Bitcoin Kembali Jauh Dari Us$ 100.000 Setelah Koreksi Akhir Pekan

Jan 20, 2026 02:11 PM - 3 bulan yang lalu 117031

Kincai Media – Pasar mata duit digital sempat membuka 2026 dengan performa cukup solid mendadak berbalik tajam pada akhir pekan. Pada Minggu (18/1/2026) malam, kapitalisasi pasar aset digital disebut turun sekitar US$ 100 miliar hanya dalam sekitar 12 jam, sebelum mencoba memantul pada Senin (19/1/2026).

Sepanjang akhir pekan, nilai total pasar mata duit digital sebelumnya relatif stabil di kisaran US$ 3,2 triliun. Namun menjelang penutupan Minggu, kapitalisasi itu ambruk mendekati US$ 3,09 triliun, lampau pulih tipis ke kisaran US$ 3,1 triliun pada saat laporan ini disusun. Pola penurunan yang sigap ini tampak seragam di aset utama.

Bitcoin, yang sepanjang pekan sebelumnya berulang kali mencoba membangun momentum untuk merebut kembali level psikologis US$ 100.000, mendadak turun sekitar 3 persen dari area di atas US$ 95.000 dan diperdagangkan di sekitar US$ 92.762. Ethereum ikut melemah, terkoreksi sekitar 4,16 persen dari US$ 3.350 ke US$ 3.197 . XRP juga bergerak searah, turun sekitar 4 persen dari US$ 2,06 ke US$ 1,96. Timing dan besaran koreksi yang nyaris serupa di tiga aset besar ini membikin pergerakan pasar terlihat seperti ‘copy-paste’ antar aset, sesuatu yang biasanya muncul saat sentimen berubah serentak.

Salah satu aspek yang disorot adalah kondisi likuiditas yang tipis. Data yang dirujuk dari CoinGlass menggambarkan bahwa reli sebelumnya, yang sempat mendorong Bitcoin kembali mendekati US$ 100.000, lebih banyak ditopang oleh kegiatan derivatif daripada permintaan spot yang betul-betul kuat.

Baca Juga: Trader Klaim Selama BTC Bertahan di Atas Level Ini, Maka Short Kurang Relevan

Dalam situasi seperti ini, kenaikan condong rapuh, ialah ketika momentum berakhir maka pasar lebih mudah terseret oleh likuidasi, penutupan posisi berleverage, dan tindakan ambil untung yang berantai.

Tekanan risk-off juga disebut kembali menguat seiring meningkatnya kekhawatiran pasar global. Narasi yang beredar mengaitkan pelemahan mata duit digital dengan memanasnya rumor perdagangan setelah Presiden Donald Trump disebut memerintahkan penerapan tarif 10 persen terhadap delapan negara Eropa, kebijakan yang jika betul diterapkan, berpotensi menggeser aliran modal ke aset yang dinilai lebih defensif.

Pergerakan komoditas ikut memperkuat gambaran itu. Ketika mata duit digital tertekan, nilai perak dilaporkan naik sekitar 4,11 persen dari 90 persen menuju puncak US$ 93,70, sementara emas menguat sekitar 2,18 persen dari US$ 4.580 ke US$ 4.680. Bagi banyak pelaku pasar, pola ‘kripto turun, safe haven naik’ sering dibaca sebagai tanda penanammodal sedang menurunkan resiko, terutama saat likuiditas di pasar mata duit digital sedang tidak tebal.

Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Kincai Media ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan yang telah tayang di Kincai Media bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata duit digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Kincai Media tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya