Linus Torvalds Balas Kritik Soal Ai Di Linux: “fork Saja Kalau Tidak Suka”

Jul 16, 2026 05:55 PM - 1 hari yang lalu 1805

Perdebatan mengenai penggunaan Artificial Intelligence (AI) di bumi open source tampaknya tetap jauh dari kata selesai guys, nah kali ini, sosok yang langsung turun tangan bukan sembarang orang, melainkan Linus Torvalds, pembuat Linux sendiri.

Dalam sebuah diskusi di mailing list kernel Linux, Linus memberikan tanggapan cukup keras terhadap sejumlah kontributor yang menolak penggunaan AI dalam proses pengembangan Linux. Bahkan dia mengatakan bahwa jika ada yang betul-betul tidak setuju, mereka bebas melakukan fork terhadap Linux alias apalagi meninggalkan proyek tersebut.

"Fork it or leave."

Nah tentu, pernyataan tersebut langsung menjadi sorotan lantaran ini menunjukkan bahwa Linus tidak beriktikad melarang penggunaan AI di proyek Linux.

Linus: Linux Bukan Proyek Anti AI

Menurut Linus Torvalds, Linux bukanlah proyek yang anti terhadap AI. Ia justru menilai AI sudah terbukti bisa membantu menemukan bug yang mungkin terlewat oleh manusia, apalagi menurutnya, jika seseorang hanya menutup mata terhadap AI tanpa mau memandang manfaatnya, itu bukanlah pendekatan yang tepat.

Baca Juga : Update Microsoft Defender Ternyata Punya Celah Baru? Hacker Bisa Penuhi Storage Windows Hingga Habis

Linus juga mengingatkan bahwa manusia sendiri sering melakukan kesalahan, jadi menurutnya, mengkritik AI hanya lantaran sesekali melakukan hallucination bukanlah argumen yang cukup kuat untuk menolak seluruh faedah teknologi tersebut.

Nah awalnya, perdebatan ini bermulai dari penggunaan Sashiko, sebuah AI generatif yang bekerja melakukan review terhadap patch alias perubahan kode yang dikirimkan para developer ke kernel Linux.

Disana salah satu kontributor lama Linux, Laurent Pinchart, menganggap hasil review AI semestinya tidak langsung dikirim ke developer yang menulis kode tersebut, apalagi sempat muncul usulan agar developer diberi opsi untuk menolak menerima review yang dihasilkan AI.

Argumennya cukup sederhana, ialah tidak semua developer nyaman dengan AI dan beberapa organisasi open source juga mulai mengeluarkan pedoman yang lebih berhati-hati terhadap penggunaan Large Language Model (LLM). Namun usulan tersebut langsung memicu perdebatan.

Nah selain itu, meskipun tampak mendukung penggunaan AI, Linus juga bukan berfaedah mendukung AI tanpa syarat, lantaran beberapa waktu lalu, organisasi developer Linux sempat mencoba membiarkan Sashiko mengirimkan hasil review secara otomatis ke mailing list utama.

Namun penelitian tersebut justru gagal, alasannya lantaran AI menghasilkan cukup banyak laporan yang rupanya merupakan hallucination, sehingga developer malah kebingungan dan akhirnya meminta maintainer manusia untuk memeriksa ulang satu per satu, bukannya malah menghemat waktu, perihal tersebut justru menambah pekerjaan.

AI Tetap Dipakai, Tapi Harus Dipahami

Nah dari sikap Linus ini sebenarnya terlihat cukup jelas, dia tidak mau AI menggantikan developer, tetapi juga tidak mau AI ditolak mentah-mentah.

Menurutnya, AI hanyalah perangkat bantu, dan jika bisa membantu menemukan bug alias mempercepat proses review, maka perangkat tersebut layak digunakan, namun tentu keputusan akhir tetap kudu berada di tangan manusia yang memahami kode yang sedang dikerjakan.

Nah gimana menurutmu guys? Apakah AI memang sudah layak menjadi bagian dari pengembangan software open source, alias sebaiknya tetap dibatasi agar kualitas kode tetap terjaga? Komen di bawah guys.

Via : Linux Kernel Mailing List


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.

Written by

Gylang Satria

Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation

Previous Post

Selengkapnya