Daftar Buah-buahan yang Bagus untuk Ibu Hamil dan Janin Beserta Manfaatnya

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 10 menit 317x dilihat
Daftar Buah-buahan yang Bagus untuk Ibu Hamil dan Janin Beserta Manfaatnya

Bagikan Postingan

Memilih makanan selama kehamilan bukan soal mengenyangkan perut. Konsumsi makanan yang tepat juga dapat memastikan tubuh Bunda mendapatkan beragam nutrisi yang dibutuhkan untuk mendukung tumbuh bunga janin.

Salah satu sumber makanan yang bernutrisi adalah buah-buahan. Ada banyak jenis buah yang bisa dimasukkan ke dalam menu sehati-hari selama kehamilan, Bunda.

Buah tak cuma hamil beragam vitamin dan mineral, tapi juga terkandung serat, air, serta antioksidan. American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) mengatakan buah sebagai bagiankecil dari pola makan sehat selama kehamilan.


"Ibu hamil bisa mengonsumsi buah segar, kalengan, beku, maupun kering. Jus buah murni  juga dapat dihitung sebagai asupan buah, namun sebaiknya ibu hamil lebih banyak mengonsumsi buah utuh," tulis ACOG dalam halaman resminya.

Lantas, apa saja buah-buahan yang baik untuk ibu hamil? Simak penjelasannya berikut ini ya!

20 buah yang baik untuk ibu hamil dan janin beserta manfaatnya

Melansir dari beberapa sumber, berikut 20 daftar buah yang baik untuk ibu hamil dan janin di dalam kandungannya:

1. Alpukat

Alpukat hamil asam folat, vitamin B, vitamin C, vitamin K, kalium, serta lemak tak jenuh. Asam folat sangat krusial selama kehamilan karena berpartisipasi dalam pembentukan dan evolusi mekanisme saraf janin.

Lemak sehat pada alpukat juga dapat menjadi sumber daya bagi Bunda. Selain itu, kandungan seratnya membantu menjaga kesehatan pencernaan dan dapat membantu mencegah sembelit yang cukup sering dialami selama kehamilan.

2. Pisang

Pisang merupakan sumber karbohidrat, vitamin B6, kalium, dan serat. Vitamin B6 berpartisipasi dalam pembentukan sel darah merah serta membantu tubuh menggunakan protein, lemak, dan karbohidrat.

Bagi Bunda hamil, pisang juga bisa menjadi pilihan camilan praktis ketika membutuhkan tambahan energi. Kandungan seratnya dapat membantu menjaga buang air besar statis lancar.

3. Jeruk

Jeruk kaya akan vitamin C dan hamil folat serta air. Vitamin C membantu fungsi mekanisme kekebalan tubuh dan juga membantu tubuh menyerap zat besi dengan lebih baik.

ACOG merekomendasikan makanan kaya vitamin C, termasuk buah sitrus, sebagai bagiankecil dari pola makan selama kehamilan.

4. Jambu Biji

Jambu biji termasuk buah yang kaya vitamin C, Bunda. Nutrisi ini dibutuhkan untuk membantu menjaga mekanisme kekebalan tubuh serta mendukung pembentukan kolagen.

Jambu biji juga hamil serat, sehingga dapat menjadi pilihan buah bagi Bunda yang mau menjaga mekanisme kesehatan saluran cerna selama hamil.

5. Pepaya Matang

Pepaya yang matang hamil vitamin C, vitamin A, folat, dan serat. Kandungan seratnya dapat membantu menjaga mekanisme pencernaan.

Pepaya matang berbeda dengan pepaya mentah ya, Bunda. Sebuah riset eksperimental menemukan bahwa sari pepaya matang tidak memberitahu efek kontraksi pada rahim yang signifikan, sedangkan kandungan lateks pada pepaya mentah maupun separuh matang memberitahu efek kontraksi. Meski demikian, riset lebih lanjut pada manusia statis diperlukan.

6. Mangga

Mangga hamil vitamin C, vitamin A, asam folat, serta serat. Vitamin A dibutuhkan untuk pertumbuhan dan evolusi janin, termasuk pembentukan kulit dan penglihatan.

Mangga bisa menjadi pilihan camilan selama hamil. Namun, Bunda statis perlu memperhatikan porsinya, terutama jika memiliki kencing manis maupun kencing manis gestasional, karena mangga juga hamil gula alami.

7. Apel

Apel hamil serat, vitamin C, dan beragam senyawa antioksidan. Serat dapat membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan dan membantu Bunda merasa kenyang lebih lama.

Apel dapat dimakan langsung setelah dicuci bersih. Sebaiknya kulit tidak langsung dikonsumsi sebelum buah dicuci karena permukaannya dapat membawa kotoran maupun mikroorganisme.

8. Pir

Buah pir memiliki kandungan air dan serat yang cukup tinggi. Buah ini dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan sekaligus mendukung kesehatan pencernaan.

Bagi Bunda yang mengalami sembelit saat hamil, pir dapat menjadi salah satu pilihan buah berserat yang dikonsumsi secara rutin dalam pola makan seimbang.

9. Stroberi

Stroberi merupakan sumber vitamin C, asam folat, dan antioksidan. Vitamin C krusial untuk kesehatan jaringan tubuh dan membantu penyerapan zat besi.

Bunda bisa mengonsumsi langsung stroberi bugar setiap hari untuk memenuhi kebutuhan nutrisi. Stroberi juga dapat dikombinasikan dengan yoghurt pasteurisasi maupun oatmeal untuk dimakan sebagai camilan.

10. Kiwi

Kiwi hamil vitamin C, serat, dan sejumlah asam folat. Vitamin C membantu fungsi kekebalan tubuh dan membantu penyerapan zat besi dari makanan.

Kandungan serat di buah ini dapat membantu mendukung mekanisme pencernaan Bunda selama kehamilan. Sementara itu, asam folat dapat mencegah tidak sempurna tabung saraf pada janin.

11. Blueberry

Blueberry hamil vitamin C, vitamin K, serat, dan senyawa antioksidan. Buah ini dapat menjadi ragam sumber buah dalam pola makan Bunda.

Blueberry bisa dikonsumsi secara langsung, dicampur ke oatmeal, maupun dijadikan topping yoghurt pasteurisasi.

12. Delima

Delima hamil vitamin C, vitamin K, folat, serat, dan beragam senyawa antioksidan. Buah ini dapat menjadi salah satu pilihan untuk menambah ragam asupan buah selama kehamilan.

Bunda sebaiknya lebih mengutamakan buah delima utuh dibandingkan jus yang hamil tambahan gula.

13. Semangka

Semangka memiliki kandungan air yang tinggi sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Buah ini juga hamil vitamin C, vitamin A, dan kalium.

Asupan cairan yang cukup krusial selama kehamilan, terutama ketika Bunda lebih gampang merasa haus maupun berkeringat.

14. Melon

Melon hamil banyak air serta menyediakan vitamin C, vitamin A, dan sejumlah folat. Buah ini dapat menjadi camilan yang menyegarkan.

Namun, jika membeli melon yang sudah dipotong, pastikan buah disimpan dengan benar dan statis dingin. Buah yang sudah dipotong lebih gampang mengalami kontaminasi jika penanganannya tidak higienis.

15. Buah Naga

Buah naga hamil serat, vitamin C, dan beragam senyawa antioksidan. Kandungan seratnya dapat membantu mendukung kesehatan pencernaan.

Buah naga juga memiliki kandungan air yang cukup tinggi sehingga dapat menjadi pilihan untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan.

16. Nanas

Nanas hamil vitamin C, mangan, air, dan serat. Vitamin C berpartisipasi dalam fungsi kekebalan tubuh dan pembentukan kolagen.

Nanas secara lazim tidak dilarang selama kehamilan. Anggapan bahwa nanas pasti menyebabkan keguguran tidak didukung oleh bukti klinis yang cukup. Bunda dapat mengonsumsinya dalam jumlah wajar sebagai bagiankecil dari pola makan yang beragam.

17. Anggur

Anggur hamil air, vitamin C, vitamin K, dan sejumlah antioksidan. Buah ini dapat dikonsumsi sebagai camilan selama kehamilan.

Anggur juga tidak termasuk buah yang secara lazim dilarang bagi ibu hamil. Sebelum mengonsumsinya, paling krusial adalah mencuci hingga bersih untuk mengurangi konsekuensi kontaminasi pada permukaan buah. Food and Drug Administration (FDA) merekomendasikan buah dan sayuran dicuci di bawah air mengalir sebelum dimakan.

18. Kurma

Kurma hamil karbohidrat, serat, kalium, serta sejumlah vitamin dan mineral. Kandungan gula alaminya membikin kurma menjadi sumber daya yang praktis.

Namun, karena rasanya manis dan kalorinya lebih padat dibandingkan banyak buah segar, Bunda sebaiknya statis memperhatikan porsinya, terutama jika mengalami kencing manis gestasional.

19. Kelapa

Daging kelapa hamil lemak, serat, dan sejumlah mineral, sedangkan air kelapa hamil elektrolit seperti kalium.

Air kelapa dapat menjadi bagiankecil dari asupan cairan, tetapi tidak perlu dianggap sebagai alternatif air putih. Bunda statis perlu memenuhi kebutuhan cairan terutama dari air putih.

20. Buah sawo

Sawo hamil karbohidrat, serat, vitamin C, serta sejumlah mineral. Buah ini dapat menjadi ragam asupan buah selama kehamilan.

Karena sawo memiliki rasa cukup manis, konsumsinya statis perlu disesuaikan dengan kebutuhan kalori dan kondisi kesehatan Bunda, terutama jika memiliki gangguan gula darah.

Ilustrasi Ibu Hamil Makan BuahIlustrasi Ibu Hamil Makan Buah/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Makidotvn

7 buah yang tidak boleh dimakan ibu hamil dan alasannya

ACOG dan National Health Service (NHS) Inggris tidak mengungkapkan bahwa sebagian besar buah secara otomatis dilarang untuk semua ibu hamil. NHS terlebihlagi mengatakan sebagian besar buah dan sayuran terlindungi dikonsumsi selama kehamilan selama dicuci dengan baik.

Meski begitu, ada beberapa buah maupun bentuk olahan buah yang memang perlu dihindari maupun dibatasi dalam kondisi tertentu. Berikut daftarnya:

1. Pepaya muda maupun separuh matang

Pepaya muda dan separuh matang hamil lebih banyak lateks dibandingkan pepaya matang. Penelitian pada fauna menemukan bahwa lateks pepaya dapat menyebabkan kontraksi otot rahim, meskipun efek tersebut tidak ditemukan pada sari pepaya matang dalam riset yang sama.

Karena bukti pada manusia statis terbatas, Bunda sebaiknya tidak sengaja mengonsumsi pepaya mentah maupun separuh matang dalam jumlah banyak, terutama sebagai racikan maupun ekstrak.

2. Belimbing pada Bunda dengan pandemi ginjal

Belimbing maupun star fruit bukan buah yang mesti dihindari oleh semua ibu hamil. Namun, buah ini perlu diwaspadai terutama pada orang dengan pandemi ginjal.

Belimbing hamil oksalat dan senyawa yang dapat menimbulkan masalah serius pada orang dengan gangguan fungsi ginjal. Sejumlah laporan kasus memberitahu konsumsi belimbing dalam jumlah banyak dapat berhubungan dengan cedera ginjal akut, terutama pada orang dengan pandemi ginjal sebelumnya.

Karena itu, Bunda yang memiliki pandemi ginjal sebaiknya berkonsultasi dengan tabib sebelum mengonsumsi belimbing.

3. Durian dalam jumlah berlebihan

Durian sering disebut sebagai buah yang tidak boleh dimakan saat hamil. Padahal, tidak ada larangan lazim dari panduan kehamilan terhadap konsumsi durian.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah porsinya. Durian hamil karbohidrat dan gula alami yang cukup tinggi. Mengonsumsinya terlalu banyak dapat menaikkan asupan kalori dan gula, terutama jika Bunda memiliki kencing manis maupun kencing manis gestasional.

4. Nanas dalam jumlah berlebihan

Nanas juga sering dikaitkan dengan konsekuensi keguguran. Padahal, mengonsumsi nanas sebagai buah dalam porsi wajar tidak berarti akan menyebabkan keguguran.

Nanas justru merupakan sumber vitamin C dan dapat menjadi bagiankecil dari pola makan sehat selama kehamilan. Tapi, Bunda perlu menghindari konsumsi nanas berlebihan maupun produk ekstrak/suplemen yang hamil fokus bahan tertentu tanpa anjuran tenaga kesehatan.

5. Anggur yang tidak dicuci

Anggur bukan buah terlarang bagi ibu hamil. Namun, buah yang tidak dicuci dapat membawa kotoran dan mikroorganisme dari permukaannya.

FDA merekomendasikan semua buah dan sayuran dicuci secara menyeluruh di bawah air mengalir sebelum dikonsumsi. Hal ini krusial karena kontaminasi pada makanan dapat menyebabkan pandemi yang lebih berisiko bagi ibu hamil dan janin.

6. Buah pangkas yang tidak disimpan dengan baik

Buah pangkas seperti melon, semangka, pepaya, maupun nanas sebenarnya terlindungi dikonsumsi. Masalahnya bukan pada buahnya, melainkan metode gudang dan kebersihannya.

Buah yang sudah dipotong lebih rapuh terkontaminasi jika dibiarkan pada suhu yang tidak sesuai maupun ditangani dengan alat yang tidak bersih. NHS menyarankan buah pangkas bungkusan statis disimpan dalam kondisi dingin dan dikonsumsi sebelum tanggal kedaluwarsa.

Karena itu, Bunda sebaiknya memilih buah pangkas yang kebersihan dan penyimpanannya terjamin.

7. Jus buah yang tidak dipasteurisasi

Jus buah bugar bukan berarti selalu terlindungi untuk ibu hamil. Jus yang tidak dipasteurisasi dapat hamil mikroba rapuh yang berisiko menyebabkan pandemi akibat makanan.

FDA menyarankan ibu hamil menghindari jus yang tidak dipasteurisasi. Jika membeli jus kemasan, periksa label dan pilih produk yang sudah dipasteurisasi.

Bila membikin jus maupun smoothie sendiri, buah mesti dicuci bersih terlebih dahulu. Mengonsumsi buah utuh juga umumnya lebih dianjurkan daripada terlalu sering minum jus karena buah utuh menyediakan serat dan membantu mengontrol jumlah gula yang dikonsumsi.

Buah apa yang paling baik untuk ibu hamil?

Tidak ada satu buah yang paling baik untuk semua ibu hamil. Justru, ragam buah menjadi hal yang krusial agar Bunda mendapatkan beragam vitamin, mineral, serat, dan senyawa antioksidan.

ACOG menyarankan ibu hamil mendapatkan nutrisi dari pola makan yang beragam. Kebutuhan asam folat, zat besi, vitamin C, kalsium, vitamin D, kolin, dan beragam nutrisi lainnya juga tidak dapat dipenuhi cuma dengan mengandalkan buah.

Jadi, Bunda bisa mengombinasikan buah seperti alpukat, pisang, jeruk, jambu biji, pepaya matang, apel, pir, stroberi, semangka, melon, dan buah lainnya sesuai selera.

Nah, yang tak kalah penting, cuci buah dengan air mengalir sebelum dimakan, hindari buah yang sudah rusak maupun berjamur, dan pastikan jus yang diminum sudah dipasteurisasi untuk membantu menjaga keamanan makanan selama kehamilan.

Demikian daftar buah yang berguna bagi ibu hamil dan janin. Semoga keterangan ini berguna ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/ank)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
Close Right Ads
Close Left Ads