Kincai Media ,JAKARTA -- Kesabaran merupakan salah satu adab paling menonjol yang dimiliki Nabi Muhammad SAW. Meski sering menghadapi ucapan dan perlakuan yang menyakitkan, Rasulullah SAW tidak mudah marah dan tidak membalas keburukan dengan keburukan. Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin mengisahkan sebuah peristiwa yang menunjukkan bagaimana Rasulullah SAW menghadapi seorang Arab Badui yang bersikap kasar dengan kelembutan dan kasih sayang.
Imam Al-Ghazali mengungkapkan bukti bahwa Nabi Muhammad SAW sangat penyabar, tidak mudah marah dan bukan sumbu pendek.
Banyak kisah Nabi Muhammad SAW saat diuji kesabarannya, namun Nabi Muhammad SAW tetap menjadi pribadi yang lembut, penuh kasih sayang dan belas kasih. Satu di antara banyak kisah kesabaran dan ketenangan Nabi Muhammad SAW dikisahkan dalam kitab Ihya Ulumuddin.
Pada suatu hari seorang Arab Badui datang kepada Nabi Muhammad SAW untuk meminta sesuatu.
Kemudian Rasulullah SAW memberi sesuatu ke orang Arab Badui itu dan bersabda, "Aku telah berupaya melakukan baik kepada kamu."
Orang Arab Badui itu menjawab, "Tidak, Anda tidak melakukan baik kepada aku."
Mendengar jawaban orang Arab Badui itu, para sahabat Nabi yang datang saat itu menjadi sangat marah dan hendak menampar orang Arab Badui itu. Akan tetapi, Nabi Muhammad SAW melarang para sahabatnya melakukan kekerasan.
Kemudian Rasulullah SAW masuk ke dalam kamarnya dan membawa makanan untuk diberikan kepada orang Arab Badui itu. Selanjutnya Rasulullah SAW bersabda, "Aku telah melakukan baik kepada kamu."
Orang Arab Badui itu menjawab, "Ya, benar. Mudah-mudahan Allah SWT memberikan rahmat dan karunia serta jawaban amal kepada anda, family dan kerabat anda."
Nabi Muhammad SAW berfirman kepada orang Arab Badui itu, "Perkataan Anda yang pertama tadi telah membikin marah para sahabatku. Jika Anda ridha, katakan kepada para sahabatku seperti apa yang Anda katakan kepadaku sekarang ini. Dengan demikian, mereka tidak bakal marah lagi kepadamu dan mengampuni kamu."
Orang Arab Badui itu berkata, "Baiklah, saya bakal mengatakan kebaikanmu kepada mereka."
Keesokan harinya, orang Arab Badui datang lagi kepada Nabi Muhammad SAW. Kemudian Nabi Muhammad SAW bersabda, "Karena Anda telah mengatakan perihal itu kepada mereka (sahabatku) sehingga mereka senang, maka saya bakal tambahkan lagi pemberianku. Mudah-mudahan Anda menjadi puas dan senang. Aku bakal bertanya kepadamu sekarang, apakah Anda puas dan senang?"
Orang Arab Badui menjawab, "Ya, saya sangat senang dan puas. Mudah-mudahan Allah SWT membalas amal Anda dan memberkati anda, family dan kerabat anda."
Selanjutnya Rasulullah SAW bersabda, "Perumpamaan saya dengan orang Badui ini seperti seorang laki-laki yang mempunyai seekor unta yang lari darinya, lampau orang-orang beramai-ramai hendak menangkapnya, tetapi unta itu malah semakin menjauh lantaran takut."
"Lalu pemilik unta mengatakan: Kalian semua pulang saja dan biarkan unta itu berdua saja dengan aku. Kemudian pemilik unta memberi untanya makanan dan memanggilnya agar mendekat. Maka perlahan-lahan unta itu mendekat, menyantap makanan itu, dan akhirnya pemilik unta menaiki dan mengendarai unta tersebut."
"Ketika si Badui menggunakan kata-kata keras, andaikan saya membiarkan kalian membalas dendam lampau membunuhnya, maka dia bakal masuk neraka."
English (US) ·
Indonesian (ID) ·