Dari Aku Takut Jadi Aku Mau Coba: Cara Mendampingi Anak Hadapi Pengalaman Baru

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 5 menit 509x dilihat
Dari Aku Takut Jadi Aku Mau Coba: Cara Mendampingi Anak Hadapi Pengalaman Baru

Bagikan Postingan

Sebagai orang tua, mungkin kita pernah memandang anak tiba-tiba berlindung di kembali tubuh kita saat berjumpa orang baru, menangis ketika kudu pergi ke dokter, alias enggan mengeksplorasi sesuatu yang belum pernah dilakukan. Situasi seperti ini mungkin membikin orang tua bertanya-tanya, kenapa Si Buah Hati bisa merasa takut terhadap hal-hal tertentu?

Rasa takut pun bisa muncul dalam beragam situasi yang ditemui anak sehari-hari, terutama ketika mereka sedang mengeksplorasi lingkungan dan pengalaman baru. Mulai dari berjumpa orang baru, berada di tempat baru, mendengar bunyi keras, hingga kudu berpisah dari orang tua, beragam pengalaman tersebut dapat membikin Si Buah Hati merasa ragu alias tidak nyaman.

Normalkah anak merasa takut saat menghadapi perihal baru?

Wajar jika anak merasa takut saat mengeksplorasi perihal baru lantaran ini merupakan bagian normal dari perkembangan mereka. Seiring bertambahnya rasa mau tahu dan kesempatan untuk mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya, Si Buah Hati bakal berjumpa dengan beragam pengalaman baru yang belum familiar, sementara rasa resah secara alami membantu mereka lebih waspada terhadap hal-hal yang dianggap asing alias berpotensi membahayakan.


Pada usia balita, ketakutan anak dapat muncul dalam corak yang sangat spesifik, seperti takut pada serangga, anjing, kegelapan, badut, alias apalagi bunyi penyedot debu. Namun, ada pula ketakutan yang lebih umum, seperti merasa resah saat berada di situasi baru, berjumpa dengan orang yang belum dikenalnya, alias mencoba kegiatan yang belum pernah dilakukan.

Di usia ini, khayalan anak yang semakin aktif juga dapat membikin mereka membayangkan hal-hal yang sebenarnya tidak terjadi, termasuk makhluk khayalan. Hal ini dapat membikin proses eksplorasi menjadi lebih menantang, lantaran sesuatu yang bagi orang dewasa terlihat biasa saja mungkin terasa asing alias menakutkan bagi Si Buah Hati.

Menariknya, anak mungkin justru sering membicarakan alias memainkan perihal yang membuatnya takut. Mereka bisa menirukannya saat bermain, menggambarnya, alias terus bertanya tentang perihal tersebut. Bukan berfaedah Si Buah Hati semakin takut, melainkan ini bisa jadi salah satu langkah mereka memahami dan memproses pengalaman yang terasa menakutkan, sekaligus perlahan membangun keberanian untuk kembali mengeksplorasi.

Cara membantu anak mengatasi rasa takut dan berani mencoba

Agar rasa takut tidak menghalang rasa mau tahu dan keberanian Si Buah Hati untuk mengeksplorasi hal-hal baru, orang tua dapat membantu mereka menghadapinya secara perlahan melalui beberapa langkah berikut.

1. Pahami emosi anak

Langkah pertama adalah menunjukkan bahwa orang tua memahami apa yang sedang dirasakan anak. Hindari menertawakan, meremehkan, alias memaksa mereka untuk segera berani lantaran perihal yang ditakuti mungkin terasa sangat nyata bagi mereka.

Dengarkan cerita anak dengan tenang, gunakan nada bicara yang menenangkan, dan yakinkan bahwa orang tua selalu ada untuk mendampinginya.

2. Kenalkan secara berjenjang dan tetap dampingi anak

Orang tua tidak perlu memaksa anak langsung menghadapi perihal yang ditakutinya. Kenalkan pengalaman baru secara perlahan sesuai dengan kesiapan Si Buah Hati, sembari memberikan kesempatan untuk mengawasi dan mengeksplorasi dengan didampingi.

Benda kesayangan, seperti boneka alias selimut, juga dapat digunakan sebagai sumber kenyamanan saat Si Buah Hati menghadapi situasi yang membuatnya cemas.

3. Bantu anak membedakan realita dan imajinasi

Di usia balita, khayalan anak berkembang pesat sehingga mereka terkadang susah membedakan antara perihal yang nyata dan yang hanya ada dalam bayangan. Orang tua dapat membantu dengan memberikan penjelasan sederhana dan sesuai usia, sekaligus membujuk mereka membicarakan apa yang membikin takut.

Bermain peran, menggambar, membaca cerita, alias mengarang cerita berbareng juga dapat menjadi langkah menyenangkan untuk membantu Si Buah Hati memahami dan memproses perasaannya.

4. Apresiasi setiap upaya dan keberanian anak

Setiap kemajuan, sekecil apa pun, layak diapresiasi. Ketika anak berani mengeksplorasi sesuatu yang sebelumnya ditakuti, mencoba pengalaman baru, alias sekadar mau membicarakan rasa takutnya, berikan pujian atas upaya tersebut.

Hindari menuntut mereka untuk segera tidak takut, lantaran setiap anak memerlukan waktu yang berbeda untuk merasa nyaman dan belajar menghadapi ketakutannya.

Kapan rasa takut anak perlu mendapat perhatian lebih?

Rasa takut merupakan bagian dari proses tumbuh kembang anak, tetapi orang tua perlu memberikan perhatian lebih jika rasa takut mulai menghalang kesehariannya. Perhatikan apakah ketakutan tersebut membikin Si Buah Hati kesulitan tidur, bermain, beraktivitas, alias mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya.

Saat rasa takut membikin anak terus-menerus menghindari situasi alias pengalaman baru, orang tua juga perlu lebih waspada. Misalnya, anak tidak mau keluar rumah lantaran takut berjumpa anjing, enggan mencoba permainan baru, alias menolak pergi ke tempat tertentu lantaran merasa cemas. Padahal, kesempatan untuk mengeksplorasi hal-hal baru merupakan bagian krusial dari proses belajar dan mengenal lingkungan.

Perhatikan juga jika rasa takut semakin kuat alias sering muncul dari waktu ke waktu hingga anak ditenangkan. Ketika ketakutan mulai membatasi kemauan mereka untuk bermain, belajar, bersosialisasi, dan mengeksplorasi lingkungan, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan.

Dalam kondisi seperti ini, orang tua dapat berkonsultasi dengan master anak alias tenaga ahli yang berilmu menangani anak. Dengan begitu, orang tua dapat memahami apa yang sedang dialami Si Buah Hati dan mendapatkan support yang sesuai agar rasa takut tidak menghalangi mereka untuk terus tumbuh, belajar, dan mengeksplorasi bumi di sekitarnya.

DANCOW imunutri

Dukung Si Buah Hati agar siap menghadapi setiap pengalaman pertama

Menghadapi pengalaman pertama memang bisa membikin Si Buah Hati merasa ragu alias takut. Namun, dengan support dan pendampingan yang tepat, mereka dapat perlahan membangun keberanian untuk menghadapi hal-hal baru, mengeksplorasi lingkungan, dan belajar dari beragam pengalaman di sekitarnya.

Agar proses eksplorasi melangkah dengan optimal, orang tua tidak hanya mendampingi Si Buah Hati, tetapi juga memastikan imunitasnya tetap terjaga. Penuhi kebutuhan nutrisi harian anak melalui makanan yang bergizi dan seimbang sesuai usia untuk mendukung tumbuh kembang sekaligus membantu menjaga daya tahan tubuh Si Buah Hati.

Sebagai pelengkap kebutuhan nutrisi harian, orang tua juga dapat memberikan susu pertumbuhan yang sesuai dengan usia Si Buah Hati, seperti DANCOW Imunutri.

DANCOW Imunutri dilengkapi dengan 0g sukrosa, DHA, dan Zat besi untuk mendukung tumbuh kembang optimal Si Buah Hati. Kandungan yang tinggi Vitamin A, C, E dan Zink untuk menjaga daya tahan tubuh Si Buah Hati. DANCOW juga dilengkapi protein, vitamin D, dan kalsium yang tinggi juga berperan dalam membantu pertumbuhan

Setiap momen pertama membawa cerita dan pembelajaran baru untuk anak. Untuk mendukung perjalanan Si Buah Hati, DANCOW Imunutri mengusung semangat "Siap untuk Setiap Pertama" datang sebagai pelengkap nutrisi harian untuk mendukungnya menjalani setiap perihal baru dengan lebih semangat.

(som/som)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads