Sebagai pengguna Linux, tentu kita dimanjakan dengan banyak pilihan browser yang bisa digunakan, mulai dari Firefox, Google Chrome, Microsoft Edge, Brave, Vivaldi, Zen Browser, hingga browser yang lebih ringan seperti Falkon maupun GNOME Web.

Namun menariknya, memilih browser di Linux rupanya tidak sesederhana memilih browser tercepat alias paling irit RAM.
Baca Juga : Microsoft Edge dan Dock elementary OS Tidak Sinkron? Ini yang Saya Temukan
Misalnya saja pengalaman yang baru saya alami di elementary OS. Microsoft Edge sebenarnya melangkah dengan sangat baik, sinkronisasi akun Microsoft juga lancar, performanya pun tidak kalah dibanding Windows.
Namun ada beberapa bug yang cukup mengganggu, yang terbaru adalah ketika Edge dibuka dari Dock, jendelanya justru muncul sebagai ikon baru, bukan menggunakan ikon yang sudah dipin sebelumnya.

Setelah ditelusuri, penyebabnya rupanya bukan berasal dari elementary OS, melainkan lantaran WM_CLASS yang digunakan Edge tidak cocok dengan launcher .desktop yang ada di sistem. Akibatnya Pantheon Dock menganggap Edge sebagai aplikasi yang berbeda. Meskipun terlihat sepele, tapi jika perfeksionis saya ini agak sedikit terguncang.
Selain itu ada masalah lain mengenai glitch di window control dan juga vertical tab yang tetap tumpang tindih dengan icon workspace.

Nah, dari sinilah saya mulai berpikir.
Apakah saya sebaiknya tetap memperkuat menggunakan Microsoft Edge, alias justru mulai beranjak ke browser lain yang integrasinya lebih baik di Linux?
Pertanyaan tersebut akhirnya membikin saya mencoba memandang kembali beragam browser yang tersedia di Linux dan rupanya pilihannya sangat banyak, dan masing-masing menawarkan kelebihan serta kekurangannya sendiri.
Ada Firefox yang memang menjadi salah satu browser pengganti saya, alias Zen yang juga sesekali saya pakai, alias mungkin Brave yang menjadi salah satu browser Chromium terbaik, jujur saya bingung pilih yang mana.
Oleh lantaran itulah saya penasaran dengan pengalaman teman-teman semua, lantaran mungkin saja ada browser yang selama ini saya lewatkan, alias apalagi jauh lebih nyaman digunakan di Linux dibanding Edge.
Jadi lewat tulisan ini, sekalian saja saya mau meminta rekomendasi dari kawan teman semua, kira kira browser apa yang paling nyaman digunakan di Linux saat ini? Bukan hanya dari sisi performa, tetapi juga stabilitas, integrasi dengan desktop environment, konsumsi RAM, hingga fitur-fitur yang ditawarkan.
Supaya lebih seru, sekalian saya buat polling kecil-kecilan, siapa tahu hasilnya bisa menjadi referensi, bukan hanya buat saya, tetapi juga pengguna Linux lain yang sedang mencari browser terbaik untuk digunakan sehari-hari.
Sebagai referensi, Anda juga bisa tulisan serupa yang membahas Polling : Browser Desktop Andalan Ditahun 2025?
Jika Anda adalah seorang developer yang build browser sendiri, info info juga guys, peralatan kali menarik untuk saya coba. Terima kasih.
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.
Written by
Gylang Satria
Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]
Post navigation
Previous Post
English (US) ·
Indonesian (ID) ·