Bukan pola asuh atau Intelligence Quotient (IQ), studi ungkap ada aspek yang paling memengaruhi perkembangan otak anak. Temuan ini menunjukkan bahwa ada perihal lain yang rupanya berperan, Bunda.
Seperti kita ketahui, setiap pengalaman yang dialami anak dapat meninggalkan jejak pada perkembangan otaknya. Hal ini yang juga kemudian berpengaruh pada langkah otak bekerja hingga mereka tumbuh dewasa.
Mengutip dari laman Yahoo News, penelitian terbaru menemukan bahwa kondisi di sekitar anak mempunyai pengaruh yang lebih besar dari yang selama ini diperkirakan.
Melihat dari hasil penelitian tersebut, diketahui bahwa bukan pola asuh alias IQ yang paling memengaruhi perkembangan otak anak. Namun, peneliti menemukan ada aspek lain yang berkedudukan lebih besar.
Lantas, aspek apa yang dimaksud dalam penelitian ini, Bunda? Simak penjelasan lengkapnya pada ulasan berikut ini.
Studi ungkap aspek yang paling memengaruhi perkembangan otak anak
Studi yang dilakukan oleh peneliti dari Washington University di Amerika Serikat menemukan bahwa kondisi sosial ekonomi mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan kegunaan otak anak.
Bahkan, aspek ini dinilai lebih berpengaruh dibandingkan IQ, pola asuh, maupun riwayat kesehatan anak, Bunda.
Dalam penelitian tersebut, aspek sosial ekonomi menyumbang sekitar 16 persen dari perbedaan kegunaan otak pada anak. Hal ini berfaedah bahwa lingkungan di mana tempat anak tumbuh turut berpengaruh dalam mendukung perkembangan otaknya.
Seorang penulis senior studi, Nico Dosenbach, mengatakan bahwa otak anak dari family dengan kondisi sosial ekonomi rendah tampak mirip dengan otak anak dari family yang lebih mampu, tetapi kurang tidur dan mengalami stres.
"Otak anak dari latar belakang sosial ekonomi rendah tampak seperti otak anak dari lingkungan sosial ekonomi tinggi yang kurang tidur dan stres," kata Dosenbach.
Meski begitu, anak dengan kondisi sosial ekonomi rendah tidak selalu mempunyai kepintaran yang lebih rendah. Perbedaan tersebut dapat berkurang jika mereka mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik dan tingkat stres yang lebih rendah.
Hal ini krusial diperhatikan lantaran anak-anak merupakan golongan yang paling rentan merasakan akibat kemiskinan. Dibandingkan orang dewasa, mereka lebih berisiko mengalami kondisi tersebut pada masa perkembangannya.
Berdasarkan informasi dari United Nations Children's Fund (UNICEF), nyaris 900 juta anak di seluruh bumi hidup dalam kemiskinan. Artinya, mereka tetap kekurangan kebutuhan seperti makanan, air bersih, tempat tinggal, pendidikan, hingga jasa kesehatan.
Faktor sosial ekonomi jadi temuan utama dalam penelitian
Dalam penelitian ini, para intelektual menganalisis informasi sekitar 12 ribu anak berumur 9 hingga 10 tahun. Mereka memandang dari beragam aspek, mulai dari lingkungan tempat tinggal, kesehatan, hingga kegiatan yang dilakukan anak setiap hari.
Peneliti kemudian menilai 649 aspek yang diduga memengaruhi perkembangan otak anak. Faktor-faktor tersebut mencakup waktu penggunaan gadget, keahlian kognitif, kesehatan bentuk dan mental, pola asuh, hingga latar belakang ras dan jenis kelamin.
Dari aspek yang dianalisis, kondisi lingkungan tempat tinggal dan status ekonomi menjadi yang paling berpengaruh. Keduanya berangkaian dengan bagian otak yang mengatur keahlian motorik dan sensorik serta dipengaruhi oleh kualitas tidur dan tingkat stres.
Penulis utama studi, Scott Marek, mengaku terkejut dengan besarnya pengaruh aspek sosial ekonomi terhadap perkembangan otak anak. Menurutnya, temuan tersebut apalagi lebih besar dibandingkan faktor-faktor lain yang diteliti.
"Saya pikir memang kesempatan sosial ekonomi bakal berpengaruh, tetapi saya tidak menyangka bakal berpengaruh sebesar ini. Itu betul-betul mengalahkan segalanya," ungkapnya.
Marek juga menjelaskan bahwa hasil pemindaian otak dapat memberikan gambaran tentang kondisi kehidupan seorang anak. Dari hasil tersebut, tim peneliti dapat memperkirakan kondisi ekonomi keluarga, kualitas tidur anak, hingga lamanya waktu yang dihabiskan di depan gadget.
Meski demikian, pemindaian otak tidak dapat digunakan untuk mengetahui tingkat IQ anak. Menurutnya, hasil penelitian justru menunjukkan bahwa perkembangan otak lebih banyak dipengaruhi oleh lingkungan.
Itulah penjelasan mengenai studi yang mengungkap aspek yang paling memengaruhi perkembangan otak anak. Semoga info ini dapat menambah wawasan, ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·