Cara Mengenali Orang Cerdas Hanya Dari Kebiasaan Dan Cara Berbicara

Jun 18, 2026 11:30 AM - 5 jam yang lalu 282

Jakarta -

Banyak orang menganggap kepintaran hanya dapat terlihat dari nilai akademis, keahlian berbicara, alias prestasi yang diraih. Padahal, orang pandai sering kali menunjukkan kepintarannya dari kebiasaan sehari-hari, Bunda.

Penelitian yang diterbitkan dari jurnal Healthcare (Basel) tahun 2021 menunjukkan bahwa mempunyai kepintaran dapat melindungi kita dari tekanan emosional yang dapat muncul di bagian pekerjaan tertentu. Kita juga dapat menjalin hubungan yang dengan seseorang yang memerlukan agunan ekstra lantaran mempunyai kepekaan secara emosional.

Nah, mengenali kebiasaan-kebiasaan orang pandai bisa jadi penting, Bunda. Hal tersebut dapat membikin kita memahami bahwa kepintaran tidak selalu tampak mencolok, tapi juga bisa tercermin dari langkah bicara, tindakan, dan pola hidup yang konsisten. Pada akhirnya, kita mungkin dapat menerapkan kebiasaan tersebut dalam keseharian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Lantas, gimana langkah mengenali orang pandai dari kebiasaan dan langkah berbicaranya?

Simak penjelasan Bubun berikut ini ya.

Cara mengenali orang cerdas

Melansir dari beberapa sumber, berikut langkah mengenali orang pandai hanya dari kebiasaan dan langkah berbicaranya:

1. Orang pandai suka memperhatikan ekspresi mikro orang lain

Salah satu tanda pasti orang cerdas, terutama pandai secara emosional, adalah dia suka memperhatikan ekspresi mikro orang lain. Mikroekspresi adalah ekspresi singkat, yang mudah terlewatkan, dan sering kali tidak disengaja.

Mikroekspresi dapat mengungkapkan gimana emosi seseorang yang sebenarnya. Dr. Francheska Perepletchikova, PhD, mengatakan bahwa mobilitas tubuh dan ekspresi sama pentingnya dalam komunikasi seperti kata-kata.

"Dalam hubungan tatap muka, komunikasi bukan hanya tentang makna kata-kata yang kita ucapkan. Nada bicara, langkah kita memberi isyarat saat berbicara, ketidaksesuaian antara ekspresi dan pernyataan, semuanya berkontribusi pada gambaran yang lebih komplit dan pemahaman intuitif tentang apa yang sebenarnya dibicarakan, meskipun tidak pernah diucapkan secara lantang," ungkap Perepletchikova, dilansir laman Parade.

"Ekspresi mikro dapat mengungkap dimensi yang sama sekali baru dari seseorang dan menjelaskan motivasi serta niat mereka yang tidak terucapkan dalam tanggapan mereka yang telah dipertimbangkan dan disensor dengan cermat," sambungnya.

2. Orang pandai suka memperhatikan postur dan mobilitas tubuh orang lain

Menurut Perepletchikova, postur dan mobilitas tubuh dapat mengungkapkan info tambahan tentang isi pikiran seseorang yang tidak dapat disembunyikan hanya melalui ekspresi wajah. Nah, orang yang pandai biasanya suka memperhatikan perihal ini saat berinteraksi dengan orang lain, Bunda.

"Seseorang mungkin mahir menjaga ekspresi wajah tetap datar, tetapi kandas memperhatikan jari mereka yang mengetuk di samping tubuh saat berbohong, alias secara alami bersandar pada kaki kiri saat betul-betul nyaman," ujarnya.

"Meskipun implikasi dari gerakan-gerakan ini mungkin tidak langsung terlihat seperti ekspresi wajah, perseorangan dengan tingkat kepintaran emosional yang tinggi bakal mulai secara intuitif memandang pola dalam langkah seseorang bertindak dan menyusun makna yang sebenarnya mungkin tersirat selama interaksi."

3. Orang pandai bisa secara jeli menilai intonasi bunyi dan pola bicara orang lain

Perepletchikova menjelaskan bahwa mereka yang mempunyai kepintaran emosional dapat secara jeli menilai nada bunyi dan pola bicara seseorang. Mereka bisa mengungkapkan bahwa ada lebih banyak makna di kembali kata-kata seseorang daripada yang tersirat.

Jenis isyarat sosial yang lembut mungkin tidak diperhatikan oleh orang awam, tetapi jelas bagi perseorangan yang cerdas. Namun yang penting, mereka juga peduli tentang apa makna dari isyarat-isyarat ini, Bunda.

"Seseorang dengan kepintaran emosional yang tinggi tidak hanya memperhatikan nada bicara secara keseluruhan. Mereka memperhatikan seseorang yang berbincang lebih sigap dan lebih keras alias perubahan dalam diksi. Mereka mungkin memperhatikan aksen seseorang yang menjadi lebih kental," ujar Perepletchikova.

4. Orang pandai bisa memahami kapan seseorang memerlukan ruang pribadi

Orang yang pandai umumnya menyadari ketika seseorang memerlukan ruang alias mau batas mereka dihormati. Perepletchikova mengatakan bahwa para empati sering kali mempunyai kepintaran emosional yang tinggi dan bisa menangkap perihal tersebut.

Jika Bunda termasuk orang yang suka berempati, maka biasanya mudah untuk terjebak dalam kemauan untuk 'memperbaiki' masalah orang lain tanpa memberi mereka ruang yang mereka butuhkan untuk menyelesaikan masalah. Seseorang yang mempunyai kepintaran emosional tinggi bakal menilai peran mereka sendiri dalam situasi tersebut dan memilih mundur selangkah jika merasa bahwa perseorangan tersebut memerlukan waktu dan ruang.

"Seseorang dengan kepintaran emosional tinggi tidak hanya tahu kapan perlu memberi keheningan dan ruang. Kecerdasan emosional bukan hanya memperhatikan emosi orang lain, tetapi juga memahami langkah menangani emosi sendiri," kata Perepletchikova.

5. Orang pandai mempunyai rasa mau tahu yang besar

Dikutip dari laman Times of India, langkah mengenali orang pandai juga dapat dilihat dari caranya bereaksi ketika dihadapkan dengan info baru. Orang-orang ini biasanya mempunyai rasa mau tahu yang besar untuk mengetahui info dengan lebih detail.

Jika kita suka penasaran dengan segala sesuatu yang terjadi di sekitar dan di dunia, bisa jadi kita termasuk orang yang cerdas. Mengajukan pertanyaan dan bertanya-tanya tentang gimana segala sesuatu bekerja di sekitar bukanlah sikap terlalu mau tahu, melainkan pengamatan yang jeli dan cukup pandai untuk belajar lebih banyak.

Ingat ya, pengetahuan berasal dari kemauan untuk belajar dan mengetahui lebih banyak, dan rasa mau tahu hanyalah bagian dari itu semua, Bunda.

6. Orang pandai tahu langkah mengendalikan dirinya sendiri

Kemampuan mengontrol emosi dan mengendalikan diri sendiri merupakan kebiasaan yang sering ditunjukkan oleh orang cerdas. Mereka tidak suka bertindak gegabah ketika dihadapkan dengan suatu masalah.

Mengendalikan emosi alias keputusan impulsif juga dapat menunjukkan kedewasaan. Jika seseorang tidak bereaksi sigap terhadap situasi dan meluangkan waktu untuk menganalisisnya sebelum mengambil keputusan, itu adalah tanda bahwa dia cerdas.

Demikian langkah mengenali orang pandai hanya dari kebiasaan dan langkah berbicaranya. Semoga info ini berfaedah ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/som)

Selengkapnya