Bacaan Shalawat Nariyah LengkapKincai Media – Di masyarakat Nusantara, membaca shalawat adalah ekspresi cinta spiritual yang menghubungkan seorang hamba dengan Rasulullah . Salah satu shalawat yang terkenal di kalangan masyarakat adalah Shalawat Nariyah, yang sering dibaca dalam majelis-majelis dzikir, terutama ketika seseorang mempunyai rencana alias sedang menghadapi kesulitan hidup.
Moh, Juriyanto dalam tulisan tentang Keutamaan Shalawat Nariyah, mengutip Syaikh Muntashir al-Hulwani dalam kitab al-Kunûz al-Muhammadiyyah fî al-Shalâti ‘alâ Khayri al-Bariyyah bahwa shalawat ini juga dikenal dengan julukan Shalawat Taziyah, dinisbatkan kepada penyusunnya, Syaikh Ibrahim at-Tazi.
Ia menjelaskan disebut “Nariyah” lantaran secara maknawi diibaratkan seperti “api” yang sigap melahap penghalang ialah cepatnya pertolongan Allah datang melalui perantara keberkahan shalawat ini, dengan izin-Nya.
Berikut ini adalah referensi shalawat nariyah:
اَللّٰهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَــمَّدِ ࣙالَّذِيْ تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضٰى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلىٰ اٰلِهِ وِصَحْبِهِ فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَ نَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ
Allāhumma ṣhalli ṣalātan kāmilatan wa sallim salāman tāmmā ‘alā sayyidinā Muḥammadin alladhī tanḥallu bihi al-‘uqadu wa tanfariju bihi al-kurabu wa tuqḍā bihi al-ḥawā’iju wa tunālu bihi ar-raghā’ibu wa ḥusnu al-khawātimi wa yustasqā al-ghamāmu bi-wajhihi al-karīm wa ‘alā ālihi wa ṣaḥbihi fī kulli lamḥatin wa nafasin bi-‘adadi kulli ma‘lūmin laka.
“Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan salam yang paripurna kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan (perantara) beliau segala ikatan menjadi terurai, segala kesusahan menjadi lapang, segala rencana terpenuhi, segala kemauan tercapai, dan akhir yang baik (husnul khatimah) diraih.
Dengan (perantara) wajah beliau yang mulia, awan pun dimintakan hujan. Dan limpahkanlah pula kepada family beliau dan para sahabatnya, pada setiap kedipan mata dan setiap hembusan napas, sebanyak bilangan segala sesuatu yang Engkau ketahui.”
Semoga setiap lantunan shalawat yang kita baca menjadi sinar yang menuntun langkah, menenangkan jiwa, dan menghadirkan keberkahan dalam setiap aspek kehidupan kita. Aamiin.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·