Maraknya berita penggunaan ikan sapu-sapu dalam bahan makanan, termasuk olahan siomay, membikin sejumlah Bunda mulai khawatir. Pasalnya, bahan ini kerap disamarkan sehingga susah dikenali sekilas.
Tidak sedikit penjual bandel yang memanfaatkan ikan sapu-sapu lantaran harganya jauh lebih murah. Jika tidak teliti, Bunda bisa saja membeli siomay yang kualitasnya jauh dari harapan.
Oleh lantaran itu, krusial bagi Bunda untuk memahami perbedaan siomay berbahan ikan segar dan yang menggunakan ikan sapu-sapu. Yuk, simak selengkapnya di bawah ini, Bunda.
Mengenal ikan sapu-sapu, jenis invasif yang punya dua sisi
Ikan sapu-sapu belakangan ini ramai diperbincangkan setelah adanya langkah pengendalian di sejumlah perairan Indonesia, khususnya di daerah Jakarta. Keberadaannya dianggap mengganggu keseimbangan ekosistem sungai yang ada.
Meski dikenal sebagai hama, ikan sapu-sapu rupanya tetap bisa dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Hal ini membikin keberadaannya mempunyai dua sisi yang berbeda di masyarakat.
Dilansir dari laman detikcom, ikan sapu-sapu tergolong mudah dijumpai di beragam wilayah. Tercatat ada setidaknya 22 jenis yang telah sukses diidentifikasi.
Secara bentuk, ikan ini mempunyai karakter unik seperti tubuh dengan sisik keras, kepala yang condong pipih, serta mulut penghisap di bagian bawah. Struktur tubuh tersebut memungkinkan ikan sapu-sapu untuk menempel sembari mengisap makanan dari permukaan.
Kemampuan memperkuat hidup ikan sapu-sapu juga tergolong tinggi di beragam kondisi perairan. Ia termasuk jenis eurifagik alias pemakan segala, sehingga mudah berkembang dan beradaptasi di lingkungan baru.
Namun, daya penyesuaian yang kuat ini justru menimbulkan akibat serius bagi ekosistem. Ikan sapu-sapu dikenal sebagai jenis invasif lantaran menyantap telur ikan lain, apalagi jumlah jenis ikan di Sungai Ciliwung disebut turun dari 187 menjadi hanya 20 jenis menurut penjelasan dari kitab Yuk Mengenal Ikan Sapu-sapu Sungai Ciliwung karya Dewi Elfidasari.
Bolehkah ikan sapu-sapu dikonsumsi?
Mengacu pada situs resmi Tani dan Nelayan Center IPB University, ikan sapu-sapu sebenarnya kondusif dikonsumsi dengan syarat ikan tersebut berasal dari perairan yang bersih serta melalui proses budidaya. Sama seperti jenis ikan lain, ikan ini juga mempunyai kandungan protein yang tergolong tinggi.
Khusus ikan sapu-sapu yang ditemukan di Sungai Ciliwung, kadar proteinnya tercatat mencapai 50,051 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa nilai gizinya tidak bisa dianggap remeh.
Tak hanya itu, ikan sapu-sapu dari Sungai Ciliwung juga dikenal mempunyai kandungan lemak yang sangat rendah, ialah sekitar 1 persen. Secara umum, ikan dengan kadar lemak di bawah 2 persen memang dikategorikan sebagai ikan yang rendah lemak.
Bahaya mengonsumsi ikan sapu-sapu
Meskipun tergolong kondusif untuk dikonsumsi, Bunda juga perlu waspada jika mau menyantap ikan sapu-sapu alias makanan olahan berbahan dasar ikan tersebut. Pasalnya, ikan sapu-sapu yang hidup di perairan tercemar bisa menakut-nakuti kesehatan.
Chef Stefu Santoso menekankan pentingnya memastikan asal ikan sapu-sapu sebelum dikonsumsi. Ia menyarankan untuk tidak memakannya jika ikan tersebut berasal dari perairan yang tercemar alias kotor.
"Karena jenis ikan ini pemakan lumut dan kotoran yang ada di lingkungan perairan. Terbiasa terdapat di sungai jadi biasanya tidak disarankan untuk dikonsumsi," ujar Chef Stefu yang dikutip dari laman CNN Indonesia.
Berikut ini ancaman yang bisa mengintai Bunda andaikan mengonsumsi ikan sapu-sapu:
- Berisiko terkena jangkitan parasit
- Adanya kontaminasi limbah kimia dan logam berat
- Berpotensi terkena alergi dan keracunan makanan
Perbedaan siomay ikan sapu-sapu dan ikan tenggiri
Kabar ikan sapu-sapu yang semakin meningkat di aliran sungai Ciliwung ini membikin banyak para pedagang bandel yang memasukan jenis ikan ini ke dalam bahan masakannya. Salah satu makanan yang mungkin berbahan dasar ikan sapu-sapu adalah siomay.
Oleh lantaran itu, krusial bagi Bunda untuk selalu hati-hati dalam mengonsumsi makanan apapun, termasuk siomay. Mengutip laman CNN Indonesia, berikut perbedaan siomay yang berbahan dasar ikan sapu-sapu dan ikan tenggiri agar Bunda lebih hati-hati:
1. Warna
Perbedaan paling mudah dikenali antara siomay berbahan ikan sapu-sapu dan ikan tenggiri dapat dilihat dari segi warna. Daging ikan sapu-sapu condong lebih kusam, sehingga siomay yang dihasilkan tampak lebih gelap alias keabu-abuan.
Sebaliknya, ikan tenggiri mempunyai daging berwarna putih bersih dengan tekstur yang tebal. Siomay berbahan tenggiri pun biasanya terlihat lebih cerah dan tampak segar.
2. Aroma
Aroma juga bisa menjadi petunjuk awal yang cukup jelas saat memilih siomay. Siomay yang dibuat dari ikan sapu-sapu biasanya mengeluarkan aroma amis yang terasa lebih kuat dan tajam.
Sebaliknya, siomay berbahan ikan tenggiri mempunyai wangi yang lebih sedap dan menggugah selera. Aromanya condong gurih tanpa kesan menyengat di hidung.
3. Tekstur dan Rasa
Dilihat dari teksturnya, siomay berbahan ikan sapu-sapu condong terasa lebih padat dan alot sehingga susah dikunyah. Cita rasanya pun kurang gurih alami, apalagi kerap meninggalkan sensasi pahit alias tidak nyaman di lidah.
Sebaliknya, siomay ikan tenggiri mempunyai tekstur yang kenyal sekaligus lembut sehingga lebih mudah dinikmati. Rasa gurihnya juga terasa alami dan lebih bersih di lidah.
4. Harga
Selain dari tampilan, patokan nilai juga bisa membantu Bunda dalam menilai kualitas siomay. Siomay berbahan ikan tenggiri umumnya dipasarkan dengan nilai mulai Rp5 ribu per buah alias apalagi lebih.
Jika menemukan siomay dengan nilai yang jauh lebih murah dari kisaran tersebut, sebaiknya Bunda tidak langsung tergiur. Kondisi ini bisa menjadi tanda untuk Bunda agar kudu lebih waspada sebelum memutuskan membeli.
Bunda, itulah penjelasan mengenai ikan sapu-sapu dan langkah memandang perbedaan siomay yang berbahan dasar ikan sapu-sapu dengan ikan tenggiri. Semoga info ini berfaedah dan Bunda bisa lebih memilih makanan yang sehat untuk Bunda dan keluarga.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·