Dengki Dosa Pertama Yang Terjadi Di Langit Dan Bumi

Jun 09, 2026 05:24 PM - 13 jam yang lalu 628

Kincai Media ,JAKARTA -- Sejarah mencatat bahwa salah satu dosa paling tua dalam kehidupan manusia adalah dengki. Imam Abu Laits As-Samarqandi dalam kitab Tanbihul Ghafilin menerangkan, sifat dengki menjadi penyebab kejatuhan setan yang membangkang perintah Allah SWT dan juga menjadi pemicu pembunuhan pertama di muka bumi ketika Qabil menghabisi nyawa saudaranya, Habil.

Imam Abu Laits As-Samarqandi berbicara bahwa seorang yang bijak memberi nasihat, "Jauhilah rasa dengki lantaran kedengkian itu adalah dosa yang pertama di langit dan juga dosa yang pertama di bumi."

Imam As-Samarqandi menerangkan bahwa yang dimaksud dengan dosa pertama di langit adalah penolakan setan untuk sujud kepada Nabi Adam Alaihissalam. Iblis merasa dengki kepada Adam, lampau Allah SWT mengutuknya.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

قَالَ مَا مَنَعَكَ اَلَّا تَسْجُدَ اِذْ اَمَرْتُكَ ۗقَالَ اَنَا۠ خَيْرٌ مِّنْهُۚ خَلَقْتَنِيْ مِنْ نَّارٍ وَّخَلَقْتَهٗ مِنْ طِيْنٍ

Qāla mā mana‘aka allā tasjuda iż amartuk(a), qāla ana khairum minh(u), khalaqtanī min nāriw wa khalaqtahū min ṭīn(in).

Dia (Allah) berfirman, “Apakah yang menghalangimu (sehingga) Anda tidak bersujud ketika Aku menyuruhmu?” Ia (Iblis) menjawab, “Aku lebih baik daripada dia. Engkau menciptakanku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.” (QS Al-A‘raf Ayat 12)

Sedangkan yang dimaksud dengan dosa pertama di bumi, disebabkan lantaran rasa dengki adalah perbuatan Qabil ketika dia membunuh saudaranya yang berjulukan Habil.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

۞ وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَاَ ابْنَيْ اٰدَمَ بِالْحَقِّۘ اِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ اَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْاٰخَرِۗ قَالَ لَاَقْتُلَنَّكَ ۗ قَالَ اِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللّٰهُ مِنَ الْمُتَّقِيْنَ

Watlu ‘alaihim naba'abnai ādama bil-ḥaqqi iż qarrabā qurbānan fa tuqubbila min aḥadihimā wa lam yutaqabbal minal-ākhar(i), qāla la'aqtulannak(a), qāla innamā yataqabbalullāhu minal-muttaqīn(a).

Selengkapnya