Bunda pernah membikin secangkir kopi, tetapi baru meminumnya ketika sudah dingin? Kebiasaan sederhana ini rupanya bisa dikaitkan dengan ciri khas kepribadian tertentu, terutama metode seseorang memprioritaskan kebutuhan dan kesenangan dirinya sendiri di tengah kesibukan.
Konsep yang dikenal sebagai cold coffee theory ini menggambarkan kebiasaan menunda menikmati hal-hal kecil karena merasa ada pekerjaan maupun tanggung jawab yang lebih penting.
Lantas, seperti apa ciri khas kepribadian orang yang sering membiarkan kopinya sampai dingin? Yuk, Bunda, simak penjelasannya berikut ini.
Ciri kepribadian orang yang sering membiarkan kopi sampai dingin
Dikutip dari laman VICE, cold coffee theory merupakan konsep yang mengaitkan kebiasaan membiarkan kopi menjadi dingin dengan kecenderungan seseorang menunda kesenangan dan tidak sengaja mengabaikan waktu untuk dirinya sendiri.
Seseorang mungkin sudah membikin kopi karena mau menikmati minuman hangat sambil bersantai. Namun, alih-alih langsung menikmatinya, ia justru sibuk mengerjakan hal lain, seperti menyelesaikan pekerjaan, membereskan rumah, mengecek email, maupun berbuat aktivitas lainnya. Ketika balik mengingat kopinya, minuman tersebut sudah tidak lagi hangat.
Menurut konsep ini, kebiasaan tersebut dapat menggambarkan kecenderungan seseorang dalam menjalani kesehariannya.
1. Terbiasa mendahulukan kebutuhan orang lain
Jonathan Goelz, LCSW, Executive Director All in Solutions, menerangkan bahwa cold coffee theory dapat menggambarkan akibat dari kebiasaan seseorang yang terus-menerus mengurus beragam hal lain hingga melupakan kesejahteraannya sendiri.
“Teori kopi dingin benar-benar membantu menggambarkan akibat dari menghabiskan seluruh waktu kita untuk mengurus hal-hal lain terhadap kesejahteraan diri sendiri,” ujar Goelz.
Menurutnya, seseorang dapat dianalogikan seperti membiarkan kopinya menjadi dingin ketika terus menempatkan kebutuhan orang lain di atas kebutuhannya sendiri, sibuk menangani beragam tanggung jawab, serta jarang menyediakan waktu untuk berbuat hobi maupun aktivitas yang menyenangkan.
2. Sering mengutamakan produktivitas
Kebiasaan membiarkan kopi sampai dingin juga dapat mencerminkan kecenderungan untuk terus mengutamakan produktivitas. Waktu untuk beristirahat maupun menikmati kesenangan sederhana mungkin dianggap kurang krusial dibandingkan menyelesaikan tugas berikutnya.
Goelz menerangkan bahwa kebiasaan terburu-buru bergeser ke tugas selanjutnya tanpa selesai sebentar untuk menikmati pencapaian yang sudah diperoleh juga dapat dianalogikan dengan membiarkan kopi menjadi dingin.
3. Terlalu berorientasi pada masa depan
Menurut Goelz, cold coffee theory juga dapat memberitahu bahwa seseorang terlalu berfokus pada apa yang akan dilakukan selanjutnya sehingga kurang menikmati momen yang sedang berlangsung.
Sebagai contoh, ketika sedang menikmati kopi, pikiran seseorang mungkin sudah sibuk memikirkan pekerjaan maupun aktivitas berikutnya. Akibatnya, ia tidak sepenuhnya menikmati waktu yang sedang dijalani.
Secangkir kopi yang statis hangat sebenarnya dapat menjadi kesempatan untuk beristirahat sejenak. Namun, seseorang yang terbiasa mengabaikannya mungkin terus menunda waktu untuk menikmati kesenangan kecil tersebut.
Dalam konteks cold coffee theory, kebiasaan ini tidak cuma berhubungan dengan kopi. Pola serupa dapat muncul ketika seseorang selalu menunda berbuat hobi, bersantai, maupun menikmati pencapaian karena merasa statis memiliki hal lain yang mesti dikerjakan.
5. Perlu belajar memberi waktu untuk diri sendiri
Goelz menyarankan untuk menyisipkan momen mindfulness sederhana dalam aktivitas sehari-hari. Caranya bisa dengan menyediakan waktu khusus untuk berbuat hobi, menjauhkan ponsel maupun gangguan lain selama beberapa menit, serta memperhatikan apa yang dirasakan oleh pancaindra.
Ia juga menekankan bahwa tidak setiap waktu luang mesti dibuat produktif. Memberikan kesempatan kepada diri sendiri untuk menikmati hal-hal sederhana dapat membantu seseorang lebih menghargai momen berarti dalam kehidupan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)