Dalam lingkungan sehari-hari, mungkin ada orang yang selalu terlihat paling tahu dalam beragam hal. Mereka kerap merasa mempunyai jawaban yang paling tepat dan susah menerima pendapat yang berbeda.
Sikap tersebut sebenarnya dapat dikenali dari langkah seseorang berbicara. Beberapa kalimat yang sering dilontarkan bisa menunjukkan kecenderungan untuk mendominasi percakapan, mengoreksi orang lain, alias menonjolkan pengetahuannya.
Tak hanya di lingkungan pertemanan, karakter seperti ini juga bisa ditemui di tempat kerja hingga keluarga.
Jika penasaran apakah seseorang mempunyai kecenderungan merasa ‘Si paling tahu’, ada beberapa kalimat yang dapat Bunda perhatikan.
7 Kalimat yang sering diucapkan orang yang suka merasa paling tahu
“Sok tahu” pada dasarnya adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan seseorang yang bertindak seolah-olah mereka tahu segalanya, padahal jelas-jelas tidak.
“Mereka percaya bahwa mempunyai semua pengetahuan dan jawaban. Ini adalah kejadian nyata di antara orang-orang yang kurang mempunyai kesadaran diri untuk mengenali kekurangannya,” ujar psikolog konseling, pelatih, dan pembimbing meditasi, Sarah Jane Khalid, dikutip dari laman Parade, Kamis (3/9/2026).
Khalid pun membagikan beberapa kalimat umum yang mungkin pernah Bunda dengar dan menjadi karakter orang yang suka merasa paling tahu. Berikut di antaranya:
1. “Sebenarnya, yang mau saya katakan adalah…”
Baik disengaja maupun tidak, perilaku ini dapat menandakan bahwa seseorang bertindak seperti orang yang sok tahu.
“Individu seperti itu condong percaya bahwa pendapatnya lebih krusial dan akurat, yang dapat menyebabkan orang lain merasa bahwa pemikiran mereka diremehkan,” ujar Khalid.
2. “Itu kurang tepat, yang sebenarnya Anda maksud adalah…”
Meskipun koreksi ini mungkin dimaksudkan untuk membantu, seringkali dianggap sebagai kritik alias sikap merendahkan, yang dapat menciptakan ketegangan dan ketidaknyamanan dalam interaksi.
3. “Kamu tahu? Kamu betul-betul kudu mencoba ini…”
Menurut Khalid, orang-orang ini juga dikenal lantaran memberikan nasihat yang tidak diminta, apalagi tentang topik yang sebenarnya tidak mereka pahami.
“Daripada menunggu seseorang meminta bimbingan, mereka mungkin malah memberikan nasihat tanpa diminta,” ujarnya.
4. “Kamu salah paham?”
Alih-alih terlibat dalam debat yang ramah, hubungan dengan mereka sering kali terasa seperti konteks, di mana satu-satunya adalah untuk keluar sebagai pemenang tanpa memperhatikan pokok bahasannya.
Lebih jauh lagi, mereka mungkin tetap bersikeras ketika orang lain telah mundur alias kehilangan minat, berkeinginan untuk membuktikan bahwa perspektif pandang mereka adalah yang ‘benar’.
Seringkali, motivasi mereka bergeser dari topik yang sebenarnya dibahas ke kemauan untuk memamerkan kepintaran dan pengetahuan superior mereka sendiri, mengubah percakapan menjadi perebutan nominasi,” tambahnya.
5. “Maksudku, kurasa saya mengerti maksudmu, tapi…”
Orang yang suka membual kudu membuktikan bahwa mereka benar dan yang paling berilmu di ruangan itu. Mereka enggan untuk menyatakan sebaliknya.
“Salah satu perilaku yang paling sering terlihat pada orang yang merasa serba tahu adalah keengganan mereka untuk mengakui kesalahan,” ujar Khalid.
Dia menjelaskan bahwa mengakui kesalahan dapat terasa seperti kekalahan besar bagi mereka, jadi sebagai gantinya, mereka mungkin bersikeras pada pendapat awalnya alias mengalihkan pembicaraan.
6. “Yah, saya tidak mempunyai semua wawasan/poin/informasi”
Ungkapan ini adalah contoh lain gimana seseorang yang sok tahu bakal bereaksi ketika mereka salah dan tidak mau mengakuinya.
Meskipun mungkin terasa lebih nyaman bagi mereka saat itu, akibat yang ditimbulkan sangat nyata.
“Menghindari pengakuan kesalahan tidak hanya menghalang perbincangan yang konstruktif, tetapi juga menandakan kurangnya kesadaran diri, sehingga menyulitkan orang lain untuk terhubung alias menyelesaikan perbedaan pendapat secara damai,” ujar Khalid.
7. “Sebenarnya…”
Khalid mengatakan orang yang secara teratur memulai pernyataan dengan kata ini, condong memposisikan diri sebagai otoritas dalam suatu subjek, seringkali menyiratkan bahwa orang lain keliru.
Cara berbincang ini melampaui sekadar berbagi pendapat, perihal itu dapat terkesan meremehkan dan menjengkelkan lantaran menunjukkan bahwa pembicara sedang mengoreksi orang lain daripada terlibat dalam pertukaran pandangan yang seimbang.
Nah, itulah beberapa kalimat yang sering diucapkan orang yang suka merasa paling tahu segala hal. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)