Cara Aman Mengobati Jerawat, Psoriasis, hingga Eksim Selama Kehamilan

Jul 27, 2026 08:10 AM - 2 minggu yang lalu 2670

Kehamilan membawa banyak perubahan pada tubuh, termasuk kondisi kulit. Tak sedikit ibu mengandung mengalami masalah kulit yang membuatnya tak nyaman menjalani aktivitas, Bunda.

Ada beberapa masalah kulit yang kerap dialami ibu hamil, seperti jerawat di wajah, psoriasis, dan eksim. Banyak master sering mengaitkannya dengan perubahan hormon dan sistem kekebalan tubuh.

Lantas, gimana langkah mengobati jerawat, psoriasis, dan eksim selama kehamilan? Simak penjelasannya berikut ini, Bunda!


1. Jerawat saat hamil

Penyebab utama jerawat saat mengandung umumnya adalah peningkatan kadar hormon, Bunda. Di trimester pertama, kadar hormon yang tinggi dapat meningkatkan produksi minyak alami kulit.

"Sulit untuk memprediksi siapa yang bakal mengalami jerawat saat hamil. Namun, wanita mempunyai akibat lebih tinggi jika mempunyai riwayat jerawat alias mengalami jerawat yang kambuh di awal siklus menstruasi," kata master kulit Debra Jaliman, MD, dikutip dari Web MD.

"Jika tidak mengalami jerawat selama trimester pertama kehamilan, kemungkinan besar wanita tidak bakal mengalami jerawat yang tidak biasa selama trimester kedua alias ketiga," sambungnya.

  • Cara mengobati jerawat

Dokter ahli kulit Jenny Murase, MD, mengatakan bahwa jerawat saat mengandung dapat diatasi dengan obat. Ia biasanya meresepkan obat yang kondusif bagi ibu hamil.

"Untuk jerawat, saya condong meresepkan amoksisilin jika pasiennya mengalami jerawat rosacea, dan kemudian sefadroksil alias sefaleksin jika pasien mengalami jerawat vulgaris," ungkapnya, dilansir laman HCP Live.

"Obat-obatan tersebut mempunyai lebih banyak informasi yang mendukung keamanannya dibandingkan antibiotik makrolida, yang telah dilaporkan berpotensi meningkatkan akibat stenosis pilorik dan defek septum atrium."

Murase mengatakan bahwa obat jenis antibiotik makrolida tetap boleh digunakan, seperti azitromisin. Namun, obat tersebut dapat dimasukkan ke lini kedua jika dibandingkan dengan golongan penisilin.

"Tapi, saya pikir kita selalu kudu memandang kondisi dasar yang dipengaruhi oleh kehamilan itu sendiri," ujarnya.

2. Psoriasis saat hamil

Psoriasis adalah penyakit kulit yang menyebabkan ruam dengan bercak bersisik dan gatal. Kondisi ini paling sering terjadi di lutut, siku, badan, dan kulit kepala.

Mengutip laman Medical News Today, psoriasis mungkin membaik alias tidak selama kehamilan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa indikasi membaik pada sebagian orang, sementara yang lain tidak mengalami perubahan alias indikasi memburuk.

Sebuah tinjauan tahun 2016 di British Journal of Dermatology mengungkap tentang temuan beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa psoriasis dapat meningkatkan akibat wanita mengalami pengaruh samping selama kehamilan.

  • Pengobatan psoriasis saat hamil

Beberapa pilihan pengobatan rutin untuk psoriasis mungkin tidak cocok selama kehamilan. Pilihan pengobatan bakal berjuntai pada jenis dan tingkat keparahan psoriasis, preferensi pribadi, dan rekomendasi dokter.

"Orang tua alias ibu mengandung sebaiknya berkonsultasi dengan master untuk menentukan rencana perawatan yang sesuai selama kehamilan dan saat menyusui," ujar master yang berspesialisasi dalam bagian obstetri dan ginekologi, Stacy A. Henigsman, DO.

Ada beberapa pilihan pengobatan, seperti perawatan topikal dengan menggunakan krim alias salep. Ada juga terapi dan penggunaan obat-obatan sebagai jalan terakhir.

"Penyakit psoriasis ini condong membaik selama kehamilan lantaran terjadi pergeseran sistem kekebalan tubuh, ialah penurunan Th17 dan Th1, serta peningkatan Th2," kata Murase.

3. Eksim selama kehamilan

Eksim adalah kondisi kulit kronis dan tidak menular yang ditandai dengan kulit kering, merah, dan gatal. Kondisi ini sering terjadi ketika lapisan pelindung alami kulit melemah, sehingga memungkinkan kuman dan alergen masuk.

Menurut ulasan di laman American Academy of Dermatology Association (AAD), kadar estrogen dan progesteron dalam tubuh meningkat selama hamil. Perubahan tersebut dapat memengaruhi lapisan pelindung kulit yang pada akhirnya bisa memicu eksim.

Kadar estrogen dan progesteron bakal kembali normal setelah melahirkan. Hal ini dapat membantu mengurangi indikasi eksim, alias malah memperburuknya.

  • Pengobatan eksim saat hamil

Kondisi eksim dapat menjadi jelek selama hamil, Bunda. Pengobatan eksim saat mengandung biasanya dapat meliputi perawatan di rumah, termasuk mengoleskan pelembap seperti kortikosteroid topikal.

Beberapa obat juga dapat bekerja untuk mengobati eksim. Dokter kulit mungkin merekomendasikan salah satu perawatan ini untuk jangka waktu singkat selama kehamilan, dan hanya jika perawatan lain tidak dapat mengendalikan eksim.

"Jika memandang tanda alias indikasi eksim saat mengandung alias mencoba hamil, konsultasikan dengan master kulit untuk mendapatkan penanganan yang aman," demikian saran dari AAD.

Demikian langkah mengobati beberapa masalah kulit selama hamil. Semoga info ini berfaedah ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Selengkapnya