Bolehkah Masturbasi saat Program Hamil? Ini Penjelasan Dokter

Jul 04, 2026 09:40 PM - 1 bulan yang lalu 29905

Masturbasi saat program mengandung kerap dikaitkan dengan dugaan dapat menurunkan kesempatan kehamilan. Sebagian wanita apalagi cemas kontraksi rahim saat orgasme dapat menyebabkan embrio kandas menempel. Benarkah dugaan tersebut?

Kekhawatiran tersebut sudah lama beredar di masyarakat. Namun, benarkah masturbasi dapat mengganggu kesempatan kehamilan? Simak penjelasan para mahir berikut ini, Bunda.

Apakah masturbasi saat program mengandung memengaruhi kesuburan

Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa masturbasi dapat mengurangi kesempatan kehamilan. Para mahir beranggapan bahwa kegiatan ini tidak memengaruhi proses reproduksi, mulai dari ovulasi, pembuahan, hingga implantasi embrio.


Dokter ahli obstetri dan ginekologi Dr Valinda Nwadike menegaskan bahwa dugaan tersebut hanyalah mitos.

"Masturbasi sama sekali tidak memengaruhi kesuburan Anda," ujar Nwadike, dikutip dari Healthline.

Nwadike menjelaskan, masturbasi memang dapat memicu pelepasan sejumlah hormon, seperti dopamin, endorfin, oksitosin, prolaktin, dan testosteron. Hormon-hormon tersebut dapat meningkatkan suasana hati, mengurangi stres, serta memberikan rasa nyaman setelah orgasme. 

Namun, peningkatan hormon tersebut hanya berkarakter sementara sehingga tidak mengubah kadar hormon secara permanen. Karena itu, masturbasi tidak memengaruhi kegunaan ovarium, kualitas sel telur, maupun keahlian tubuh untuk ham

Jika pasangan mengalami kesulitan memperoleh kehamilan, penyebabnya umumnya berangkaian dengan aspek lain, seperti gangguan ovulasi, kualitas sperma, kondisi rahim, sindrom ovarium polikistik (PCOS), alias aspek style hidup.

Benarkah masturbasi dapat mengganggu implantasi embrio?

Setelah terjadi pembuahan, embrio bakal bergerak menuju rahim untuk menempel pada tembok rahim alias mengalami implantasi.

Kekhawatiran terbesar biasanya muncul pada fase implantasi, ialah saat embrio menempel pada tembok rahim setelah terjadi pembuahan. Namun, hingga sekarang belum ada penelitian yang mendukung dugaan tersebut.

Ahli endokrinologi reproduksi Dr. Jennifer Hirshfeld-Cytron mengatakan wanita tidak perlu khawatir. Singkatnya, masturbasi wanita tidak memengaruhi implantasi.

"Perempuan dapat merasa tenang lantaran orgasme tidak berakibat negatif terhadap ovulasi, pembuahan, maupun implantasi," ujarnya, dikutip dari Romper.

Pendapat serupa disampaikan Dr. Elie Hobeika, mahir endokrinologi reproduksi dari Fertility Centers of Illinois. Menurutnya, embrio berimplantasi tujuh hingga delapan hari setelah ovulasi, alias dua hingga tiga hari setelah transfer blastokista selama perawatan kesuburan.

"Tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa masturbasi memengaruhi implantasi," katanya.

Sementara itu, master ahli obstetri dan ginekologi sekaligus mahir fertilitas Dr. Edward Marut menjelaskan bahwa pada kehamilan alami, hubungan seksual tetap dapat terjadi pada masa implantasi dan embrio tetap bisa menempel pada tembok rahim.

Apakah masturbasi bisa membantu program hamil?

Hingga sekarang belum ada bukti bahwa masturbasi dapat meningkatkan kesempatan kehamilan secara langsung. Namun, kegiatan ini dapat membantu sebagian orang merasa lebih rileks lantaran memicu pelepasan hormon endorfin dan dopamin.

Hal tersebut dapat membantu mengurangi stres selama menjalani program hamil.

Mengelola stres krusial selama menjalani program kehamilan lantaran stres berkepanjangan dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan, dan berpotensi mengganggu proses reproduksi.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Archives of Sexual Behavior pada 1998 juga menemukan bahwa wanita yang mengalami orgasme setelah ejakulasi pasangan condong mempertahankan lebih banyak sperma di saluran reproduksi.

Namun, temuan tersebut tetap terbatas sehingga belum dapat disimpulkan sebagai langkah untuk meningkatkan kesempatan hamil.

Kapan sebaiknya menghindari masturbasi?

Dulu, masturbasi dilarang selama perawatan infertilitas, tetapi sekarang tidak lagi demikian. Secara umum, mastrubasi kondusif dilakukan saat program hamil. Namun, master dapat menyarankan rehat panggul pada kondisi tertentu.

Misalnya setelah prosedur transfer embrio pada program bayi tabung, terjadi perdarahan yang belum diketahui penyebabnya, alias terdapat komplikasi tertentu. Karena itu, jika Bunda sedang menjalani program mengandung dengan support teknologi reproduksi, sebaiknya ikuti rekomendasi master yang menangani.

Daripada menghindari masturbasi lantaran cemas mengganggu kehamilan, para mahir menyarankan pasangan suami istri (pasutri) untuk lebih konsentrasi pada aspek yang terbukti memengaruhi kesuburan.

Seperti berasosiasi intim pada masa subur, menjaga berat badan ideal, mengonsumsi makanan bergizi, berakhir merokok, membatasi alkohol, serta mengelola stres.

Berdasarkan bukti ilmiah yang ada hingga saat ini, masturbasi saat program mengandung tidak terbukti mengganggu ovulasi, pembuahan, maupun implantasi embrio. Selama tidak ada kondisi medis tertentu yang membikin master menyarankan sebaliknya, kegiatan ini umumnya kondusif dilakukan.

Jika Bunda belum juga mengandung setelah menjalani program mengandung dalam waktu yang cukup lama, sebaiknya konsultasikan dengan master untuk mengetahui penyebab dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya