Kenapa Ibu Hamil Tak Boleh Berendam Air Hangat? Ini Penjelasannya

Jul 14, 2026 06:20 PM - 9 jam yang lalu 471

Jakarta -

Berendam di air hangat bukan saja nyaman tetapi juga bikin tubuh rileks. Sayangnya ketika hamil, kebiasaan itu sepertinya perlu dihindari, Bun. Sebenarnya, kenapa ibu mengandung tidak boleh berendam air hangat? Ini penjelasannya.

Kehamilan memang membawa perubahan di beragam perihal ya, Bunda. Selain perubahan fisik, Bunda juga perlu beradaptasi dengan beberapa perihal yang mungkin biasanya boleh dilakukan dan akhirnya perlu dihindari sementara waktu selama kehamilan.

Salah satunya yang dibatasi ialah kegiatan berendam di air hangat. Ada baiknya, kebiasaan yang sebenarnya positif ini justru menjadi kegiatan terlarang selama kehamilan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Kenapa ibu mengandung tidak boleh berendam di air hangat?

Menurut master kandungan Alison Stalzer, DO, berendam di air hangat merupakan kegiatan yang tidak kondusif dilakukan saat hamil. Walaupun sebenarnya, ketika bumil mengalami sakit punggung dan ketidaknyamanan lainnya, berendam di air hangat mungkin bisa menjadi langkah yang nyaman dilakukan. Tetapi kenyataannya, kegiatan ini justru perlu dihindari, Bun.

“Bak mandi air panas tidak kondusif selama kehamilan. Sebab, duduk di air panas meningkatkan suhu inti tubuh, yang dapat menyebabkan masalah bagi ibu mengandung dan memengaruhi perkembangan janin yang sehat," kata Dr Stalzer, seperti dikutip dari laman Cleveland Clinic.

Seperti diketahui bahwa selama trimester pertama kehamilan, janin sedang mengembangkan organ vital, termasuk otak dan sumsum tulang belakang. Tentunya, ibu mengandung memerlukan suhu yang tepat agar proses ini terjadi.

"Suhu tubuh yang tinggi dapat membahayakan perkembangan janin, dan berpotensi menyebabkan abnormal tabung saraf seperti spina bifida alias anensefali," jelas Dr Stalzer.

Nah, memasuki trimester kedua alias ketiga, tidak berfaedah agenda berendam di air hangat jadi dibolehkan ya, Bunda. Meskipun perkembangan tersebut sebagian besar telah selesai, berendam di air panas tetap perlu dihindari sementara selama kehamilan.

"Saat hamil, Bunda mempunyai lebih banyak darah di tubuh. Bak air panas diketahui dapat menurunkan tekanan darah Bunda sehingga darah ekstra ini memerlukan waktu lebih lama untuk mencapai kepala. Saat berdiri, Bunda mungkin merasa pusing alias lemas, dan Bunda bisa jatuh alias pingsan,"kata Dr Stalzer.

Sementara itu, terjatuh selama kehamilan bukanlah perihal yang bisa dianggap remeh. Apalagi, terjatuh di trimester kedua alias ketiga dapat berisiko melukai janin, menyebabkan kontraksi, alias menyebabkan kehilangan cairan ketuban.

Jika Bunda terjatuh saat hamil, segera hubungi tim medis untuk mendapatkan pertolongan. "Jika Bunda terjatuh ringan dan perut tidak terbentur, jangan panik. Tetapi jelaskan apa yang terjadi kepada tim medis. Jika ragu, lebih baik berhati-hati dan segera dapatkan perawatan medis,"saran Dr Stalzer.

Amankan merendam kaki di air hangat saat hamil?

Meskipun berendam di air hangat alias memasukkan seluruh tubuh ke dalam bak air panas tidak diperbolehkan, Bunda tetap bisa duduk di tepi bak dan merendam kaki serta betis.

"Secara umum, kondusif untuk merendam kaki di bak air panas saat hamil. Tetapi, hanya merendam kaki bagian bawah saja di mana perihal ini tidak bakal meningkatkan suhu tubuh inti ibu hamil," kata Dr Stalzer.

Meski demikian, ada banyak argumen lain kenapa ibu mengandung mungkin menghindari berendam di air hangat sama sekali. Misalnya lantaran kulit bumil sensitif, maka dia menghindarinya. Sebab, air hangat dapat mengganggu kulit selama kehamilan. Serta, aroma klorin dan bahan kimia dari bak air panas juga bisa menjadi masalah bagi sebagian orang.

“Selama kehamilan, Bunda bisa lebih sensitif terhadap bau,” catat Dr. Stalzer. Sementara, kolam renang dan bak mandi air panas dalam ruangan dapat mempunyai aroma klorin yang kuat yang dapat mengiritasi. Jika Bunda merasa sakit kepala alias mual, hirup udara segar," tambahnya.

Terakhir dan perlu diwaspadai adalah adanya akibat kuman rawan yang mungkin berlindung di bak mandi air panas. 

"Tanpa pembersihan dan perawatan rutin, bak mandi air panas dapat menjadi tempat tinggal bagi virus, bakteri, dan parasit yang dapat membikin Bunda sakit,” kata Dr. Stalzer. 

Selama kehamilan, sistem kekebalan tubuh bakal melemah dan mungkin tidak bisa melawan penyerang ini. Beberapa kuman juga dapat menembus plasenta dan membahayakan janin.”

Tips kondusif terhindari dari akibat kuman rawan saat berendam di air hangat

Jika Bunda memutuskan untuk mencelupkan kaki di air hangat, Bunda dapat melakukan beberapa perihal berikut guna menjauhkan akibat kuman berbahaya:

1. Gunakan bak mandi air hangat yang telah dibersihkan dan dirawat dengan baik
2. Tidak memasukkan kaki jika mempunyai luka terbuka 
3. Menjauhkan tangan dari mata, hidung, dan mulut
4. Mencuci tangan setelah berada di bak air hangat

Semoga Bunda dan calon bayi selalu diberi kesehatan, kekuatan, dan kebahagiaan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya