Ciri Kepribadian Yang Disebut Ilmuwan Bisa Bantu Seseorang Hidup Hingga Usia 100 Tahun

Jul 14, 2026 10:00 PM - 6 jam yang lalu 244

Jakarta -

Panjang umur tidak hanya dipengaruhi oleh kebiasaan hidup sehat alias aspek genetik. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kepribadian seseorang juga dapat berkedudukan dalam menentukan kesehatan dan kesempatan hidup panjang umur, Bunda.

Baru-baru ini, studi yang diterbitkan di International Journal of Applied Positive Psychology menunjukkan bahwa satu sifat kepribadian, ialah keterbukaan, bisa menjadi bahan tersembunyi dalam resep panjang umur. Studi ini dilakukan oleh Psikolog Maria Chiara Fastame dan timnya dari University of Cagliari Blue Zone di Pulau Sardinia, Italia. Lokasi ini merupakan satu dari sedikit tempat di bumi di mana penduduknya lebih mungkin mencapai ulang tahun ke-100.

"Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi sifat kepribadian adaptif dan sumber daya penanggulangan masalah dapat mendorong style hidup yang lebih aktif, memberikan wawasan tentang sistem penuaan yang baik," tulis para peneliti, dilansir laman NDTV.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Dalam studi ini, intelektual meneliti 125 orang dewasa berumur antara 71 dan 101 tahun. Dalam data, 55 orang tinggal di Blue Zone, sementara 70 orang tinggal di daerah terdekat di luar area tersebut. Kedua golongan mempunyai latar belakang serupa dan mempunyai akses ke jasa kesehatan cuma-cuma yang sama, yang memungkinkan para peneliti untuk lebih konsentrasi pada perbedaan kepribadian.

Setiap orang lampau mengikuti tes yang mengukur kesehatan mental dan bentuk mereka, style hidup, hobi, dan lima sifat kepribadian utama, seperti keterbukaan, ketelitian, ekstroversi, keramahan, dan neurotisme.

Salah satu hasil studi yang menonjol adalah orang-orang di Blue Zone tidak memperoleh skor yang signifikan lebih tinggi dalam perihal kualitas hidup mengenai kesehatan. Namun, mereka mempunyai tingkat keterbukaan yang jauh lebih tinggi, dan itu merupakan salah satu dari lima sifat kepribadian utama yang diteliti.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa tingkat keingintahuan dan minat belajar yang lebih tinggi pada mereka yang tinggal di Blue Zone. Orang-orang ini juga mempunyai kemauan untuk terlibat secara intelektual dengan ide-ide baru dan mau mencoba hal-hal baru.

Studi juga mengungkap, penduduk Blue Zone mempunyai keahlian untuk mengatasi masalah yang lebih baik, kejuaraan emosional lebih tinggi, dan menghabiskan lebih banyak waktu untuk terlibat dalam kegiatan rekreasi yang merangsang kesehatan mental dan fisik.

Orang yang terbuka bisa hidup hingga 100 tahun

Menurut studi, orang-orang yang mempunyai tingkat keterbukaan tinggi melaporkan kesejahteraan psikologis yang lebih baik. Orang-orang ini juga suka menghabiskan lebih banyak waktu untuk melakukan kegemaran yang positif, Bunda.

Sementara itu, orang-orang dengan tingkat kesadaran diri yang lebih tinggi condong melaporkan kepuasan hidup yang lebih besar dan mempunyai keahlian mengatasi masalah yang lebih baik. Sebaliknya, orang dengan tingkat neurotisme yang lebih tinggi condong melaporkan kualitas hidup yang lebih rendah mengenai kesehatan. Neurotisme merupakan dimensi kepribadian yang mengukur stabilitas emosi seseorang.

Para peneliti menekankan bahwa kepribadian kemungkinan besar tidak memperpanjang umur secara langsung. Sebaliknya, kepribadian dapat membentuk kebiasaan alias memengaruhi seseorang dalam menjalani hidupnya.

Sebagai contoh, seseorang yang mempunyai rasa mau tahu dan terlibat secara intelektual dengan bumi dapat mengalami penuaan yang sehat. Mereka yang menjaga hubungan sosial, menekuni hobi, tetap aktif, dan terus belajar juga bisa mendapatkan manfaatnya, Bunda.

Perlu dicatat, studi ini relatif mini dan berkarakter observasional, sehingga tidak dapat menunjukkan bahwa kepribadian dapat menyebabkan penuaan yang sehat. Misalnya, salah satu studi terpanjang tentang orang berumur seratus tahun ke atas menemukan bahwa pola pengasuhan antar generasi alias aspek kepribadian, termasuk tujuan hidup yang kuat, dapat menjadi aspek yang membantu seseorang berumur panjang.

Studi lebih lanjut tetap diperlukan untuk memastikan hubungan keduanya. Namun, studi ini setidaknya bisa menambah bukti bahwa sifat-sifat psikologis mungkin berkedudukan di samping faktor-faktor yang lebih umum seperti diet dan olahraga.

Demikian karakter kepribadian yang disebut intelektual bisa bantu seseorang hidup hingga 100 tahun. Semoga info ini berfaedah ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/som)

Selengkapnya