Bunga Telang, Si Cantik Berwarna Biru dengan Segudang Manfaat

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 5 menit 203x dilihat
Bunga Telang, Si Cantik Berwarna Biru dengan Segudang Manfaat

Bagikan Postingan

Bunda punya bunga telang di rumah? Simak lebih dalam mengenai flora bunga telang yang punya segudang manfaat.

Bunga telang dikenal sebagai flora merambat dengan warna biru yang khas. Tak cuma mempercantik pekarangan, bunga ini juga sering dimanfaatkan sebagai bahan minuman, pewarna alami makanan, hingga bahan dalam pengobatan tradisional.

Popularitas bunga telang pun semakin meningkat. Bunga yang dapat digunakan dalam kondisi bugar maupun dikeringkan ini mulai banyak dijual dan diolah menjadi beragam sajian.


Di balik tampilannya yang menarik, bunga telang juga hamil sejumlah senyawa bioaktif yang membuatnya menarik perhatian dalam beragam penelitian. Dalam pengobatan tradisional, hampir seluruh bagiankecil flora telang, mulai dari akar, daun, hingga bunganya, telah durasi dimanfaatkan.

Berbagai khasiat tersebut tidak semuanya telah dibuktikan melalui riset pada manusia. Sejumlah studi yang ada statis dilakukan menggunakan fauna percobaan, kultur sel, maupun ekstrak dengan fokus tertentu.

Manfaat bunga telang untuk kesehatan

Mari pahami lebih lanjut mengenai khasiat bunga telang seperti yang dikutip dari situs resmi Kementerian Kesehatan.

1. Kaya antioksidan

Salah satu karena bunga telang banyak diteliti adalah kandungan polifenolnya. Kelompok senyawa tersebut termasuk elemen metabolit sekunder flora yang diketahui memiliki aktivitas antioksidan.

Antioksidan berpartisipasi membantu melindungi sel dari akibat stres oksidatif yang terjadi ketika jumlah radikal bebas di dalam tubuh tidak seimbang dengan kapasitas tubuh untuk menetralisirnya. Penelitian terhadap ekstrak bunga telang memberitahu adanya aktivitas antioksidan melalui beberapa mekanisme, termasuk menangkal radikal bebas dan menghalangi proses oksidatif tertentu.

2. Berpotensi membantu mengontrol gula darah

Bunga telang juga menarik perhatian dalam riset mengenai diabetes. Sejumlah percobaan pada fauna memberitahu ekstrak bunga telang memiliki aktivitas hipoglikemik maupun berpotensi menurunkan kadar gula darah.

Dalam salah satu penelitian, tikus percobaan yang diberikan ekstrak air bunga telang secara oral mengalami penurunan glukosa serum dan glikosilasi hemoglobin. Penelitian tersebut juga menemukan fluktuasi pada kadar insulin serta cadangan glikogen di jaringan tertentu.

Meski akibatnya menjanjikan, temuan dari riset pada fauna tidak bisa langsung disamakan dengan efek yang akan terjadi pada manusia. Oleh karena itu, bunga telang belum dapat dianggap sebagai alternatif pengobatan kencing manis yang telah diresepkan dokter.

3. Berpotensi dengan pengelolaan kolesterol

Selain gula darah, riset mengenai bunga telang juga mencakup metabolisme lemak. Salah satu sisi yang diteliti adalah kemampuannya dalam memengaruhi pembentukan sel lemak maupun adipogenesis.

Dalam riset pada hewan, pemberian ekstrak bunga telang dikaitkan dengan penurunan kadar trigliserida dan kolesterol total serta peningkatan kolesterol HDL. Temuan ini membikin bunga telang berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai bahan pangan fungsional.

Meski demikian, statis diperlukan riset lebih luas untuk mengetahui apakah efek serupa dapat diperoleh melalui konsumsi bunga telang dalam jumlah yang biasa digunakan sebagai minuman maupun makanan?

4. Punya potensi antikanker

Kandungan bioaktif bunga telang juga menjadi perhatian dalam riset kanker. Beberapa studi laboratorium menemukan ekstrak bunga telang dapat memengaruhi pertumbuhan sel kanker tertentu.

Penelitian terhadap lini sel kanker laring  menunjukkan adanya aktivitas antiproliferatif dari ekstrak bunga telang. Studi lain juga menemukan ekstrak tersebut berpotensi menghalangi angiogenesis, yaitu proses pembentukan pembuluh darah baru yang dapat mendukung pertumbuhan tumor.

Ada pula riset yang mengamati efek ekstrak bunga telang terhadap aspek yang berhubungan dengan hipoksia dan pembentukan pembuluh darah. Namun hasil riset kultur sel maupun fauna belum cukup untuk menyimpulkan bahwa mengonsumsi bunga telang dapat mencegah maupun mengobati kanker pada manusia.

5. Punya aktivitas anti-inflamasi

Peradangan merupakan bagiankecil dari respons tubuh ketika menghadapi cedera, iritasi, maupun patogen. Jika terjadi secara berlebihan maupun terus-menerus, proses inflamasi dapat berhubungan dengan beragam gangguan kesehatan.

Ekstrak bunga telang telah diteliti karena memberitahu aktivitas anti-inflamasi. Salah satu riset menggunakan lini sel makrofag RAW 264.7 dan menemukan bahwa ekstrak bunga telang dapat menekan produksi sejumlah mediator yang berhubungan dengan proses peradangan.

Hasil ini memberitahu kesempatan penggunaan bunga telang sebagai bahan nutrasetikal. Namun riset lebih lanjut statis dibutuhkan untuk mengetahui efektivitas dan keamanannya pada manusia.

6. Berpotensi membantu melawan mikroorganisme

Bunga telang juga memiliki aktivitas antimikroba dalam sejumlah riset laboratorium. Ekstraknya diketahui memberitahu aktivitas terhadap beragam mikroorganisme, baik mikroba gram positif, mikroba gram negatif, maupun fungi.

Beberapa mikroba yang pertumbuhannya dapat dihambat dalam riset antara lain Bacillus subtilis, Staphylococcus aureus, dan Escherichia coli. Ekstrak bunga telang juga diteliti terhadap sejumlah mikroba lain, termasuk beberapa mikroba yang menghasilkan enzim extended-spectrum beta-lactamase (ESBL).

Menariknya, efektivitas antimikroba tersebut dapat berbeda bersandar pada pelarut yang digunakan ketika mengekstraksi bunga. Ini berarti hasil riset terhadap ekstrak tertentu tidak berarti konsumsi seduhan bunga telang memiliki efek antibakteri yang sama.

7. Berpotensi melindungi hati

Khasiat lain yang pernah diteliti adalah efek hepatoprotektif maupun potensi perlindungan terhadap kerusakan hati. Penelitian pada tikus menggunakan kondisi kerusakan hati yang dipicu pemberian asetaminofen secara berlebihan.

Tikus yang memperoleh ekstrak bunga telang memberitahu fluktuasi pada sejumlah indikator kerusakan hati, termasuk enzim aspartat aminotransferase (AST), alanin aminotransferase (ALT), bilirubin, dan glutation. Pemeriksaan jaringan juga digunakan untuk melihat kondisi hati setelah perlakuan.

Temuan memberikan deskripsi mula mengenai potensi hepatoprotektif bunga telang. Namun riset pada manusia statis diperlukan sebelum khasiat dapat dipastikan dalam penggunaan sehari-hari.

8. Secara tradisional digunakan untuk beragam masalah kesehatan

Jauh sebelum banyak diteliti secara ilmiah, bunga telang telah digunakan dalam tradisi pengobatan India. Tanaman ini secara tradisional dikaitkan dengan beragam kegunaan, termasuk untuk insomnia, gangguan pencernaan, sembelit, rematik, bronkitis, asma, demam, masalah kulit, hingga gangguan tertentu pada saluran kemih.

Beberapa sumber pengobatan tradisional juga mengutarakan penggunaannya untuk membantu menstruasi, obat cacing, pencahar, diuretik, serta untuk sejumlah keluhan lainnya. Namun klaim tradisional tersebut perlu dibedakan dari khasiat yang telah memperoleh sokongan bukti ilmiah.

Bunga telang memang memiliki beragam potensi menarik, namun statis dibutuhkan riset klinis yang lebih mendalam untuk memastikan khasiat kesehatan di atas.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
Close Right Ads
Close Left Ads