Bunda, tidak semua orang yang terlihat ceria sedang betul-betul merasa bahagia. Ada kalanya seseorang tetap tersenyum, bercanda, dan menjalani kegiatan seperti biasa, meski sebenarnya menyimpan kesedihan yang tidak terlihat oleh orang lain.
Kondisi tersebut bisa membikin seseorang terbiasa menyembunyikan emosi demi terlihat baik-baik saja. Padahal, emosi yang terus dipendam dapat memengaruhi keseharian dalam hubungan dengan orang-orang di sekitarnya.
Untungnya, ada beberapa karakter orang pura-pura senang yang dapat Bunda kenali untuk membantu mereka merasa lebih baik.
Ciri orang yang pura-pura senang padahal sedih
Dilansir Your Tango, Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan bahwa masalah kesehatan mental seperti depresi menghalangi orang untuk berprestasi maksimal di sekolah dan pekerjaan serta menghalang hubungan dengan kawan dan keluarga.
Dengan mengetahui perihal ini, setiap orang kudu menyadari tanda-tanda lembut bahwa seseorang hanya berpura-pura bahaia padahal sebenarnya mereka sedang sedih. Berikut beberapa karakter yang dapat Bunda kenali:
1. Menghindari percakapan yang bermakna
Orang yang pura-pura senang sering menghindari percakapan mendalam. Mereka sering mengelak alias mengabaikan pertanyaan yang mungkin memicu obrolan lebih jauh.
Mereka mungkin mentertawakannya, menghindari pertanyaan, mengalihkan topik, alias mengatakan, “Pokoknya”, untuk menghindari pembahasan perincian rumit kehidupan mereka.
2. Mengisolasi diri dan berdasar sibuk
Ada banyak argumen kenapa seseorang mengisolasi diri. Namun, menurut Psikiatri Umum, isolasi condong merupakan akibat dari kekhawatiran dan depresi.
Selain itu, beberapa orang mungkin menggunakannya untuk mengurangi kekhawatiran yang berlebihan.
3. Terlalu ceria secara tidak wajar
Orang seperti ini jarang ditemukan dan kudu dihargai. Namun, orang yang tetap optimis, apalagi dalam situasi sulit, layak mendapatkan dukungan.
Sering kali, mereka justru mungkin mengalami gejolak yang paling besar. Lagipula, menahan emosi negatif dapat menimbulkan tantangan tersendiri.
Sebuah studi tahun 2019 menemukan bahwa menekan emosi berakibat jelek bagi kesehatan seseorang. Para peneliti menemukan bahwa mengekspresikan emosi sangat krusial untuk kesejahteraan fisik, mental, dan keseluruhan seseorang.
4. Bercanda dengan merendahkan diri sendiri
Tanda lembut lainnya dari orang yang pura-pura senang adalah jika mereka merendahkan diri sendiri, tetapi kemudian mengaku hanya bercanda.
Orang yang senang tidak menginginkan masalah apa pun. Mereka tidak mau ada konflik, dan tentu saja tidak mau membahas masalah rasa tidak kondusif yang mungkin mereka rasakan.
Oleh lantaran itu, mereka selalu menepis setiap sindiran dengan mentertawakannya dan mengatakan itu hanya lelucon. Namun, jenis ‘bercanda’ ini dapat mempunyai akibat drastis jika mereka tidak mengatasi masalah rasa tidak kondusif mereka.
Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Affective Disorders, rasa tidak kondusif berakibat negatif pada kesejahteraan subjektif.
5. Terus-menerus menyibukkan diri
Wajar saja jika seseorang merasa antusias dengan pekerjaannya. Namun, menjaga keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi sangatlah penting.
Sebuah studi yang diterbitkan di Frontiers in Psychology menemukan bahwa orang-orang dengan work-life balance yang jelek mengalami penurunan kebahagiaan.
Para penulis menjelaskan bahwa perihal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kelelahan emosional dan perilaku yang tidak sehat. Inilah kenapa orang yang bekerja 24/7 tanpa pernah mengambil libur sehari pun merupakan pertanda buruk.
6. Sering mengeluh tidak lezat badan
Petunjuk lembut bahwa seseorang sedang pura-pura bahagia, padahal sedih, adalah mereka sering mengeluh tidak lezat badan.
Sebuah studi pada 2004 menyebut bahwa indikasi bentuk seperti nyeri sendi, nyeri punggung, alias masalah pencernaan umum terjadi pada orang yang mengalami depresi.
7. Tidak makan tepat waktu
Kebanyakan orang yang tidak senang secara tidak sadar tidak makan lantaran emosi mereka yang intens.
Sebuah studi yang diterbitkan di American Journal of Psychiatry menyebut bahwa perubahan nafsu makan adalah perihal normal pada orang yang mengalami depresi dan dapat meningkatkan alias mengurangi nafsu makannya.
Nah, itulah beberapa karakter orang yang pura-pura bahagia, padahal sedih. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/pri)