Cara Melatih Ketahanan Mental Lewat Rutinitas Harian

Cara Melatih Ketahanan Mental Lewat Rutinitas Harian

Sama halnya dengan tubuh yang memerlukan olahraga rutin untuk menjaga kebugaran, kondisi mental kita juga memerlukan latihan teratur agar tidak mudah tumbang saat menghadapi tekanan. 

Caranya adalah dengan membangun ketahanan mental dan melatih elastisitas emosional agar Anda bisa lebih sigap beradaptasi di segala situasi. Dengan begitu, Anda jadi lebih tenang saat menghadapi masalah, konsentrasi tidak mudah buyar, dan tidak mudah tumbang saat berada di bawah tekanan berat.

Proses membentuk ketahanan mental ini memang memerlukan waktu dan daya yang tidak sedikit. Agar lebih mudah, Anda dapat memulainya secara berjenjang dengan menyisipkan latihan ketahanan mental ke dalam rutinitas sehari-hari agar konsistensi tetap terjaga.

Mengapa Latihan Ketahanan Mental Itu Penting?

Ilustrasi hubungan yang sehat / Foto: pexels.com/PNW Production

Pernahkah Anda memerhatikan kenapa ada orang yang begitu sigap bangkit dari kegagalan, sementara yang lain berkepanjangan meratapi kemalangan? Orang yang bisa bangkit dari keterpurukan tanpa meratapi keadaan secara berlebihan umumnya mempunyai mental yang sudah terlatih menghadapi ketidaknyamanan.

Inilah salah satu faedah terbesar dari mental fitness, ialah membentuk kedewasaan berpikir saat berhadapan dengan dinamika hidup. Selain itu, melatih mental secara rutin juga bisa memberikan beragam faedah lain sebagai berikut.  

  • Jadi lebih sadar diri, bijak, dan lebih lihai mengontrol emosi.
  • Otak menjadi lebih luwes dalam menyesuaikan diri dengan perubahan situasi tanpa mudah panik.
  • Dapat membangun hubungan yang sehat dan tahan uji, baik berbareng keluarga, teman, maupun rekan kerja.
  • Membuat hidup terasa lebih ringan dan senang lantaran terbiasa memandang hikmah dari setiap tantangan.

Contoh Latihan Mental Sederhana sebagai Rutinitas Sehari-hari

salah satu langkah melatih mental agar selalu tenang menghadapi beragam situasi adalah dengan meluangkan waktu berinteraksi dengan alam

Ilustrasi sedang stres/Foto: freepik.com/DC Studio

Sama seperti otot yang menguat melalui latihan beban, jalur saraf yang mengatur emosi dapat diperkuat melalui intervensi sederhana yang dilakukan secara konsisten, seperti dengan melakukan latihan sederhana berikut ini.

1. Melatih Pernapasan Dalam

Latihan ini tidak memerlukan keahlian unik maupun banyak energi. Mengutip dari laman Grit Psychology Inc, teknik mengatur pernapasan dapat mengaktifkan sistem saraf parasimpatik untuk memulihkan tubuh dari kondisi stres menjadi lebih rileks.

Kamu bisa mempraktikkannya dengan teknik 4-7-8, ialah menghirup napas selama 4 detik, menahannya selama 7 detik, lampau menghembuskannya perlahan selama 8 detik. Pilihan lainnya adalah teknik box breathing dengan pola 4 detik hirup napas, 4 detik tahan, 4 detik hembuskan, dan 4 detik tahan kembali. Metode ini efektif memperlambat ritme napas dan debar jantung sehingga stres berangsur mereda. 

Saat merasa tertekan, Anda bisa menyisihkan waktu sekitar 5–10 menit untuk melakukan latihan ini agar emosi jadi lebih tenang.

2. Memfokuskan Pikiran pada Saat Ini

Maksudnya adalah melibatkan pikiran dan emosi secara penuh pada momen yang sedang berlangsung. Latihan ini bermaksud melatih kewaspadaan pada hal-hal yang nyata terjadi hari ini, bukan pada kekhawatiran berlebih atas apa yang belum tentu terjadi. 

Kamu bisa meluangkan waktu 5–10 menit setiap hari untuk duduk tenang di tempat yang sepi, lampau konsentrasi pada pikiran dan perasaanmu pada momen saat itu tanpa berupaya mengubahnya. Latihan ini juga bisa dikombinasikan dengan latihan pernapasan seperti yang dibahas sebelumnya. Jika di tengah latihan pikiranmu mulai melantur ke mana-mana, pelan-pelan tarik kembali perhatianmu ke ritme pernapasan alias momen yang sedang berjalan pada saat itu.

Proses melatih ulang konsentrasi ini secara berjenjang bakal mengasah kesadaran dirimu. Alhasil, saat berada di situasi nyata yang memancing emosi, Anda jadi lebih sigap sadar dan bisa menghentikan pola pikir negatif sebelum reaksi emosionalmu terlanjur membesar. 

3. Menerapkan Cognitive Reframing

Saat pikiran mulai dipenuhi pengandaian jelek alias ketakutan bakal masa depan, Anda bisa melatih pikiran untuk memandang situasi dari perspektif pandang yang lebih objektif dan positif. 

Istilah cognitive reframing ini bukan berfaedah memaksakan diri untuk selalu positif secara berlebihan (atau toxic positivity) saat sedang berada di masa-masa sulit. Maksud sebenarnya adalah menilai situasi secara kritis dan meluruskan perspektif pandang yang kurang bermanfaat.

Sebagai contoh, ketika menerima kritik keras dari pemimpin alias rekan kerja, daripada berpikir, "Saya memang tidak kompeten", ubah perspektif pandang menjadi, "Kritik ini memang tidak nyaman, tetapi ada poin yang bisa saya pelajari untuk meningkatkan kualitas kerja saya berikutnya”.

4. Berinteraksi dengan Alam 

cara mengenali orang yang bisa menghargai diri sendiri dilihat dari ucapannyaPerempuan senang di alam/ Foto: Magnific.com

Menghabiskan waktu dengan alam alias berada di area hijau dapat menurunkan kadar hormon kortisol penyebab stres. Anda bisa duduk santuy menikmati angin, melangkah kaki, bersepeda, alias bertani ringan. 

Menurut seorang guru besar nutrisi dan epidemiologi di Harvard T.H. Chan School of Public Health, paparan lingkungan alam dapat meningkatkan emosi positif, meredakan kecemasan, serta menurunkan akibat gangguan kesehatan mental. 

Agar manfaatnya maksimal, kurangi penggunaan ponsel selama berada di alam dan libatkan indra Anda untuk menikmati pemandangan, suara, serta aroma di sekitar.

5. Mengasah Neuroplastisitas Otak

Neuroplastisitas adalah keahlian otak untuk membentuk jalur dan pola baru. Kamu bisa melatihnya dengan mencoba hal-hal baru di luar rutinitas harian untuk mendukung kesehatan kegunaan otak dan elastisitas emosional, sehingga suasana hati jadi lebih mudah dikendalikan. 

Cobalah mempelajari bahasa baru, mengasah keahlian tangan, memainkan permainan strategi/teka-teki, alias sesederhana mengubah rute perjalanan harian. Aktivitas semacam ini bakal menuntut konsentrasi dan koordinasi baru, yang efektif menjaga otak tetap aktif serta lebih elastis saat menghadapi beragam situasi. 

Melatih ketahanan mental bisa dilakukan secara mudah, misalnya dengan menyisipkan satu alias dua latihan sederhana di atas ke dalam rutinitas harian agar diri lebih siap menghadapi beragam tantangan hidup dengan lebih bijak.

____

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)

Selengkapnya
Sumber Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
InMotion Shared Hosting
CloudWays Cloud Hosting