Bukan Pregnancy Glowing, Adinda Thomas Malah Keluhkan Jerawatan Saat Hamil

Apr 23, 2026 07:20 PM - 2 jam yang lalu 118

Jakarta -

Bunda, siapa sih yang nggak pernah dengar istilah pregnancy glowing? Banyak yang bilang, ibu mengandung bakal terlihat lebih cerah, segar, dan bercahaya secara alami. Tapi ternyata, nggak semua bumil merasakan perihal yang sama, lho. Seperti yang dialami oleh aktris elok Adinda Thomas. 

Lewat unggahannya, Adinda Thomas justru curhat soal kondisi kulitnya yang jauh dari kata glowing selama hamil.

"Denger-denger ada pregnancy glowing? Aku kok malahan jerawatan dan ada jejak juga sekarang," tulis Adinda Thomas dikutip dari laman akun Instagram @adindathomas.

Perempuan berjulukan komplit Adinda Noviana Sari Nurjannah Thomas ini juga mengaku lebih sering tampil tanpa makeup lantaran merasa malas berdandan jika tidak ada kegiatan. Namun, rasa kurang percaya diri tetap muncul lantaran jejak jerawat yang belum hilang.

Ia pun bertanya kepada followers-nya langkah efektif yang bisa dia lakukan untuk menghilangkan jerawat dan bekasnya. 

"Jujur tapi tiap hari males makeup sih, jika ga ada kegiatan lebih baik no makeup tapi kurang PD sama jejak jerawat. Aku minta pencerahannya buibu. Adakah yang bisa saya lakuin untuk ilangin jerawat dan bekasnya?," tutur Adinda Thomas. 

Curhatan ini pun langsung relatable banget dengan banyak ibu mengandung lainnya. Ternyata, jerawatan saat mengandung itu perihal yang cukup umum, Bunda. Lantas gimana langkah mengatasi jerawat pada ibu hamil? 

Jerawat unik kehamilan

Dikutip dari Glamour, secara teknis, jerawat kehamilan dapat dianggap sebagai bagian dari jerawat hormonal berkah progesteron, sejenis androgen.  "Progesteron tingkat tinggi diproduksi selama kehamilan," kata Hadley King, MD, seorang master kulit di New York City.

Progesteron merangsang peningkatan produksi sebum, dan ini dapat menyebabkan peningkatan jerawat. Oleh lantaran itu, jerawat kehamilan condong muncul di area yang sama dengan pori-pori tersumbat yang Bunda dapatkan sebelum menstruasi, khususnya di sekitar dagu dan garis rahang.

Namun, jerawat ini juga bisa melampaui area itu dan menyebar lebih luas. "Terkadang bisa lebih luas dan mempengaruhi leher, dada, dan punggung juga," kata Loretta Ciraldo, MD, master kulit di Aventura, Florida.

Perubahan hormon alami yang terjadi selama kehamilan mempengaruhi setiap orang dengan langkah yang sedikit berbeda. Namun, jika Bunda biasanya mempunyai kulit yang condong berjerawat, Bunda mungkin condong bakal mengalaminya dan dapat mulai muncul dalam beberapa minggu kehamilan.

"Jika jerawat bakal muncul selama kehamilan, biasanya dimulai pada trimester pertama ketika kadar hormon meningkat. Jika Anda tidak mengalami flare pada trimester pertama, maka flare pada trimester kedua dan ketiga condong tidak terjadi," kata Dr. King.

Cara efektif atasi jerawat kehamilan

Mengutip laman Mayo Clinic, untuk mengobati jerawat kehamilan ada beragam perawatan alami dan obat yang tersedia, seperti berikut:

1. Bersihkan area yang bermasalah dengan jerawat

Bunda bisa menggunakan pembersih yang lembut, dua kali sehari, gunakan tangan Bunda untuk mencuci muka dan air hangat. Hindari produk tertentu, seperti scrub wajah dan astringen, lantaran condong mengiritasi kulit, yang dapat memperburuk jerawat. Mencuci dan menggosok berlebihan juga dapat mengiritasi kulit.

2. Keramas secara teratur

Jika Bunda condong berjerawat di sekitar garis rambut, Bunda bisa keramas setiap hari. Jangan pernah memencet jerawat, lantaran dapat menyebabkan jangkitan alias jaringan parut.

3. Hindari iritasi

Jangan gunakan kosmetik berminyak, tabir surya, produk penata rambut, untuk menyembunyikan jerawat. Gunakan produk bercap berbahan dasar air alias nonkomedogenik, yang berfaedah produk tersebut condong tidak menyebabkan jerawat.

4. Jangan menyentuh kulit

Jaga kebersihan rambut dan wajah dengan menghindari dan juga mengistirahatkan tangan alias barang di wajah. Pakaian alias topi yang ketat juga bisa menimbulkan masalah, terutama jika Bunda berkeringat, lantaran keringat dan minyak dapat menyebabkan jerawat.

Hati-hati saat menggunakan obat untuk jerawat kehamilan, lantaran obat yang dioleskan ke kulit alias tertelan selama kehamilan dapat masuk ke aliran darah dan memengaruhi bayi.

Sementara sebagian besar bahan dalam perawatan jerawat topikal yang tersedia tanpa resep belum dipelajari selama kehamilan, biasanya hanya sedikit yang diserap ke dalam kulit. Hal ini membikin mini kemungkinan bahwa perawatan bakal menimbulkan akibat bagi bayi yang sedang berkembang.

Umumnya, perawatan kulit yang mengandung eritromisin (Erygel, Erythra-Derm) dan klindamisin (Cleocin T, Clindagel, lainnya) dianggap aman. Pilihan lain termasuk perawatan yang mengandung benzoil peroksida dan masam azelaic.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya