Capek Menyusui Tiap 2 Jam? Begini Cara Bunda Tetap Fit Dan Semangat

Apr 15, 2026 09:10 AM - 1 hari yang lalu 1925

Jakarta -

Di beragam literatur medis, para mahir merekomendasikan untuk memberi bayi ASI eksklusif selama 6 bulan pertama tanpa tambahan susu formula alias makanan lainnya. Setelah itu, dilanjut hingga bayi berumur 2 tahun dengan pemberian makanan pendamping ASI alias MPASI.

Tapi sebelum itu, Bunda perlu memahami bahwa di awal kehidupannya, bayi perlu disusui sebanyak 8-12 kali dalam sehari karena ASI yang mudah dicerna membikin bayi lebih sigap lapar. Maka dari itu, Bunda disarankan untuk menyusui Si Kecil minimal 2-3 jam sekali.

Memang, gelombang ini cukup melelahkan bagi sebagian Bunda, terutama di masa-masa awal usai melahirkan. Namun, ingatlah bahwa kondisi ini merupakan bagian dari proses penyesuaian Bunda dan Si Kecil agar dia dapat tumbuh dengan baik.

Tenang saja, seiring bertambahnya usia, lama menyusu bayi bakal mulai berkurang, kok. Memasuki usia 1-2 bulan, umumnya Si Kecil hanya bakal menyusu sekitar 7-9 kali dalam sehari, dengan catatan, kondisi ini tidak selalu dapat disamakan, ya.

Tips agar Bunda tetap fit dan semangat menyusui

Agar Bunda tetap semangat dan tidak kewalahan, terdapat beberapa langkah yang direkomendasikan mahir untuk mengelola waktu dan daya selama menyusui. Yuk, simak tips lengkapnya berikut ini yang dikutip dari laman Nemours KidsHealth.

1. Atur waktu proses menyusui

Menyusui bayi yang baru lahir memang terasa sangat melelahkan, terlebih untuk mencapai sasaran menyusu hariannya. Cara pertama untuk membantu Bunda agar tidak terlalu capek adalah dengan mengatur waktu menyusui sekitar 20 menit alias lebih pada satu maupun kedua payudara.

Seiring bertambahnya usia dan keahlian menyusu Si Kecil, lama tersebut biasanya bakal menjadi lebih singkat, ialah sekitar 5-10 menit pada setiap sisi. Namun, Bunda perlu memahami bahwa lamanya proses menyusui tidak selalu sama pada setiap ibu.

Berikut beberapa aspek yang dapat memengaruhi lama menyusui, di antaranya:

  • Produksi ASI: Hal ini berangkaian dengan kelancaran ASI yang umumnya dapat dilihat sejak 2-5 hari setelah melahirkan.
  • Refleks let-down: Refleks ini merupakan proses keluarnya ASI dari tetek saat bayi menghisap puting. Pada beberapa ibu, refleks ini bisa langsung terjadi, bisa juga memerlukan delay beberapa menit.
  • Pelekatan bayi: Bayi yang baik pelekatannya maka kegiatan menyusunya bakal lebih lancar. Pelekatan yang baik adalah ketika mulut bayi menempel dan menghisap nyaris seluruh areola, terutama areola bagian bawah.
  • Aliran ASI: Aliran ASI yang sigap alias lambat juga dapat memengaruhi lama bayi menyusu.
  • Pola hisapan dan menelan: Ada bayi yang menyusu dan menelan dengan cepat, ada pula yang lebih lambat.
  • Kondisi bayi: Bayi yang mengantuk alias mudah teralihkan biasanya memerlukan waktu lebih lama untuk menyusu.

2. Hitung jarak waktu

Kedua, menghitung jarak waktu menyusui. Ini merupakan salah satu langkah sederhana untuk meringankan beban pikiran Bunda. Terkadang, Bunda mungkin lupa kapan terakhir Si Kecil disusui sehingga perihal tersebut membikin kepikiran alias stres lantaran cemas kebutuhannya belum terpenuhi.

Oleh lantaran itu, Bunda dapat mulai menghitung selang waktu sejak bayi mulai menyusu hingga waktu menyusu berikutnya. Melalui langkah ini Bunda bakal lebih mudah memantau gelombang menyusui tersebut.

Misalnya, pada sesi pertama, Bunda mulai menyusui Si Kecil pada jam 06.00, lampau kembali menyusui di sesi berikutnya pada pukul 08.00 dan 10.00. Dapat dikatakan, Bunda menerapkan jarak waktu setiap sesi kurang lebih 2 jam.

Dengan menghitung jarak waktu, Bunda juga dapat mengetahui apakah Si Kecil menyusu secara teratur alias tidak. Namun, perlu diingat, selain mengandalkan jarak waktu, Bunda juga perlu peka terhadap tanda-tanda kelaparan pada bayi.

3. Memberikan tetek secara bergantian

Ketiga, Bunda dapat menyusui dengan menggunakan kedua tetek secara bergantian agar produksi ASI tetap seimbang. Cara ini dapat menjaga pasokan ASI dan menghindari pembengkakan tetek yang disertai nyeri lantaran ASI terlalu penuh.

Setiap sesi menyusui, Bunda perlu mengatur lama penggunaan masing-masing payudara. Untuk membantunya, Bunda dapat memasang tanda pengingat, seperti pita alias membikin catatan mini untuk menghitung lama masing-masing payudara.

Agar proses menyusui lebih lancar, sebisa mungkin Bunda  selalu menawarkan tetek kanan dan kiri secara bergantian kepada Si Kecil. Pastikan juga ibu dan bayi berada dalam posisi yang nyaman selama menyusui.

Pentingnya rutin menyusui bayi

Menyusui yang dilakukan secara rutin dan sesuai prosedur dapat memberikan banyak faedah kepada Bunda dan Si Kecil. Berbagai studi menunjukkan bahwa ASI berkedudukan krusial dalam meningkatkan daya tahan tubuh bayi sehingga melindungi bayi dari jangkitan virus, bakteri, dan penyakit berbahaya.

Selain itu,menyusui juga dipercaya dapat melindungi bayi di beragam kondisi kronis, seperti sindrom kematian mendadak (SIDS), hingga akibat jangka panjang seperti obesitas, diabetes, dan asma.

Pada ibu, menyusui juga tidak penting, lho. Proses ini dapat membantu membakar kalori sehingga dapat mempercepat penurunan berat badan setelah melahirkan. Tak hanya itu, menyusui juga bisa mengembalikan rahim ke ukuran semula.

Dalam jangka panjang, menyusui dapat menurunkan akibat beragam penyakit pada perempuan. Di antaranya adalah kanker payudara, tekanan darah tinggi, diabetes, jantung, kanker rahim, dan kanker ovarium.

Demikian langkah untuk mempertahankan semangat selama proses menyusui. Semoga informasinya membantu, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya