Deepseek Api Bakal Lebih Mahal Di Jam Sibuk! Pengguna Wajib Tahu Perubahan Ini

Jul 17, 2026 04:21 PM - 12 jam yang lalu 600

Jika Anda adalah seorang yang aktif menggunakan DeepSeek API untuk coding, chatbot, automation, alias apalagi sebagai backend AI di aplikasi sendiri, ada berita krusial yang wajib diperhatikan.

Mulai pertengahan Juli 2026, DeepSeek dikabarkan bakal menerapkan skema nilai baru berbasis jam sibuk (peak) dan jam sunyi (valley). Artinya, biaya penggunaan API nantinya tidak lagi selalu sama sepanjang hari.

Nah yang menarik, pada jam tertentu tarif penggunaan API apalagi bisa mencapai dua kali lipat dibanding nilai normal loh, dan tentu untuk yang cemas token lenyap alias usage melonjak tinggi, ini jelas adalah berita yang kurang baik.

Harga Bisa Naik 2x Saat Jam Sibuk

Jika Anda masuk ke laman platform.deepseek.com, Anda bakal memandang pengumuman yang dibagikan DeepSeek, dimana seluruh komponen penagihan API bakal mengikuti sistem baru ini.

Artinya, bukan hanya biaya input token saja yang berubah, tetapi seluruh item billing bakal mengikuti tarif sesuai waktu penggunaan. Dan jika Anda penasaran, berikut agenda peak hours yang bakal diterapkan:

Zona WaktuSesi 1Sesi 2
UTC01:00 – 04:0006:00 – 10:00
WIB (UTC+7)08:00 – 11:00 WIB13:00 – 17:00 WIB
WITA (UTC+8)09:00 – 12:00 WITA14:00 – 18:00 WITA
WIT (UTC+9)10:00 – 13:00 WIT15:00 – 19:00 WIT

Dan jika kita perhatikan, menariknya lagi jam sibuk tersebut bertepatan dengan jam kerja normal di sebagian besar daerah Asia.

Nah misalnya Anda sedang coding menggunakan VS Code yang terhubung langsung ke DeepSeek V4 Flash API, dalam satu hari Anda menghabiskan sekitar 10 juta input token dan 2 juta output token.

Jika kita hitung, dengan skema tarif normal, biaya yang kudu dibayar adalah sekitar Input: 10 × US$0.14 = US$1.40, dan Output: 2 × US$0.28 = US$0.56, total jadi sekitar US$1.96

Namun jika seluruh penggunaan tersebut dilakukan pada peak hours, maka tarif menjadi Input: 10 × US$0.28 = US$2.80 dan Output: 2 × US$0.56 = US$1.12 dengan total = US$3.92. Artinya, dengan jumlah token yang sama persis, biaya penggunaan API bisa naik nyaris 2 kali lipat, hanya lantaran dilakukan pada jam sibuk.

Kenapa DeepSeek Melakukan Ini?

Nah walaupun DeepSeek belum menjelaskan secara rinci alasannya, strategi seperti ini sebenarnya sudah cukup umum digunakan pada jasa cloud.

Tujuannya jelas adalah untuk mengurangi lonjakan beban server pada jam tertentu, mendorong pengguna memindahkan workload ke jam yang lebih spi, menjaga performa jasa tetap stabil dan mungkin untuk penggunaan prasarana GPU yang biayanya sangat mahal.

Kurang lebih model seperti ini sering disebut sebagai peak-valley pricing, dimana nilai mengikuti tingkat permintaan terhadap layanan.

Nah yang pasti, jika Anda menggunakan DeepSeek API untuk proses yang tidak kudu melangkah secara real-time, mungkin sekarang saat yang tepat untuk mempertimbangkan penjadwalan ulang workload dan lebih baik dijalankan di luar jam sibuk agar biaya penggunaan API tetap efisien.

Secara umum sih, bagi sebagian pengguna, kenaikan tarif ini mungkin tidak terlalu terasa, namun bagi developer alias perusahaan yang mengonsumsi jutaan token setiap hari, selisih nilai hingga 2 kali lipat pada jam tertentu tentu dapat berakibat cukup besar terhadap biaya operasional.

Terkait perihal ini, apakah Anda punya solusi guys? alias ada pengganti yang lebih murah alias apalagi cuma-cuma yang bisa dicoba?, jujur saya mau buat sendiri local AI seperti Kepoin Tekno, tapi sayangnya tidak ada perangkat yang bisa dicoba, dengan mengandalkan GEEKOM A5 sendiri pun, performanya tetap kurang maksimal dan hanya bisa menjalankan model Qwen2.5 7B yang secara penalaran jelas kurang maksimal.

Via : DeepSeek


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.

Written by

Gylang Satria

Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation

Previous Post

Selengkapnya