Kecerdasan emosional alias emotional quotient (EQ) adalah keahlian seseorang untuk mengenali, memahami, dan mengelola emosi, baik pada diri sendiri maupun orang lain.
Kemampuan ini berkedudukan krusial dalam membangun hubungan yang sehat serta menghadapi beragam situasi sehari-hari.
Sebaliknya, orang dengan EQ rendah umumnya lebih susah mengendalikan emosi, menghadapi tekanan, dan menjaga hubungan sosial. Tanpa disadari, kondisi tersebut sering kali terlihat dari langkah mereka berinteraksi dengan orang di sekitarnya.
Dilansir Parade, psikolog klinis berlisensi Dr. Whitley Lassen mengungkap ada beberapa kebiasaan sosial yang dapat menjadi tanda seseorang mempunyai EQ rendah.
Namun, perihal ini bukan berfaedah mereka adalah pribadi yang jelek alias belum dewasa lantaran kepintaran emosional dapat dipengaruhi oleh beragam aspek dan tetap bisa terus dikembangkan.
Kebiasaan orang dengan EQ rendah
Lassen mengungkap beberapa langkah bersosialisasi orang dengan EQ rendah yang dapat Bunda kenali. Berikut di antaranya:
1. Kurang tertarik berinteraksi dengan orang lain
Menurut Lassen, orang dengan EQ rendah sering kali terlihat kurang antusias untuk menjaga percakapan dengan kawan alias keluarga.
Mereka juga condong menolak rayuan berkumpul alias enggan terlibat dalam kegiatan sosial lantaran merasa tidak tertarik alias tidak mempunyai motivasi.
Namun, Lassen menegaskan bahwa kebiasaan tersebut tidak selalu menandakan EQ yang rendah. Dalam beberapa kasus, kondisi ini juga bisa menjadi tanda seseorang sedang mengalami kekhawatiran (anxiety) alias depresi.
2. Defensif
Ketika orang yang sangat sensitif merasa kewalahan, mereka condong bersikap defensif. Ini dapat menjadi parameter EQ yang rendah.
Lassen mengatakan saat bekerja dengan pasien yang mengalami indikasi depresi alias kecemasan, mereka sering datang dengan emosi malu lantaran mereka sendiri.
Hal ini dapat menyebabkan menerima umpan kembali menjadi sangat berat, yang mungkin terkesan sebagai seseorang yang terlalu sensitif.
3. Kurang bisa berempati
Menurut Lassen, tanda orang dengan EQ rendah lainnya yang dapat Bunda kenali adalah kurang empati.
“Ketika seseorang sedang mengalami tekanan emosional alias kecemasan, mereka terkadang kesulitan memahami maupun memberikan support kepada orang lain yang juga sedang merasakan emosi,” tuturnya.
Kondisi ini bisa terlihat dari sikap mereka yang kurang merespons saat diajak bicara, condong menarik diri, menutup diri ketika membahas hal-hal emosional, alias tampak tidak tertarik dengan emosi orang lain.
4. Membentak orang lain
Orang dengan EQ rendah mungkin condong lebih mengalami kesulitan dalam mengatur emosinya.
Jika seseorang merasakan kesedihan, marah, cemas, rasa bersalah, malu, alias kewalahan yang mendalam, perihal itu dapat menyebabkan mereka membentak kawan alias orang yang mereka sayangi.
Bagi orang dengan EQ rendah, ini bisa menjadi akibat dari sikap melindungi alias hanya tertarik pada perspektifnya sendiri tentang suatu masalah.
Penyebab EQ rendah
Salah satu aspek yang dapat menyebabkan orang dengan EQ rendah adalah gimana pola pengasuhan dan contoh jelek dalam menangani emosinya saat tetap kecil.
Kecerdasan emosional yang rendah juga dapat dikaitkan dengan perbedaan perkembangan saraf, seperti autisme alias ADHD. Lebih lanjut, beberapa kondisi kesehatan mental dapat membikin seseorang tampak tidak peka secara emosional.
“Stres, depresi, kecemasan, alias trauma dapat mengganggu kepintaran emosional seseorang dan memengaruhi apakah seseorang mempunyai kepintaran emosional rendah yang terjadi berbarengan dengan masalah kesehatan mental,” tuturnya.
Nah, itulah beberapa karakter kepribadian orang dengan EQ rendah yang dapat Bunda kenali. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·