Jakarta -
Artis Meisya Siregar membagikan cerita tentang pengalaman memasuki masa perimenopause. Istri musisi Bebi Romeo ini mengaku pengalaman memasuki perimenopause cukup membuatnya kewalahan. Ia mengatakan, perubahan yang dialaminya apalagi sampai membikin Bebi Romeo menyadari bahwa dirinya terlihat berbeda.
"Dia ngeliat saya beda katanya kata saya tuh jadi orang lain. Kamu tuh kenapa sih?" kata Meisya Siregar dikutip dari laman YouTube MAIA ALELDUL TV.
Menurut wanita 47 tahun ini, salah satu perihal yang paling susah adalah ketika dirinya sendiri tidak memahami apa yang sedang terjadi. Meisya Siregar mau suaminya mengerti, tetapi di sisi lain dia pun tetap berupaya memahami perubahan yang dialaminya.
"Cuman itu struggling banget sih. Dia bisa memahami apa yang saya hadapin dan saya mau ngasih tahu dia. Dia ngerti enggak sih, gue tuh lagi kenapa gue aja enggak mengerti gue begini," tuturnya.
Alami insomnia, mood swing dan berat badan naik
Salah satu keluhan yang dirasakan Meisya Siregar adalah gangguan tidur. Ia mengaku mengalami insomnia yang cukup parah ketika memasuki masa perimenopause.
Selain insomnia, Meisya Siregar juga mengalami perubahan suasana hati alias mood swing. Ia mengaku menjadi lebih mudah merasa sedih. Tak hanya itu, berat badannya pun ikut naik selama mengalami fase tersebut.
"Perimenopause tuh parah banget. Aku susah tidur, saya insomnia parah, mood swing, gendut, saya naik 5 kilo. Parah banget, mudah cape, sedih-sedih pokoknya udah para banget deh," katanya.
Meisya Siregar mengaku Bebi awalnya memandang dirinya berubah dan mungkin belum memahami argumen di kembali perubahan tersebut. Kondisi itu sempat membikin hubungan keduanya ikut mengalami tantangan.
Meisya Siregar jelaskan perimenopause pada suami
Namun, Meisya Siregar kemudian mencoba menjelaskan mengenai perimenopause kepada sang suami dengan langkah yang sederhana. Meisya giat membagikan beragam konten edukatif mengenai perimenopause kepada Bebi Romeo. Melalui info tersebut, sang suami akhirnya memahami bahwa perubahan sikap dan bentuk sang istri merupakan akibat medis alami dari masa transisi menopause.
Pemahaman ini juga makin komplit dengan kesadaran bahwa laki-laki kelak bakal mengalami masa serupa yang dikenal dengan istilah andropause.
"Tapi untungnya masa itu akhirnya caranya adalah saya kirim-kirim konten perimenopause sama Bebi. Dia akhirnya dia bilang 'ya udah sayang saya ngerti'," kata Meisya Siregar.
Menurut Meisya Siregar, setelah Bebi mulai memahami bahwa perubahan emosi dan bentuk yang dialaminya berangkaian dengan perimenopause, keduanya menjadi lebih mudah berkomunikasi. Meisya Siregar mengatakan bahwa setelah Bebi memahami apa yang sedang dihadapinya, bentrok di antara mereka pun akhirnya mereda.
"Akhirnya Anda bisa memahami apa yang saya hadapin, baru akhirnya berantemnya kelar. Jadi Bebi banyak ngalah," kata Meisya Siregar.
Ciri-ciri perimenopause
Berbicara mengenai perimenopause, biasanya terdapat ciri-ciri yang bakal Bunda alami, di antaranya sebagai berikut ya, Bunda:
1. Perubahan suasana hati
2. Perubahan gairah seksual
3. Kesulitan berkonsentrasi
4. Sakit kepala
5. Keringat malam
6. Hot flashes
7. Kekeringan vagina
8. Kesulitan tidur
9. Nyeri sendi dan otot
10. Berkeringat deras
11. Sering buang air kecil
12. Gejala mirip PMS
Usia rata-rata menopause pada wanita biasanya saat mereka berumur 51 tahun. Dan, indikasi perimenopause bakal dimulai sekira empat tahun sebelum menstruasi terakhir. Kebanyakan wanita merasakan indikasi perimenopause di usia 40-an, tetapi beberapa di antaranya mulai merasakan perubahan sejak usia pertengahan 30-an.
Bunda mungkin merasakan adanya perubahan lembut seperti pada panjang, durasi, dan aliran siklus haid, apalagi sebelum perimenopause. Sebenarnya, itulah saatnya kesuburan mulai menurun dan pola hormon mulai berfluktuasi.
Pada beberapa perempuan, indikasi perimenopause mungkin mulai lebih awal, terutama jika mereka telah menjalani pengobatan kanker (kemoterapi alias radiasi panggul) alias merokok. Perokok umumnya mencapai menopause dua alias tiga tahun lebih awal dibandingkan yang tidak merokok.
Mengutip dari laman WHO, wanita biasanya mengalami menopause sendiri saat berumur 45 hingga 55 tahun untuk seluruh wanita di dunia. Meski sebenarnya keteraturan dan lama siklus menstruasi bervariasi selama masa reproduksi mereka tetapi usia menopause rata-rata nyaris sama ya, Bunda.
Sehingga, wajar saja sebelum masa menopause tersebut, banyak juga para wanita yang mengalami perimenopause sebelum usia mereka 40 tahun alias saat memasuki usia 30-an. Secara umum, lama perimenopause berjalan sekira empat tahun. Tetapi, masa tersebut dapat berjalan lebih lama hingga delapan tahun. Beberapa orang mungkin hanya berada di tahap ini selama beberapa bulan, sementara yang lain bakal berada di fase transisi ini selama beberapa tahun.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)