Kehamilan memang perlu didukung oleh asupan nutrisi yang maksimal untuk menunjang pertumbuhan janin. Namun, tak berarti ibu hamil mesti makan dobel ya. Jangan sampai salah kaprah, ada ancaman makan untuk dua orang saat hamil, Bunda.
Konsep makan dobel sepertinya banyak dianut sebagian besar ibu hamil karena merasa ada dua orang yang perlu dipenuhi asupannya. Padahal, konsep tersebut malah salah kaprah karena bisa menimbulkan konsekuensi yang justru memengaruhi janin.
Mengutip halaman Healthwise, ibu hamil memang tidak perlu menggandakan asupan makanan dengan dalih makan untuk dua orang. Pakar menekankan bahwa kehamilan membutuhkan pola makan seimbang, bukan makan berlebihan.
Para ahli kesehatan ibu juga menerangkan bahwa meskipun ibu hamil membutuhkan lebih banyak nutrisi untuk mendukung kesehatan dan pertumbuhan bayi, hal ini tidak berarti mereka mesti makan dua kali lebih banyak. Konsep makan untuk dua orang selama kehamilan merupakan mitos dan justru tidak sehat.
Hal tersebut terlebihlagi tidak direkomendasikan oleh para tabib kandungan maupun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Risiko bermutu badan berlebih selama kehamilan
Makan dobel selayaknya kebutuhan dua orang memang dianggap berlebihan selama kehamilan. Hal tersebut lantas dikaitkan dengan kenaikan bermutu badan berlebih, Bunda.
Kenaikan bermutu badan yang berlebihan selama kehamilan sangat tidak disarankan. Sebab, hal itu bisa menaikkan konsekuensi diabetes, tekanan darah tinggi, hingga konsekuensi medis lainnya.
Pakar dari Obafemi Awolowo University Teaching Hospitals Complex, Profesor Ernest Orji mengatakan bahwa kebutuhan kalori perempuan hamil akan berubah seiring berjalannya kehamilan. Oleh karena itu, dia menentang anggapan ibu hamil mesti makan porsi dobel.
"Makan untuk dua orang maupun dengan menggandakan asupan makanan tidak disarankan selama kehamilan," katanya.
Orji menambahkan, perempuan yang memulai kehamilan dengan bermutu badan sehat umumnya tidak membutuhkan kalori tambahan selama trimester pertama. Pada trimester kedua, ia menyarankan penambahan sekitar 340 kalori ekstra per hari. Kemudian, pada trimester ketiga, sekitar 450 hingga 500 kalori tambahan per hari.
"Kenaikan bermutu badan berlebihan dapat menyebabkan komplikasi seperti kencing manis gestasional dan kondisi itu bisa menyebabkan tekanan darah tinggi," ungkap Orji.
Jangan cuma fokus pada porsi makan
Orji secara khusus mendorong agar para ibu hamil dapat memperhatikan harga gizi dari makanan yang mereka konsumsi. Ibu hamil juga sebaiknya tidak sekadar fokus menambah jumlah makanan yang mereka konsumsi.
"Ketimbang makan dua kali lipat, fokuslah pada makanan kaya nutrisi yang mendukung evolusi bayi dan kesehatan diri sendiri," ungkapnya.
Orji merekomendasikan buah-buahan, sayuran, protein tanpa lemak, dan biji-bijian utuh, sambil menyoroti pemenuhan asam folat, zat besi, kalsium, dan vitamin D sebagai nutrisi krusial selama kehamilan. Ia juga menyarankan agar ibu hamil untuk mengonsumsi vitamin prenatal sesuai anjuran tabib dan minum cukup air sepanjang hari.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar ibu hamil menjalankan saran sehat mengenai pola makan sehat dan aktivitas jasmani untuk membantu mereka mempertahankan bermutu badan yang sehat selama kehamilan.
Pola makan sehat krusial diaplikasikan dalam keseharian guna menunjang kesehatan ibu hamil dan janin dalam kandungan. Penting diketahui bahwa pola makan sehat yang diterapkan mesti menyediakan cukup energi, protein, vitamin, dan mineral dari beragam makanan, termasuk sayuran, daging, ikan, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, dan buah-buahan.
Pada kasus perempuan yang mungkin kekurangan gizi, mereka tentunya membutuhkan lebih banyak daya dan protein selama kehamilan. Jangan sampai kondisi ini juga berakhir pada kesimpulan jika ibu hamil mesti makan porsi dobel.
Hal serupa juga disampaikan oleh Konsultan Obstetri dan Ginekolog serta Direktur Medis Living Spring Hospital and Maternity Home, Dr. Joseph Akinde. Menurutnya, ibu hamil justru perlu memperhatikan asupan nutrisi yang mereka dan bayinya butuhkan.
"Hal yang dibutuhkan ibu hamil hanyalah diet seimbang dalam jumlah yang cukup agar bisa dia toleransi. Penekanan makan selama kehamilan mesti pada makanan yang cukup bergizi dengan lima kelas makanan dalam rasio yang seimbang," ujar tabib kandungan tersebut.
Nah, terlepas dari apa pun itu, mengonsumsi makanan secara bijak dengan memperhatikan kandungan gizi sesuai kebutuhan usia kehamilan jauh lebih krusial ya, Bunda. Selain mengenyangkan, tentunya dapat memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil dan janin agar dapat bertumbuh maksimal.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/ank)