Jakarta -
Kebutuhan nutrisi Bunda selama kehamilan meningkat demi mendukung tumbuh kembang janin. Salah satu nutrisi yang krusial adalah vitamin E.
Vitamin E merupakan vitamin yang larut dalam lemak dan berkedudukan sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Pertanyaannya, berapa IU vitamin E yang dibutuhkan ibu mengandung setiap harinya? Apakah cukup dari makanan sehari-hari alias perlu mengonsumsi suplemen tambahan?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa itu vitamin E?
Vitamin E adalah istilah yang digunakan untuk sekelompok antioksidan yang larut lemak. Nutrisi ini membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan oksidatif dan berkedudukan dalam kegunaan sistem imun, kesehatan kulit, serta pembentukan sel darah merah.
Melansir laman Government of Canada, vitamin E ada dalam delapan corak yang berbeda. Setiap corak mempunyai kegiatan biologisnya sendiri, yang merupakan ukuran potensi dalam tubuh.
Alfa-tokoferol adalah nama corak vitamin E yang paling aktif pada manusia. Ini juga merupakan antioksidan biologis yang kuat. Vitamin E juga dianggap berkedudukan dalam menjaga sistem kekebalan tubuh dan proses tubuh lainnya.
Vitamin E secara alami ditemukan dalam makanan seperti:
- Minyak nabati seperti minyak kembang matahari, minyak safflower, minyak canola, dan minyak zaitun.
- Biji-bijian dan kacang-kacangan seperti biji kembang matahari, almond, hazelnut, dan kacang tanah.
- Kecambah gandum.
- Beberapa sayuran berdaun hijau, meskipun jumlahnya sedikit.
Selama kehamilan, tubuh Bunda bekerja lebih keras untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin. Karena itu, kebutuhan beragam vitamin dan mineral menjadi lebih krusial untuk diperhatikan, termasuk vitamin E.
Vitamin E berkedudukan dalam melindungi sel dari stres oksidatif, ialah kondisi ketika jumlah radikal bebas dalam tubuh lebih banyak dibandingkan keahlian tubuh untuk menetralisirnya.
Stres oksidatif yang berlebihan dapat memengaruhi kesehatan ibu dan janin.
Selain itu, vitamin E juga membantu menjaga kegunaan normal sistem kekebalan tubuh dan mendukung beragam proses metabolisme yang dibutuhkan selama kehamilan.
Ibu mengandung memerlukan berapa IU vitamin E?
Angka Kecukupan Gizi (AKG) vitamin E yang direkomendasikan wanita mengandung adalah 15 mg/hari alfa-tokoferol. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 22 IU vitamin E alami alias 33 IU vitamin E sintetis.
Sementara itu, kebutuhan vitamin E pada ibu menyusui lebih tinggi, ialah sekitar 28 IU vitamin E alami alias 42 IU vitamin E sintetis.
Adapun pemisah atas asupan vitamin E yang dapat ditoleransi orang dewasa adalah 1.000 mg per hari dari suplemen.
Manfaat vitamin E untuk ibu hamil
Vitamin E mempunyai beberapa faedah krusial selama kehamilan yang dirangkum dari beragam sumber antara lain:
1. Antioksidan
Vitamin E membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
2. Mendukung sistem kekebalan tubuh
Vitamin E berkedudukan dalam menjaga kegunaan imun agar tubuh dapat bekerja secara optimal.
Vitamin E merupakan salah satu mikronutrien yang dibutuhkan tubuh untuk mendukung kegunaan sel dan jaringan selama masa kehamilan.
Apakah ibu mengandung perlu mengonsumsi suplemen vitamin E?
Melansir National Institutes of Health (NIH), sebagian besar ibu mengandung dapat memenuhi kebutuhan vitamin E melalui pola makan bergizi seimbang dan tidak memerlukan suplemen tambahan secara
Menurut tinjauan ilmiah yang diterbitkan dalam Cochrane Database of Systematic Reviews, pemberian suplemen vitamin E selama kehamilan belum terbukti memberikan faedah yang signifikan dalam mencegah komplikasi kehamilan pada populasi umum.
Karena itu, suplemen vitamin E biasanya tidak direkomendasikan secara rutin selain atas rekomendasi dokter.
Jika Bunda mengonsumsi vitamin prenatal, periksa kembali kandungannya lantaran sebagian besar vitamin kehamilan umumnya sudah mengandung vitamin E dalam jumlah yang sesuai.
Bahaya kelebihan vitamin E saat hamil
Kebutuhan vitamin E ibu mengandung adalah sekitar 15 mg per hari. Meski demikian, konsumsi suplemen dosis tinggi tidak dianjurkan tanpa pengawasan master lantaran vitamin E yang berlebihan dapat meningkatkan akibat gangguan perdarahan. Ini lantaran vitamin E dapat memengaruhi proses pembekuan darah.
Karena itu, Bunda sebaiknya tidak mengonsumsi suplemen vitamin E dosis tinggi tanpa berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter.
Ada beberapa kondisi tertentu yang mungkin membikin master mempertimbangkan pemberian suplemen tambahan pada ibu hamil.
Misalnya, pada ibu mengandung yang mengalami gangguan penyerapan nutrisi, mempunyai pola makan yang sangat terbatas, alias kondisi medis tertentu yang memengaruhi kadar vitamin dalam tubuh.
Kebutuhan vitamin E setiap ibu mengandung berbeda-beda. Karena itu, penggunaan suplemen sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan, hasil pemeriksaan, dan rekomendasi dokter.
Semoga Bunda dan calon bayi selalu diberi kesehatan, kekuatan, dan kebahagiaan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·