Benarkah Menari Bisa Meningkatkan Gairah Seksual? Ini Manfaatnya untuk Perempuan

Insight Bunda Masa Kini oleh Waktu baca 6 menit 502x dilihat
Benarkah Menari Bisa Meningkatkan Gairah Seksual? Ini Manfaatnya untuk Perempuan

Bagikan Postingan

Benarkah menari bisa meningkatkan antusiasme seksual perempuan? Cari tahu hubungan mobilitas tubuh, kesehatan mental, sensualitas, dan kegunaan seksual perempuan.

Pernah nggak, Mommies merasa tubuh seperti hanya “dipakai” untuk menjalani rutinitas sehari-hari? Bangun, mengurus anak, bekerja, membereskan rumah, lampau tidur. Besok diulang lagi.

Sampai akhirnya, urusan dengan tubuh sendiri, termasuk rasa percaya diri, sensualitas, apalagi antusiasme seksual, jadi nomor sekian.

Padahal, merasa nyaman dengan tubuh sendiri bisa menjadi bagian krusial dari kehidupan seksual yang sehat. Dan menariknya, salah satu langkah sederhana untuk kembali terhubung dengan tubuh adalah dengan bergerak dan menari.

Lantas, memangnya meningkatkan antusiasme dengan menari itu betul-betul bisa?

Meningkatkan antusiasme dengan menari, memangnya bisa?

Jawaban singkatnya: bisa membantu secara tidak langsung, meski bukan berfaedah menari adalah obat untuk meningkatkan libido.

Mengutip PubMed, penelitian mengenai kegiatan bentuk dan kegunaan seksual wanita menunjukkan adanya hubungan positif. Sebuah systematic review dan meta-analisis terbaru yang melibatkan 23 studi menemukan bahwa beragam corak olahraga dapat membantu meningkatkan sejumlah aspek kegunaan seksual perempuan, termasuk desire, arousal, lubrication, orgasm, dan sexual satisfaction. Namun, kualitas bukti secara keseluruhan tetap dinilai rendah lantaran hasil antarpenelitian cukup beragam.

Temuan ini memang tidak secara unik membuktikan bahwa menari langsung meningkatkan libido. Namun, lantaran menari termasuk kegiatan bentuk yang melibatkan aktivitas tubuh, faedah yang berangkaian dengan kegiatan fisik, kesehatan mental, dan body awareness menjadi relevan untuk dibahas dalam konteks ini.

Jadi, bukan berfaedah selesai satu sesi dance, lampau antusiasme langsung meningkat.

Lebih tepatnya, menari bisa menjadi salah satu langkah untuk membantu Mommies kembali merasa datang di dalam tubuh sendiri.

Saat menari, kita bernapas, menggerakkan pinggul, tangan, kaki, mengikuti musik, dan merasakan gimana tubuh bergerak. Fokusnya pun bergeser dari, “Duh, badan saya kok begini?” menjadi, “Oh, rupanya tubuh saya tetap bisa merasakan dan bergerak seperti ini.”

Dan rasa terhubung dengan tubuh inilah yang menarik untuk diperhatikan.

BACA JUGA: 5 Manfaat Sentuhan Non-Seksual dalam Pernikahan, Dampaknya Luar Biasa

Menari bukan hanya soal fitness

Foto: Konstantin Mishchenko/Pexels

Mungkin inilah yang membikin pendekatan seperti JJW Workout Sanctuary terasa berbeda.

Alih-alih memandang tubuh sebagai sesuatu yang kudu terus diperbaiki, pendekatan ini membawa pendapat bahwa tubuh adalah tempat untuk “pulang”.

Your body is not something to fix. It’s something to come home to.

Mommies diajak untuk memperlambat ritme, bernapas lebih dalam, mendengarkan tubuh, dan membiarkan tubuh berbincang lewat gerakan.

JJW Workout Sanctuary sendiri membawa konsep sebagai “A Sanctuary for Movement, Healing & Mindfulness”, sebuah ruang yang ditujukan bagi wanita yang sedang membangun kembali dirinya, mau kembali berani mengambil ruang, dan memerlukan organisasi yang terasa aman.

Ada empat pilar yang menjadi bagian dari perjalanan tersebut:

1. Embody

Tubuh bukan sesuatu yang kudu terus dikoreksi.

Lewat movement, Mommies diajak untuk kembali mengenali tubuh, mendengarkan apa yang dibutuhkan, dan membangun kembali rasa percaya terhadap tubuh sendiri.

Karena terkadang, reconnecting with yourself memang bisa dimulai dari perihal sesederhana bernapas lebih dalam dan membiarkan tubuh bergerak.

2. Sensuality

Bagaimana rasanya berada di dalam tubuh sendiri? Di sinilah sensuality menjadi bagian penting.

Sensualitas bukan tentang gimana tubuh kita dilihat oleh orang lain. Tetapi gimana kita merasakan diri sendiri.

Merasakan gerakan, napas, femininity, confidence, dan rasa nyaman dengan kulit yang kita tinggali setiap hari.

3. Strength

Strength juga bukan sekadar seberapa berat beban yang bisa kita angkat.

Kekuatan bisa berfaedah gimana kita bergerak, bernapas, beristirahat, melepaskan ketegangan, menjaga keseimbangan, dan merawat kesehatan mental.

Karena merasa kuat bukan hanya tentang tubuh yang semakin kuat secara fisik, tetapi juga tentang merasa lebih kuat dari dalam.

4. Womanhood

Pada akhirnya, semua perjalanan ini bukan tentang menjadi wanita lain. Justru sebaliknya.

Tentang menjadi jenis diri sendiri yang lebih hadir, lebih percaya diri, dan lebih bebas mengambil ruang.

Four pillars. One journey.

BACA JUGA: 7 Fantasi Seksual yang Sebaiknya Dipikirkan Sebelum Dicoba

Jadi, apa saja yang bisa dilakukan di JJW Workout Sanctuary?

Foto: IG @jjwaorbits

Dengan konsep yang menggabungkan movement, healing, mindfulness, sensuality, strength, dan womanhood, JJW Workout Sanctuary menawarkan ruang bagi wanita untuk mengeksplorasi tubuh lewat beragam kegiatan gerak.

Salah satunya adalah dance, yang bisa menjadi medium untuk bergerak lebih bebas, mengenali tubuh, dan mengekspresikan diri.

Konsepnya pun bukan tentang kudu jago menari. Tidak kudu lentur. Tidak kudu punya corak tubuh tertentu. Tidak kudu terlihat seksi. Yang krusial adalah datang, bergerak, merasakan, dan memberi diri sendiri izin untuk mengambil ruang.

Karena womanhood bukan tentang memilih antara kuat dan lembut. Kita bisa menjadi keduanya.

Bisa percaya diri tanpa kudu menjadi keras. Bisa feminin tanpa kudu mengecilkan diri. Bisa merasakan sesuatu dengan dalam, bergerak dengan bebas, dan tetap menjadi diri sendiri.

Apa hubungan menari dengan gairah?

Ada beberapa perihal yang mungkin membikin kegiatan seperti menari ikut mendukung kehidupan seksual.

1. Membantu merasa lebih nyaman dengan tubuh sendiri

Gairah bukan hanya soal fisik. Kondisi psikologis juga punya peran besar.

Ketika seseorang terlalu sibuk mengkhawatirkan corak tubuh, merasa tidak percaya diri, alias susah berada di momen sekarang, tentu tidak mudah untuk menikmati sentuhan maupun kegiatan seksual.

Menari memberikan kesempatan untuk merasakan tubuh tanpa kudu langsung menilainya.

Bukan tentang apakah gerakannya sempurna alias tubuh terlihat bagus. Tapi tentang gimana rasanya bergerak.

2. Membantu mengurangi stres

Ini juga penting, lantaran stres dan kelelahan bisa ikut memengaruhi kemauan seksual.

Sejumlah systematic review menemukan bahwa intervensi berbasis dance berpotensi membantu menurunkan indikasi depresi, kecemasan, dan stres pada orang dewasa.

Jadi, jika selama ini kepala Mommies penuh dengan to-do list, mungkin bergerak mengikuti musik bisa menjadi salah satu langkah untuk memberikan jeda.

Bukan untuk menghilangkan semua masalah, tentu saja. Tapi setidaknya memberikan ruang untuk bernapas.

3. Membangun rasa percaya diri dan sensualitas

Sensualitas sebenarnya tidak selalu berfaedah tampil seksi di depan orang lain.

Justru, sensualitas bisa dimulai dari keahlian untuk merasakan diri sendiri.

Merasakan napas. Merasakan aktivitas tubuh. Merasakan femininity. Merasa percaya diri dan nyaman berada di dalam tubuh sendiri.

Ada sesuatu yang powerful ketika wanita tidak lagi bergerak lantaran mau terlihat menarik bagi orang lain, tetapi lantaran dia menikmati tubuhnya sendiri.

4. Tubuh terasa lebih “hidup”

Aktivitas bentuk juga berangkaian dengan respons fisiologis tubuh. Bahkan penelitian eksperimental menemukan bahwa olahraga akut dapat memengaruhi respons fisiologis terhadap rangsangan seksual pada perempuan.

Namun, respons fisiologis ini tidak selalu berfaedah seseorang secara subjektif merasa lebih bergairah alias langsung mengalami peningkatan libido. Gairah seksual wanita sangat kompleks dan bisa dipengaruhi oleh banyak hal, mulai dari kondisi fisik, hormon, stres, kualitas hubungan, obat-obatan, hingga pengalaman psikologis.

Jadi, jika Mommies merasa antusiasme seksual menurun cukup lama alias mengganggu kualitas hidup dan hubungan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan master alias tenaga ahli yang kompeten.

BACA JUGA: 10 Tips untuk Kepuasan Seksual Perempuan yang Lebih Maksimal

Mommies, mungkin ini waktunya kembali “merasakan” tubuh sendiri

Foto: Evin Öztep/Pexels

Setelah bertahun-tahun sibuk memenuhi kebutuhan semua orang, tidak ada salahnya menyisihkan waktu untuk bertanya:

“Sebenarnya, tubuh saya sedang merasakan apa?”

Mungkin jawabannya lelah.

Mungkin butuh istirahat.

Atau mungkin, tubuh hanya mau diajak bergerak lagi.

Dan jika menari membikin Mommies merasa lebih hidup, lebih percaya diri, lebih rileks, alias sekadar bisa tersenyum lantaran menikmati musik—bukankah itu sudah menjadi argumen yang cukup?

Pada akhirnya, meningkatkan antusiasme dengan menari bukan sekadar tentang mendapatkan kembali libido.

Bisa jadi, perjalanan itu justru dimulai dari sesuatu yang lebih sederhana: kembali merasa nyaman menjadi diri sendiri.

Cover: Tima Miroshnichenko/Pexels
Artikel Lainnya Insight Bunda Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads