Dear Ayah, Hindari Ucapkan 8 Kalimat Ini Pada Bunda Yang Sedang Hamil Ya

Apr 23, 2026 09:00 PM - 2 jam yang lalu 75

Jakarta -

Kehamilan adalah fase yang penuh emosi, perubahan fisik, dan tantangan bagi seorang perempuan. Di satu sisi, ada kebahagiaan luar biasa menanti kehadiran Si Kecil. Namun di sisi lain, ada rasa tidak nyaman, kelelahan, hingga perubahan hormon yang membikin kondisi emosional menjadi tidak stabil.

Karena itu, krusial bagi Ayah untuk lebih peka. Niat baik saja tidak cukup jika disampaikan dengan kalimat yang kurang tepat. Bahkan, beberapa ucapan yang terlihat sepele justru bisa melukai emosi Bunda, lho. Berikut ini adalah kalimat dilarang diucapkan Ayah pada bumil yang sebaiknya dihindari, komplit dengan penjelasannya.

1. “Aku paham emosi kamu”

Sekilas terdengar menenangkan, tapi kenyataannya Ayah tidak betul-betul merasakan apa yang dialami Bunda, baik secara bentuk maupun emosional.

Ayah tidak merasakan sakit secara emosional maupun bentuk yang Bunda alami, jadi jangan berpura-pura seolah Ayah mengerti. Sebagai gantinya, katakan “Maaf Anda merasa seperti itu” alias tanyakan, “Apa ada yang bisa saya lakukan untukmu?”

2. “Bukannya Anda baru makan satu jam yang lalu?”

Saat hamil, rasa lapar bisa datang kapan saja. Ini bukan soal kebiasaan, tapi kebutuhan tubuh yang sedang bekerja ekstra untuk tumbuh kembang janin.

Mengomentari gelombang makan justru bisa membikin Bunda merasa tidak didukung. Jangan mempertanyakan pilihan makanan alias seberapa sering istri Anda makan bagaimanapun juga, dia sedang menumbuhkan seorang manusia di dalam tubuhnya.

3. “Kenapa sih Anda menangis lagi?”

Saat hamil, hormon sedang tidak stabil, dan sangat wajar jika istri Anda menjadi lebih emosional. Kemungkinan besar dia sendiri juga tidak suka kudu sering menangis. Jadi ketika itu terjadi, peluk dia dan beri tahu bahwa Anda selalu ada untuknya. Jangan meremehkan alias mengabaikan perasaannya.

4. “Tenang aja”

Ini sejalan dengan bertanya kenapa dia menangis. Kehamilan itu penuh tekanan, mulai dari memastikan bayi sehat hingga mempersiapkan segala kebutuhan sebelum lahiran. 

Jika pasanganmu sedang panik alias merasa kewalahan, cobalah bertanya apa yang bisa Anda lakukan untuk membantu membuatnya merasa lebih baik.

5. “Aku tidur nyenyak banget tadi malam”

Saat kehamilan sudah memasuki tahap akhir, tubuh istri bakal terasa sangat tidak nyaman dan tidur pun jadi nyaris mustahil. Jadi, meskipun Anda merasa tidurmu sangat nyenyak, dia tidak mau mendengarnya.

Istri Anda mungkin sudah tidak sabar mau segera melahirkan, dan dia tidak mau langsung memikirkan kudu menjalani kehamilan lagi. 

Biarkan dia konsentrasi melahirkan dulu, memulihkan tubuhnya, dan menikmati momen berbareng bayi yang baru lahir sebelum Anda membicarakan soal menambah anak lagi.

7. “Memangnya berapa lama berat badan bisa turun setelah melahirkan?”

Istri Anda mungkin sudah merasa kurang percaya diri dengan tubuhnya yang mengalami banyak perubahan. Dia juga tidak mau memikirkan soal berat badan yang kudu diturunkan setelah melahirkan. Bersabarlah, dia bakal kembali ke corak tubuhnya dengan waktunya sendiri.

10 Larangan untuk Suami Saat Istri Hamil10 Larangan untuk Suami Saat Istri Hamil/ Foto: HaiBunda/Carlene Setia Anindita

8. “Aku sudah ajak orang tuaku ke ruang persalinan”

Persalinan adalah momen yang sangat pribadi dan rentan bagi seorang ibu. Mengundang orang lain tanpa persetujuan Bunda bisa membuatnya merasa tidak nyaman. Selalu libatkan Bunda dalam keputusan penting, terutama yang berangkaian dengan proses melahirkan.

Dia mengerti bahwa bayi ini adalah milik kalian berdua, tapi proses melahirkan adalah pengalaman yang sangat pribadi dan rentan. Kecuali dia betul-betul mau mengundang orang tuamu, sebaiknya anggap saja dia tidak menginginkan ada orang lain di sana.

Kehamilan adalah masa yang sensitif dalam hidup istri kamu. Pastikan Ayah selalu peka terhadap perasaannya, memenuhi kebutuhannya dan berupaya lebih untuk membuatnya merasa bahagia. Dia bakal sangat menghargai setiap upaya dan support yang Ayah berikan.

Begitulah tentang apa saja kalimat yang sebaiknya tidak diucapkan Ayah pada bumil adalah langkah sederhana namun sangat berarti. Kata-kata mempunyai kekuatan besar, bisa menenangkan, tapi juga bisa melukai. Jadi, pastikan setiap ucapan Ayah bisa membikin Bunda merasa dihargai, dicintai, dan didukung sepenuhnya selama masa kehamilan.

Semoga informasinya berfaedah ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya