Kemampuan seseorang tidak selalu bisa dinilai hanya dari hasil pekerjaannya. Dalam situasi tertentu, langkah berbincang juga dapat memberikan gambaran tentang gimana seseorang menghadapi tanggung jawab, tantangan, maupun kesalahan yang dilakukan.
Beberapa ucapan apalagi dapat menunjukkan kecenderungan seseorang untuk menghindari tugas alias situasi yang membuatnya tidak nyaman. Meski begitu, satu ucapan saja tentu tidak cukup untuk langsung menyimpulkan seseorang sebagai orang tidak kompeten.
Lantas, apa saja perkataan yang dapat menunjukkan kecenderungan tersebut menurut psikologi? Yuk, Bunda, simak penjelasannya dalam tulisan berikut ini.
11 Ciri orang tidak kompeten yang bisa terlihat dari ucapannya
Mengutip dari laman Your Tango, berikut sejumlah ucapan yang dapat menunjukkan kecenderungan seseorang menghindari tanggung jawab, tantangan, alias proses untuk mengembangkan kemampuan.
1. “Ini bukan salah saya”
Orang yang kurang kompeten terkadang menggunakan kalimat “Ini bukan salah saya” untuk menghindari tanggung jawab atas kesalahan alias kekurangannya. Daripada mengakui dan memperbaiki kesalahan, mereka condong menyalahkan orang lain.
Menurut Modern Psychiatry and Wellness, kebiasaan mengkritik orang lain dan mengalihkan kesalahan dapat menjadi tanda rasa tidak aman. Perilaku tersebut bisa menjadi langkah untuk menutupi kelemahan dan menghindari emosi tidak nyaman seperti rasa malu.
2. “Aku bingung” alias “Aku buntu”
Meminta support sebenarnya bukan tanda seseorang tidak kompeten. Namun, studi yang diterbitkan dalam jurnal Management Science pada 2015 menunjukkan bahwa orang yang kurang kompeten condong menghindari tantangan, terutama pada tugas yang mereka anggap susah alias berisiko gagal.
3. “Itu bukan tugas saya”
Ucapan “Itu bukan tugas saya” dapat menunjukkan kurangnya fleksibilitas, terutama dalam lingkungan kerja yang memerlukan kerja sama untuk mencapai tujuan bersama.
Meski menetapkan batas dalam pekerjaan tetap krusial untuk menjaga kesejahteraan diri, terlalu enggan membantu orang lain alias melakukan sedikit upaya tambahan sesekali justru dapat menghalang keberhasilan tim.
4. “Itu masalah orang lain untuk diselesaikan”
Orang yang kurang kompeten condong menghindari situasi yang membikin mereka kudu menghadapi tantangan alias merasa tidak nyaman. Hal ini dapat dipicu oleh rasa takut dipermalukan, gagal, maupun kudu bertanggung jawab.
Mereka memilih mengalihkan kesalahan dan menghindari tanggung jawab. Padahal, menghadapi suatu persoalan dapat memberikan kesempatan untuk belajar dan berkembang.
5. “Aku memang tidak pandai melakukan ini”
Tidak semua orang langsung mahir dalam suatu hal. Namun, orang yang kurang kompeten condong menggunakan kalimat “Aku memang tidak pandai melakukan ini” untuk menghindari tantangan dan tetap berada di area nyaman.
Menurut studi Max Planck Florida Institute tentang kognisi otak, mencoba pengalaman baru dan melakukan perihal yang belum dikuasai merupakan bagian dari proses berkembang.
6. “Kamu lebih jago melakukannya”
Kalimat “Kamu lebih jago melakukannya” dapat menjadi corak weaponized incompetence, ialah menggunakan argumen tidak bisa untuk menghindari tanggung jawab.
Menurut Susan Albers, master psikiatri dari Cleveland Clinic, perilaku ini sering muncul dalam hubungan ketika seseorang sengaja mengandalkan ketidakmampuannya agar tugas alias percakapan dialihkan kepada orang lain.
7. “Nanti saya kerjakan”
Orang yang kurang kompeten terkadang menggunakan argumen untuk melindungi diri dari rasa tidak nyaman, seperti malu alias iri. Kalimat “Nanti saya kerjakan” dapat menjadi langkah untuk menghindari tugas yang sebenarnya bisa membantu untuk mengembangkan keahlian.
Menurut terapis Dave Lechnyr, LCSW, kebiasaan membikin argumen dan mengalihkan kesalahan umumnya merupakan perilaku yang dipelajari. Seseorang bisa terbiasa menghindari tantangan lantaran pernah mengalami kegagalan, kritik, alias tidak mendapat dorongan untuk mencoba perihal sulit.
8. “Itu tidak mungkin”
Kalimat “Itu tidak mungkin” dapat menunjukkan pola pikir yang terlalu membatasi keahlian diri. Ketika seseorang selalu menganggap suatu perihal mustahil, dia bisa enggan mencoba pengalaman baru alias keluar dari area nyaman.
Cara pandang terhadap keahlian diri dapat memengaruhi keberhasilan yang dirasakan, baik dalam hubungan, pengembangan diri, pekerjaan, maupun kehidupan pribadi.
9. “Gampang, saya juga bisa”
Kalimat seperti “Gampang, saya juga bisa” dapat menunjukkan adanya jarak antara keahlian yang seseorang pikir dimiliki dan keahlian sebenarnya. Hal ini berangkaian dengan pengaruh Dunning-Kruger, ialah ketika seseorang dengan keahlian rendah justru condong melebihkan keahlian dirinya.
Ketidaksesuaian tersebut dapat membikin seseorang terlihat terlalu percaya diri alias justru merasa tidak aman. Karena itu, ucapan yang meremehkan suatu tugas tanpa memahami tingkat kesulitannya dapat menjadi salah satu tanda adanya penilaian diri yang kurang tepat.
10. “Itu bukan saya”
Menurut Lauren Florko, PhD, psikolog di bagian tempat kerja, perilaku yang terlihat tidak kompeten tidak selalu dilakukan dengan sengaja. Dalam beberapa kasus, perilaku tersebut bisa terbentuk dari kebiasaan yang dipelajari alias kesalahpahaman yang belum disadari.
Ucapan “Itu bukan saya” juga tidak selalu berfaedah seseorang sedang menyalahkan orang lain. Sikap melindungi tersebut dapat muncul lantaran ketidaknyamanan menghadapi kegagalan.
11. “Saya lebih baik tidak melakukan apa-apa”
Orang yang kurang kompeten condong memilih kenyamanan daripada menghadapi tantangan. Ketika mendapat tugas susah alias menghadapi bentrok dalam hubungan, mereka lebih memilih mengelak dan tidak mengambil tanggung jawab.
Kebiasaan tersebut dapat membikin kerja sama menjadi susah lantaran mereka bukan hanya malas berusaha, tetapi juga mengungkapkan kemauan untuk melakukan lebih sedikit demi menghindari situasi yang tidak nyaman alias membingungkan.
Itulah beberapa ucapan yang dapat menunjukkan kecenderungan seseorang menghindari tanggung jawab dan tantangan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)