Kelahiran Si Kecil tentu menjadi momen yang dinanti dan membawa kebahagiaan bagi setiap keluarga. Namun, ketika bayi lahir prematur alias lebih sigap dari perkiraan, rasa senang bisa bercampur dengan kekhawatiran. Terlebih jika Si Kecil memerlukan perawatan unik di Neonatal Intensive Care Unit (NICU).
Dalam situasi tersebut, Bunda dan Ayah dapat merasa takut, khawatir, apalagi tidak berdaya. Oleh lantaran itu, krusial bagi orang tua untuk memahami bahwa setiap bayi mempunyai kondisi dan kebutuhan yang berbeda, sehingga memerlukan support yang sesuai sejak awal untuk membantu proses tumbuh kembangnya.
Menurut dr. Marlina Tanjung, Sp.A, Subsp.Neo(K) dari Mayapada Hospital Jakarta Timur, kondisi bayi baru lahir dapat berubah dengan cepat, sehingga penanganannya perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing bayi. Selain memastikan kondisi bayi stabil, lanjutnya, master juga perlu mempertimbangkan kebutuhan selama perawatan hingga tumbuh kembangnya.
"Orang tua juga perlu mendapatkan info dan pendampingan yang memadai agar dapat memahami kondisi bayi dan tetap terlibat dalam proses perawatan. Karena itu, setiap keputusan penanganan perlu melibatkan tenaga medis yang sesuai dengan kebutuhan bayi," ucap dr. Marlina.
Kenali kategori bayi prematur berasas usia kehamilan
Bayi prematur dibedakan berasas usia kehamilan saat lahir, mulai dari prematur ekstrem sebelum 28 minggu, sangat prematur pada 28 hingga kurang dari 32 minggu, hingga prematur sedang hingga akhir pada 32 hingga kurang dari 37 minggu. Semakin awal bayi lahir, semakin besar kebutuhan pemantauan dan support medisnya.
Pemeriksaan kehamilan bantu kenali akibat sejak dini
Lebih lanjut, dr. Indah Kurniawati, Sp.OG, FICS, MARS dari Mayapada Hospital Jakarta Timur menjelaskan bahwa pemeriksaan kehamilan rutin (antenatal care/ANC) krusial untuk mengenali akibat pada ibu maupun bayi sejak awal kehamilan. Pada kondisi tertentu, hasil pemantauan selama kehamilan dapat menjadi dasar bagi tim medis untuk mempersiapkan persalinan dan kebutuhan bayi setelah lahir.
Menurut dr. Indah, pemeriksaan kehamilan rutin membantu master memantau kondisi ibu dan janin serta mengenali akibat yang mungkin memerlukan perhatian lebih. Jika bayi diperkirakan memerlukan support medis setelah lahir, persiapan persalinan dapat dilakukan sejak kehamilan dan dikoordinasikan dengan tim yang bakal menangani bayi.
Bayi prematur memerlukan pemantauan dan support intensif
Sementara itu, pada bayi prematur maupun bayi dengan kondisi khusus, perawatan dilakukan dengan pemantauan dan support medis yang lebih intensif, termasuk perawatan di NICU.
"Kolaborasi tim multidisiplin dan support akomodasi yang sesuai krusial untuk menunjang perawatan sejak awal hingga pemantauan tumbuh kembang," tuturnya.
Pendekatan perawatan yang terintegrasi membantu memastikan kebutuhan bayi terus dipantau dan ditangani sesuai perkembangannya, mulai dari masa awal setelah lahir hingga tahap tumbuh kembang. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Mayapada Hospital Jakarta Timur mempunyai Women & Children Center yang menyediakan jasa komprehensif meliputi kandungan dan kebidanan (obgyn) serta kesehatan anak (pediatric).
Didukung Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Dokter Spesialis Anak, serta kerjasama tim multidisiplin sesuai kebutuhan medis pasien, jasa ini dirancang untuk memberikan pendampingan yang terintegrasi bagi ibu dan bayi di setiap tahap perawatan.
Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui Call Center 150770, WA 0817-17-150770, Emergency 150990, alias melalui aplikasi MyCare. Selain itu, Anda juga dapat memantau kebugaran tubuh melalui fitur Personal Health untuk menghitung debar jantung, langkah kaki, kalori terbakar, hingga Body Mass Index (BMI).
(som/som)