Larangan Berbicara ketika Buang Hajat

Aug 13, 2026 06:43 AM - 19 jam yang lalu 119

Kincai Media, Jakarta - Syekh Muhammad Shiddiq Al Minsyawi dalam bukunya yang berjudul Rajin Shalat tapi Masih Keliru menuliskan, seseorang yang sedang buang rencana sama sekali tidak boleh berbicara. Baik berupa zikir, ataupun yang lain, selain lantaran keperluan mendesak.

Maka, dia tidak perlu menjawab salam, menjawab azan, dan tidak perlu mendoakan orang yang bersin. Hal ini berasas hadits:

عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَجُلًا مَرَّ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَبُولُ فَسَلَّمَ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيْهِ

“Dari Ibnu Umar bahwa seorang laki-laki pernah melewati Rasulullah ﷺ yang saat itu sedang buang air kecil, lampau dia mengucapkan salam kepada beliau, namun beliau tidak menjawabnya.” (Hadits Riwayat Muslim)

Imam Asy Syaukani berkata, "Hal itu menunjukkan makruhnya berzikir kepada Allah ketika sedang buang hajat, walaupun zikir tersebut hukumnya wajib, seperti menjawab salam."

Imam Ahmad berkata, "Tidak layak baginya bercakap-cakap."

Imam Bagawi berkata, Guruku berkata, "Tidak boleh berzikir dengan lisan bagi orang yang sedang buang hajat. Jika dia bersin maka dia memuji Allah dalam hatinya. Hal ini dikatakan oleh Imam Hasan, Imam Asy Sya'bi, dan Imam an Nakhai.

Syekh Shiddiq mengatakan, boleh berbincang jika memang ada keperluan mendesak alias memang kudu dilakukan, seperti mengarahkan orang buta yang bakal terperosok alias yang lain.

Imam An Nawawi berkata, "Makruh berzikir kepada Allah alias berbincang sebelum keluar dari jamban, selain ada keperluan, jika dia bersin maka memuji Allah dalam hati dengan tidak menggerakkan lisannya."

Selengkapnya