Cara Mengenali Orang yang Tidak Dewasa secara Emosional dari Responsnya saat Disakiti

Jul 08, 2026 11:35 AM - 1 bulan yang lalu 24943

Bunda, langkah mengenali orang yang tidak dewasa secara emosional dapat dilihat dari responsnya saat disakiti oleh orang lain.

Mengalami kekecewaan memang dapat menimbulkan luka emosional yang mendalam, sehingga wajar jika seseorang memerlukan waktu untuk memulihkan diri.

Namun, tidak semua orang bisa menghadapi situasi tersebut dengan kepala dingin. Ada yang dapat mengelola perasaannya, sementara yang lain justru bereaksi secara berlebihan hingga memperburuk keadaan.


Hal ini menunjukkan bahwa langkah seseorang menghadapi bentrok juga dapat mencerminkan tingkat kedewasaan emosionalnya.

Cara mengenali orang yang tidak dewasa secara emosional

Dilansir Your Tango, berikut beberapa ucapan yang sering kali disampaikan orang yang tidak dewasa secara emosional.

1. “Ini salah kamu”

Orang yang tidak dapat bertanggung jawab atas tindakannya bakal melakukan apa pun untuk menghindari kesalahan.

Inilah saatnya mereka mencoba mengalihkan konsentrasi kembali kepada orang yang telah menyakitinya. Ini adalah sesuatu yang sering dilakukan para narsisis untuk mencoba menutupi perilaku buruknya sendiri.

2. “Aku tidak bakal pernah bicara lagi denganmu”

Orang yang menanggapi rasa sakit dengan menutup diri sepenuhnya, mungkin tidak punya perihal yang lebih baik untuk disampaikan dan tidak mau berupaya menyelesaikan masalah dengan baik.

Ketika perihal ini terjadi, krusial untuk diingat bahwa ancaman untuk memutuskan komunikasi didasarkan pada emosi, bukan siapa pun yang terlibat.

3. “Kamu tidak punya apa-apa tanpa aku”

Kesombongan yang ditunjukkan ini mungkin menjadi masalah yang lebih besar. Penelitian menemukan bahwa orang yang sombong tidak tertarik untuk menjaga hubungan positif lantaran mereka mau menjadi lebih berkuasa.

Jika seseorang mengatakan orang lain tidak berfaedah apa-apa tanpanya, itu menunjukkan bahwa mereka sudah merasa mempunyai kekuasaan.

4. “Aku tidak peduli apa yang Anda pikirkan”

Bagi orang yang terluka, mengaku tidak peduli dengan seluruh kejadian mungkin terasa seperti jawaban yang bagus untuk balas dendam, tetapi sebenarnya tidak efektif.

Lagi pula, hanya sedikit orang yang bakal bersusah payah menunjukkan apa yang tidak mereka pedulikan. Jelas ada sesuatu yang membikin mereka tersinggung.

Tentu saja, jika mengaku peduli, mereka bakal mengekspos dirinya pada kerentanan yang serius. Mereka lebih memilih mengisolasi diri dan melemahkan hubungan daripada menunjukkan perasaannya yang sebenarnya lantaran mereka pikir itu lebih aman.

5. “Kamu bakal menyesal”

Mengancam seseorang dengan kemungkinan samar-samar bakal menyesali apa yang mereka katakan alias lakukan terasa sangat kekanak-kanakan.

Seolah-olah orang itu betul-betul tidak bisa memikirkan perihal lain untuk dikatakan, jadi mereka mengatakan sesuatu yang menurutnya bakal membikin mereka terdengar berkuasa dan mengintimidasi.

Ini jelas merupakan ancaman kosong selain jika mereka memperjelas bahwa mereka berencana untuk menetapi janjinya.

Namun, ancaman verba tetap dianggap sangat serius, jadi ungkapan ini dapat membikin orang mendapat masalah apalagi ketika mereka sebenarnya tidak bermaksud apa pun.

6. “Kamu pikir Anda lebih baik dari aku?”

Rasa sakit sering kali disebabkan tanpa disengaja, jadi tidak perlu langsung menyimpulkan bahwa seseorang mempunyai kompleks superioritas.

Jika seseorang mengatakan ini ketika merasa sakit hati, itu sebenarnya lebih merupakan tanda ketidakamanan dirinya sendiri daripada perihal lain.

Orang yang kurang percaya diri selalu berupaya membikin dirinya terlihat baik, apalagi jika itu berfaedah mereka kudu merendahkan orang lain dalam prosesnya. Itu bukan tindakan yang cerdas, tetapi mereka terlalu bingung untuk mempedulikannya.

7. “Tidak ada yang mengerti saya”

Merasa tidak dipahami sangat menyakitkan dan membikin orang bingung serta mau bersembunyi dari dunia.

Hal ini dapat menyebabkan kesenyapan dan isolasi serta berakibat serius pada kesehatan mental seseorang. Ini bukan jenis emosi yang bisa diabaikan.

Jika seseorang mengatakan ini ketika terluka, kemungkinan besar mereka sebenarnya tidak merasa disalahpahami sama sekali. Sebaliknya, mereka menggunakan sesuatu untuk membikin orang lain merasa bersalah.

Nah, itulah beberapa langkah mengenali orang yang tidak dewasa secara emosional melalui pilihan kalimatnya. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Selengkapnya