Dampak Psikologis di Balik Tangis Pilu Anak Terduga Pencuri Ayam di Bali

Jul 27, 2026 01:10 PM - 2 minggu yang lalu 2274

Seorang anak wanita dari terduga pencuri ayam berinisial KD di Tabanan, Bali, viral di media sosial. Hal ini lantaran beredar video yang memperlihatkan anak bungsu dari KD menangis saat jenazah ayahnya tiba di rumah duka di Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Buleleng.

Seperti diketahui, KD tewas setelah dihakimi massa usai diduga mencuri ayam aduan. Pengoroyokan terjadi sekitar pukul 01.30 WITA, Jumat (24/7/2026).

"Kemarin saya yang menjemput jenazahnya. Saat tiba di rumah, memandang anaknya menangis tersedu-sedu, saya betul-betul sedih," ungkap Kepala Desa (Kades) Sidatapa I Made Sutama dikutip dari detikBali, Senin (27/7/2026).


Terkait kejadian ini, Polres Tabanan menetapkan lima tersangka, masing-masing berinisial MJ, WS, KB, ML, dan ND.

Lantas seperti apa akibat psikologis yang terjadi kepada anak bungsu dari KD tersebut?

Trauma pada anak

Mengenal perihal ini, ahli kedokteran jiwa dr Lahargo Kembaren, SpKJ menjelaskan seorang anak yang dihadapkan pada kematian ayahnya secara tragis, apalagi disertai suasana yang sangat emosional dapat menimbulkan traumatis.

"Dalam kasus yang diberitakan, sang anak tampak menangis panik saat jenazah ayahnya tiba di rumah duka, sementara peristiwa kematian ayahnya akibat dugaan pengeroyokan tetap menjadi perhatian publik dan sedang didalami aparat," kata dr Lahargo saat dikutip dari detikcom, Senin (27/7/2026).

Jika dilihat dari sisi psikologis, ada beberapa akibat yang bisa terjadi kepada anak bungsu dari KD tersebut. Menurut dr Lahargo, anak dapat mengalami beberapa corak trauma, antara lain:

1. Trauma kehilangan (traumatic grief)

Anak tidak hanya kehilangan figur ayah, tetapi kehilangan tersebut terjadi secara mendadak, penuh kekerasan, dan menjadi sorotan publik. Proses bersungkawa ini menjadi jauh lebih berat dibanding kehilangan yang terjadi secara alami.

2. Risiko gangguan stres pasca-trauma (PTSD)

Soal kondisi ini, sebagian anak dapat mengalami mimpi buruk, menghindari pembicaraan tentang ayahnya, susah tidur, mudah menangis, alias terus mengingat peristiwa tersebut. Jika indikasi mengganggu kegunaan sehari-hari dan lebih dari satu bulan, segera konsultasikan lebih lanjut ya.

Selain dua di atas, ada pula akibat corak trauma lainnya yang dapat dialami anak. Apa saja?

TERUSKAN MEMBACA DENGAN KLIK DI SINI.

(fir/fir)

Selengkapnya