah sumber dari segala keburukan."
Utsman bin Affan kemudian bercerita, "Pernah ada seorang laki-laki mahir ibadah yang hidup sebelum kalian. Lalu seorang wanita jahat tertarik kepadanya. Wanita tersebut mengirim budak perempuannya kepada laki-laki itu."
"Budak wanita itu berbicara bahwa sesungguhnya tuanku memanggil Anda untuk melakukan kesaksian. Lelaki (ahli ibadah) itu pun pergi berbareng budak wanita tersebut. Setiap kali mereka memasuki pintu, budak wanita tersebut mengunci pintu itu. Hingga akhirnya dia berjumpa dengan seorang wanita cantik. Di sampingnya ada seorang anak dan satu wadah besar berisi khamar."
"Wanita (tuan si budak) itu mengatakan, Demi Allah, saya meminta Anda ke sini bukan untuk melakukan kesaksian, tetapi agar Anda menyetubuhiku, meminum segelas khamar alias membunuh anak ini."
"Lelaki (ahli ibadah) itu mengatakan, berikan saja saya segelas khamar."
"Wanita elok itu pun memberinya segelas khamar. Lalu laki-laki (ahli ibadah) itu kembali mengatakan tambahkan lagi (khamarnya). Tidak lama kemudian laki-laki itu mabuk, kemudian menyetubuhi wanita itu, dan membunuh anak tersebut."
"Karena itu, jauhilah khamar oleh kalian. Demi Allah, sungguh keagamaan dan kecanduan khamar tidak bakal berasosiasi sampai salah satunya saling menghilangkan yang lain."
Berdasarkan kisah mahir ibadah yang melakukan zina dan membunuh lantaran mabuk oleh khamar, dapat diambil pelajaran bahwa sesuatu yang memabukan itu bisa jadi sumber segala keburukan. Sebab saat seseorang mabuk, kesadarannya bakal lenyap dan tidak bisa membikin pertimbangan, apalagi tidak bisa membedakan mana yang baik dan buruk.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·