Download Modul Ajar (Rpm) Ips Sosiologi Kelas 12 Sma Ma Smk

Forum Guru Nusantara Aug 18, 2026 10:03 AM 140
Download Modul Ajar (RPM) IPS Sosiologi Kelas 12 SMA MA SMKDownload Modul Ajar (RPM) IPS Sosiologi Kelas 12 SMA MA SMK

Berikut ini Admin bakal membagikan Link Download Modul Ajar (RPM) IPS Sosiologi Kelas 12 SMA MA SMK. Modul Ajar alias RPM ini disusun merujuk pada Panduan Pembelajaran dan Asesmen (PPA) Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Edisi Revisi Terbaru

Sebagaimana diketahui Penyusunan Modul Ajar alias Rencana Pembelajaran Mendalam menjadi salah satu bagian krusial dalam penerapan pembelajaran yang berpusat pada murid. Pendidik perlu merancang pembelajaran bukan sekadar untuk menyampaikan materi, tetapi untuk memastikan siswa memperoleh pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.

Tata langkah penyusunan perencanaan pembelajaran tersebut dapat merujuk pada Panduan Pembelajaran dan Asesmen (PPA) Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Edisi Revisi Tahun 2025 yang diterbitkan oleh Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP).

Panduan ini menjelaskan bahwa perencanaan pembelajaran merupakan kegiatan untuk merumuskan tujuan belajar, langkah mencapai tujuan tersebut, serta langkah menilai ketercapaian tujuan belajar. Pembelajaran dan asesmen juga dipandang sebagai satu siklus yang saling berkaitan.

Apa yang Dimaksud dengan Rencana Pembelajaran Mendalam?

Rencana Pembelajaran Mendalam merupakan arsip perencanaan yang digunakan pendidik untuk memandu penyelenggaraan pembelajaran agar siswa memperoleh pengalaman belajar yang utuh.

Dalam Buku PPA, pembelajaran mendalam didefinisikan sebagai pendekatan yang memuliakan siswa dengan menekankan pembuatan suasana belajar dan proses pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu. Kerangka pembelajaran mendalam terdiri atas dimensi profil lulusan, prinsip pembelajaran, pengalaman belajar, dan kerangka pembelajaran.

Dengan demikian, Modul Ajar alias Rencana Pembelajaran Mendalam sebaiknya tidak hanya berisi daftar materi dan langkah kegiatan guru, tetapi menggambarkan gimana murid:

  • memahami konsep secara mendalam;
  • mengaplikasikan pengetahuan dalam konteks nyata; dan
  • merefleksikan proses serta hasil belajarnya.

Apakah Modul Ajar Masih Dapat Digunakan?

Ya. Buku PPA Edisi Revisi 2025 secara definitif menyebut RPP alias modul ajar sebagai corak perencanaan pembelajaran.

Pendidik dapat mengembangkan perencanaan pembelajaran secara mandiri, mengembangkan berasas contoh yang disediakan pemerintah, alias menggunakan dan memodifikasi contoh sesuai kebutuhan belajar murid. Pemerintah juga menyediakan contoh alur tujuan pembelajaran dan perencanaan pembelajaran berupa RPP alias modul ajar melalui Platform Rumah Pendidikan.

Artinya, yang paling krusial bukan sekadar nama dokumennya, tetapi isi dan kualitas perencanaan pembelajaran tersebut serta kesesuaiannya dengan kebutuhan siswa dan tujuan pembelajaran.

Langkah-Langkah Membuat Modul Ajar alias Rencana Pembelajaran Mendalam

Secara garis besar, penyusunan perencanaan pembelajaran dilakukan melalui rangkaian:

Menganalisis Capaian Pembelajaran → Menyusun Tujuan Pembelajaran dan Alurnya → Merencanakan Pembelajaran dan Asesmen.

CP merupakan kompetensi yang kudu dicapai siswa pada akhir fase. Karena rumusan CP tetap berkarakter umum, pendidik perlu menguraikannya menjadi tujuan pembelajaran yang dapat dicapai secara berjenjang sampai akhir fase.

Berikut tata langkah praktisnya.

1. Analisis Capaian Pembelajaran

Langkah pertama adalah memahami Capaian Pembelajaran (CP) secara utuh.

Pendidik tidak cukup hanya mengambil satu kalimat CP, tetapi perlu mempelajari rasional, tujuan, karakteristik, serta capaian pembelajaran per fase pada mata pelajaran yang diampu. Hasil kajian CP kemudian digunakan sebagai dasar penyusunan tujuan pembelajaran dan alurnya.

Pada tahap ini, pembimbing dapat mengidentifikasi:

  • kompetensi yang kudu dikuasai murid;
  • pengetahuan alias konsep penting;
  • keterampilan yang perlu dikembangkan;
  • konteks yang relevan dengan murid;
  • keterkaitan dengan dimensi profil lulusan.

Untuk pendidikan dasar dan menengah, fase CP secara umum meliputi Fase A sampai Fase F, sedangkan PAUD menggunakan Fase Fondasi.

2. Menyusun Tujuan Pembelajaran

Setelah memahami CP, pendidik merumuskan Tujuan Pembelajaran (TP).

Menurut Buku PPA, tujuan pembelajaran dikembangkan dari CP dan perlu mencakup dua komponen utama, yaitu:

  1. Kompetensi, ialah kesatuan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang menunjukkan keahlian siswa sebagai hasil proses pembelajaran.
  2. Lingkup materi, ialah konten dan konsep utama yang perlu dipahami pada akhir unit pembelajaran.

Tujuan pembelajaran sebaiknya menggunakan kata kerja operasional yang relevan dan mendorong siswa mencapai kompetensi yang dituju.

Contoh

Kurang spesifik:

Murid memahami pencemaran lingkungan.

Lebih operasional:

Murid menganalisis penyebab pencemaran lingkungan di sekitar sekolah dan merancang solusi sederhana untuk menguranginya.

Tujuan kedua memberikan gambaran lebih jelas mengenai kompetensi dan lingkup materi yang kudu dicapai.

3. Menyusun Alur Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan kemudian diurutkan menjadi Alur Tujuan Pembelajaran (ATP).

ATP merupakan tujuan-tujuan pembelajaran yang telah diurutkan dalam satu fase dan kemudian ditetapkan per tahunnya. Pendidik dapat menggunakan contoh ATP yang tersedia, memodifikasinya sesuai kebutuhan, alias menyusun ATP secara mandiri.

Buku PPA juga menegaskan bahwa tidak ada format komponen ATP yang ditetapkan Pemerintah, sehingga satuan pendidikan dapat menyesuaikan format ATP dengan kebutuhannya.

4. Menentukan Dimensi Profil Lulusan

Dalam pembelajaran mendalam, pendidik perlu menentukan dimensi profil lulusan yang bakal dikembangkan melalui pembelajaran.

Buku PPA menyebut delapan dimensi profil lulusan, yaitu:

  1. Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME;
  2. Kewargaan;
  3. Penalaran kritis;
  4. Kreativitas;
  5. Kolaborasi;
  6. Kemandirian;
  7. Kesehatan; dan
  8. Komunikasi.

Guru tidak kudu memasukkan seluruh dimensi dalam satu modul ajar. Dimensi dipilih sesuai tujuan pembelajaran dan karakter mata pelajaran.

Yang penting, dimensi tersebut terintegrasi dalam proses pembelajaran, bukan sekadar ditulis sebagai formalitas dalam dokumen.

5. Menentukan Kerangka Pembelajaran

Selanjutnya pendidik menentukan kerangka pembelajaran yang terdiri atas empat komponen utama:

A. Praktik Pedagogis

Praktik pedagogis adalah model, strategi, alias metode pembelajaran yang dipilih untuk mencapai tujuan belajar.

Contohnya:

  • Problem Based Learning;
  • Project Based Learning;
  • Inquiry Learning;
  • pembelajaran berbasis permainan;
  • pembelajaran kolaboratif;
  • pembelajaran kontekstual;
  • pendekatan berbasis genre; dan
  • model pembelajaran lainnya.

Buku PPA menekankan bahwa praktik pedagogis perlu berfokus pada pengalaman autentik, praktik nyata, keahlian berpikir tingkat tinggi, dan kolaborasi.

B. Kemitraan Pembelajaran

Kemitraan pembelajaran berkarakter opsional, tetapi dapat memperkuat pembelajaran.

Kemitraan dapat melibatkan:

  • guru lintas mata pelajaran;
  • murid lintas kelas;
  • rekan sejawat;
  • orang tua;
  • komunitas;
  • tokoh masyarakat;
  • dunia upaya dan bumi industri;
  • institusi;
  • mitra profesional.

Dengan kemitraan, pembelajaran tidak hanya menjadi hubungan satu arah antara pembimbing dan murid, tetapi menjadi proses kolaboratif.

C. Lingkungan Pembelajaran

Lingkungan pembelajaran perlu dirancang agar menciptakan budaya belajar yang:

  • aman;
  • nyaman;
  • inklusif;
  • kolaboratif;
  • mendorong eksplorasi;
  • memberikan ruang untuk menyampaikan pendapat; dan
  • mendukung refleksi.

Lingkungan dapat berupa ruang kelas, lingkungan sekolah, lingkungan sekitar, maupun ruang virtual.

D. Pemanfaatan Teknologi Digital

Pemanfaatan digital berkarakter opsional, tetapi dapat menjadi pendukung pembelajaran yang interaktif, kolaboratif, dan kontekstual.

Contohnya:

  • video pembelajaran;
  • platform pembelajaran;
  • perpustakaan digital;
  • forum obrolan daring;
  • aplikasi penilaian;
  • aplikasi pengolah data;
  • kecerdasan artifisial sebagai perangkat dukung pembelajaran; dan
  • teknologi asistif bagi siswa berkebutuhan khusus.

Teknologi tidak kudu selalu digunakan. Penggunaannya perlu dipilih andaikan memang membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran.

6. Merancang Pengalaman Belajar: Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi

Ini merupakan salah satu bagian krusial dalam penyusunan Rencana Pembelajaran Mendalam.

Buku PPA menggunakan tiga pengalaman belajar, yaitu:

1. Memahami

Pada tahap memahami, siswa aktif mengonstruksi pengetahuan agar dapat memahami konsep alias materi secara mendalam.

Kegiatan dapat berupa:

  • mengamati;
  • membaca beragam sumber;
  • mengeksplorasi;
  • berdiskusi;
  • mengajukan pertanyaan;
  • menghubungkan pengetahuan baru dengan pengetahuan sebelumnya;
  • menganalisis informasi.

Pengetahuan yang dibangun meliputi pengetahuan esensial, pengetahuan aplikatif, serta pengetahuan nilai dan karakter.

Dalam merancang kegiatan memahami, pembimbing dapat mengintegrasikan prinsip berkesadaran, bermakna, dan/atau menggembirakan.

2. Mengaplikasi

Tahap mengaplikasi membawa siswa menggunakan pengetahuan yang telah dipahami dalam konteks nyata.

Murid dapat:

  • menyelesaikan masalah;
  • melakukan eksperimen;
  • membuat produk;
  • melakukan praktik;
  • membuat proyek;
  • melakukan simulasi;
  • menganalisis kasus;
  • menerapkan konsep pada situasi kehidupan sehari-hari.

Tahap ini mendorong siswa menghubungkan ide, melakukan analisis, serta mengembangkan solusi imajinatif dan inovatif.

3. Merefleksi

Tahap merefleksi bukan sekadar meminta siswa mengulang materi.

Murid diarahkan untuk:

  • mengevaluasi proses belajar;
  • memaknai pengalaman;
  • mengevaluasi hasil tindakan;
  • mengidentifikasi kesulitan;
  • menentukan perihal yang sudah berhasil;
  • memperbaiki strategi belajar;
  • merancang tindak lanjut.

Refleksi juga mengembangkan keahlian izin diri dan metakognisi murid.

7. Menerapkan Prinsip Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan

Ketiga prinsip tersebut menjadi karakter krusial dalam pembelajaran mendalam.

Berkesadaran

Murid memahami tujuan pembelajaran, mempunyai motivasi belajar, fokus, serta terlibat dalam menentukan strategi belajarnya.

Contoh:

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik, kemudian memberikan kesempatan kepada siswa menentukan langkah menyelesaikan masalah.

Bermakna

Pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata, pengalaman sebelumnya, serta persoalan yang relevan dengan kehidupan murid.

Contoh:

Dalam pembelajaran matematika, siswa menggunakan konsep bilangan untuk menyelesaikan masalah jual beli dan literasi finansial.

Menggembirakan

Pembelajaran menciptakan suasana positif, menantang, menyenangkan, memotivasi, dan memberikan ruang bagi prakarsa serta produktivitas murid.

Jadi, pembelajaran menggembirakan bukan berfaedah sekadar membikin kegiatan menjadi permainan. Yang lebih krusial adalah siswa merasa nyaman, tertantang, terlibat, dan mendapatkan pengalaman belajar yang berkesan.

8. Merancang Asesmen Pembelajaran

Asesmen kudu dirancang sebagai bagian dari pembelajaran, bukan ditempatkan hanya pada akhir pembelajaran.

Buku PPA menjelaskan bahwa perencanaan asesmen diawali dengan menentukan tujuan asesmen, kemudian memilih alias mengembangkan instrumen yang sesuai dengan tujuan, karakter murid, serta rencana pembelajaran.

Dalam pembelajaran mendalam, asesmen tetap mencakup:

Asesmen Awal

Digunakan untuk mengetahui kesiapan siswa sebelum pembelajaran dan menjadi dasar untuk menyesuaikan rancangan pembelajaran.

Asesmen Proses/Formative

Dilaksanakan selama pembelajaran untuk mengetahui perkembangan siswa dan memberikan umpan balik.

Asesmen Akhir/Sumatif

Digunakan untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran secara menyeluruh.

Asesmen dalam pembelajaran mendalam menekankan asesmen yang autentik dan holistik.

Teknik asesmen dapat berupa:

  • tes tertulis;
  • tes lisan;
  • observasi;
  • performa/praktik;
  • produk;
  • projek;
  • portofolio;
  • penilaian diri;
  • penilaian antarteman; dan
  • teknik lain yang sesuai tujuan asesmen.

9. Gunakan Pendekatan Backward Design

Buku PPA juga memperkenalkan penggunaan Backward Design dalam merancang pembelajaran.

Urutannya adalah:

Apa yang mau dicapai? → Bukti apa yang menunjukkan tujuan telah tercapai? → Kegiatan pembelajaran apa yang membantu siswa mencapai tujuan tersebut?

Dengan demikian, pembimbing tidak memulai dari pertanyaan:

“Hari ini saya mau mengajar materi apa?”

Tetapi mulai dari:

“Kompetensi apa yang kudu dimiliki murid?”

Kemudian:

“Bukti apa yang menunjukkan bahwa siswa sudah mencapai kompetensi tersebut?”

Barulah pembimbing menentukan:

“Kegiatan pembelajaran seperti apa yang dapat membantu siswa mencapainya?”

Buku PPA merumuskan tiga langkah backward design tersebut sebagai memahami tujuan pembelajaran, menentukan strategi asesmen, dan merancang proses belajar.

Struktur Modul Ajar alias Rencana Pembelajaran Mendalam

Berdasarkan contoh kerangka perencanaan pembelajaran dalam Buku PPA, struktur praktis yang dapat digunakan pembimbing adalah sebagai berikut:

A. Identifikasi

1. Asesmen Awal

Tuliskan strategi asesmen awal yang digunakan untuk mengetahui kesiapan siswa serta tindak lanjut berasas hasil asesmen.

2. Dimensi Profil Lulusan

Pilih dimensi profil lulusan yang relevan dengan tujuan pembelajaran.

B. Desain Pembelajaran

1. Tujuan Pembelajaran

Tuliskan tujuan yang memuat kompetensi dan konten pada ruang lingkup materi menggunakan kata kerja operasional.

2. Praktik Pedagogis

Tuliskan model, strategi, alias metode pembelajaran yang digunakan.

3. Kemitraan Pembelajaran

Tuliskan corak kerjasama andaikan diperlukan.

4. Lingkungan Pembelajaran

Jelaskan lingkungan fisik, virtual, dan budaya belajar yang bakal dibangun.

5. Pemanfaatan Digital

Tuliskan teknologi alias media digital yang digunakan andaikan relevan.

Komponen-komponen tersebut ditampilkan dalam contoh kerangka perencanaan pembelajaran pada Buku PPA.

C. Langkah-Langkah Pembelajaran

1. Memahami

Tuliskan kegiatan yang membikin siswa aktif membangun pemahaman.

2. Mengaplikasi

Tuliskan kegiatan yang membikin siswa menerapkan pengetahuan dalam konteks nyata.

3. Merefleksi

Tuliskan kegiatan yang membikin siswa mengevaluasi dan memaknai proses serta hasil belajar.

Ketiga pengalaman belajar tersebut dapat berjalan dalam satu alias beberapa kali pertemuan.

D. Asesmen Pembelajaran

Tuliskan teknik dan instrumen asesmen yang digunakan selama proses dan pada akhir pembelajaran.

Contoh Format Sederhana Rencana Pembelajaran Mendalam

KomponenIsi yang Dirancang
IdentifikasiKesiapan murid, karakter materi, dan dimensi profil lulusan
Asesmen AwalTeknik asesmen dan tindak lanjut
Tujuan PembelajaranKompetensi dan lingkup materi
Praktik PedagogisModel/strategi/metode pembelajaran
Kemitraan PembelajaranKolaborasi dengan pihak yang relevan
Lingkungan PembelajaranBudaya, ruang fisik, dan/atau ruang virtual
Pemanfaatan DigitalMedia/platform digital jika diperlukan
MemahamiAktivitas membangun pemahaman
MengaplikasiAktivitas penerapan dalam konteks nyata
MerefleksiEvaluasi, pemaknaan, dan tindak lanjut
AsesmenAsesmen awal, proses, dan akhir

Format tersebut merupakan penyederhanaan dari kerangka perencanaan pembelajaran yang dicontohkan dalam Buku PPA. Pendidik tetap dapat mengembangkan format sesuai kebutuhan lantaran pedoman memberikan elastisitas dalam pengembangan mekanisme, prosedur, dan format selama tidak mengurangi standar yang ditetapkan dalam regulasi.

Contoh Alur Penyusunan Modul Ajar

Agar lebih mudah diterapkan, pembimbing dapat menggunakan alur berikut:

1. Baca CP secara utuh

2. Tentukan kompetensi dan materi esensial

3. Susun Tujuan Pembelajaran

4. Tentukan dimensi profil lulusan yang relevan

5. Tentukan bukti ketercapaian tujuan melalui asesmen

6. Pilih praktik pedagogis

7. Rancang kemitraan dan lingkungan pembelajaran

8. Tentukan pemanfaatan digital jika diperlukan

9. Susun pengalaman belajar Memahami

10. Susun pengalaman belajar Mengaplikasi

11. Susun pengalaman belajar Merefleksi

12. Tentukan asesmen awal, proses, dan akhir

13. Tentukan tindak lanjut berasas hasil asesmen

Dengan alur tersebut, modul ajar tidak menjadi sekadar arsip administratif, tetapi betul-betul menjadi panduan pembimbing dalam menciptakan pengalaman belajar yang berarti bagi murid.

Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Guru

Ada beberapa perihal yang perlu diperhatikan ketika membikin Modul Ajar alias Rencana Pembelajaran Mendalam.

1. Jangan membikin modul hanya untuk memenuhi administrasi

Perencanaan pembelajaran semestinya betul-betul membantu pembimbing melaksanakan pembelajaran sehari-hari untuk mencapai tujuan pembelajaran.

2. Jangan memaksakan semua model pembelajaran

Guru tidak kudu menggunakan Project Based Learning, Inquiry, Problem Based Learning, alias model tertentu dalam setiap pembelajaran.

Model dipilih berasas tujuan pembelajaran, karakter materi, kondisi murid, dan konteks satuan pendidikan.

3. Jangan memasukkan semua dimensi profil lulusan

Pilih dimensi yang betul-betul relevan dengan pembelajaran.

4. Jangan menjadikan teknologi sebagai kewajiban

Teknologi digital berkarakter opsional. Gunakan andaikan memang membantu menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, alias kontekstual.

5. Jangan melupakan asesmen awal

Asesmen awal sangat krusial untuk mengetahui kesiapan siswa sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kondisi mereka. Buku PPA menempatkan asesmen awal sebagai bagian krusial dalam perencanaan pembelajaran.

6. Pastikan kegiatan mengarah pada tujuan

Setiap kegiatan dalam modul sebaiknya mempunyai hubungan yang jelas dengan tujuan pembelajaran.

Contoh Singkat Penerapan

Misalnya pembimbing mau mengajarkan materi literasi finansial.

Tujuan Pembelajaran

Murid bisa menyelesaikan persoalan keseharian yang melibatkan konsep bilangan bulat dan logis dalam konteks literasi finansial.

Praktik Pedagogis

Pembelajaran berbasis masalah dan obrolan kelompok.

Kemitraan

Guru dapat melibatkan pihak seperti tenaga kerja bank alias instansi pegadaian untuk memberikan wawasan mengenai produk keuangan.

Lingkungan Pembelajaran

Kelas dibuat sebagai ruang obrolan dan eksplorasi yang memungkinkan siswa bekerja secara kolaboratif.

Pemanfaatan Digital

Murid dapat menggunakan video, Microsoft Excel, dan kalkulator.

Memahami

Murid mengawasi dan mendiskusikan persoalan jual beli.

Mengaplikasi

Murid menyelesaikan persoalan finansial yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Merefleksi

Murid menjelaskan strategi yang digunakan, kesulitan yang dihadapi, dan gimana konsep tersebut dapat digunakan dalam kehidupan.

Contoh seperti ini sejalan dengan contoh arsip perencanaan pembelajaran SMP dalam Buku PPA yang menggunakan konteks bilangan dan literasi finansial.

Inti Perbedaan Perencanaan Pembelajaran Mendalam

Perencanaan pembelajaran mendalam tidak berfaedah pembimbing kudu membikin arsip yang semakin panjang dan rumit.

Justru Buku PPA menekankan bahwa arsip perencanaan pembelajaran disusun secara fleksibel, jelas, dan sederhana.

Hal yang membedakan adalah langkah pembimbing merancang pembelajaran.

Pembelajaran diarahkan agar:

Murid memahami → siswa mengaplikasikan → siswa merefleksikan.

Sementara prosesnya dibangun dengan prinsip:

Berkesadaran → Bermakna → Menggembirakan.

Dan didukung oleh:

Praktik Pedagogis + Kemitraan Pembelajaran + Lingkungan Pembelajaran + Pemanfaatan Teknologi Digital.

Dengan demikian, Modul Ajar alias Rencana Pembelajaran Mendalam bukan sekadar kumpulan langkah kegiatan pembelajaran, melainkan sebuah rancangan yang menghubungkan tujuan, asesmen, pengalaman belajar, lingkungan, dan strategi pembelajaran secara utuh.

Kesimpulan

Tata langkah membikin Modul Ajar alias Rencana Pembelajaran Mendalam merujuk pada Buku PPA Edisi Revisi 2025 pada dasarnya dimulai dari kajian CP, penyusunan TP dan ATP, kemudian dilanjutkan dengan perencanaan pembelajaran dan asesmen.

Dalam merancangnya, pembimbing perlu mengidentifikasi kesiapan siswa dan dimensi profil lulusan, menentukan tujuan pembelajaran, memilih praktik pedagogis, merancang kemitraan dan lingkungan pembelajaran, serta menentukan pemanfaatan teknologi digital jika diperlukan.

Selanjutnya, kegiatan pembelajaran dirancang melalui pengalaman Memahami, Mengaplikasi, dan Merefleksi, dengan menerapkan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.

Yang tidak kalah penting, asesmen kudu menjadi bagian dari proses pembelajaran. Asesmen awal digunakan untuk mengetahui kesiapan murid, asesmen proses untuk memberikan umpan kembali dan memantau perkembangan, sedangkan asesmen akhir digunakan untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran.

Dengan pendekatan tersebut, pembimbing mempunyai ruang untuk mengembangkan Modul Ajar alias Rencana Pembelajaran Mendalam sesuai karakter murid, mata pelajaran, lingkungan sekolah, serta sarana dan prasarana yang tersedia.\

FAQ Tata Cara Membuat Modul Ajar alias Rencana Pembelajaran Mendalam

Apakah Modul Ajar tetap digunakan dalam pembelajaran mendalam?

Ya. Buku PPA Edisi Revisi 2025 secara definitif menyebut RPP alias modul ajar sebagai corak perencanaan pembelajaran. Guru dapat membikin sendiri, memodifikasi contoh pemerintah, alias menggunakan contoh yang tersedia sesuai kebutuhan murid.

Apa saja komponen utama Rencana Pembelajaran Mendalam?

Kerangka perencanaan dalam Buku PPA mencakup identifikasi, kreasi pembelajaran, pengalaman belajar, dan asesmen. Desain pembelajaran mencakup tujuan pembelajaran, praktik pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, serta pemanfaatan digital.

Apa tiga pengalaman belajar dalam pembelajaran mendalam?

Tiga pengalaman belajar tersebut adalah Memahami, Mengaplikasi, dan Merefleksi. Ketiganya merupakan langkah alias jalan yang ditempuh siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Apa tiga prinsip pembelajaran mendalam?

Tiga prinsip utamanya adalah berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Ketiganya saling melengkapi dalam membangun pengalaman belajar yang mendalam.

Apakah semua dimensi profil lulusan kudu dimasukkan dalam satu modul?

Tidak. Guru memilih dimensi profil lulusan yang relevan dengan tujuan pembelajaran dan karakter mata pelajaran. Dimensi tersebut sebaiknya terintegrasi dalam proses pembelajaran, bukan hanya dituliskan dalam dokumen.

Apakah pemanfaatan teknologi digital wajib dicantumkan?

Tidak. Pemanfaatan digital berkarakter opsional dan digunakan secara strategis andaikan dapat mendukung pembelajaran yang interaktif, kolaboratif, dan kontekstual.

Apakah pembimbing wajib menggunakan Project Based Learning?

Tidak. Guru dapat memilih model alias strategi yang paling sesuai dengan tujuan pembelajaran. Buku PPA memberikan contoh beragam praktik pedagogis, antara lain pembelajaran berbasis projek, masalah, inkuiri, permainan, genre, dan kolaboratif.

Apakah asesmen hanya dilakukan di akhir pembelajaran?

Tidak. Perencanaan asesmen mencakup asesmen pada awal, proses, dan akhir pembelajaran. Asesmen awal digunakan untuk mengetahui kesiapan murid, sedangkan asesmen selama proses memberikan info dan umpan kembali untuk memperbaiki pembelajaran.

Apakah format Modul Ajar kudu sama untuk semua guru?

Tidak. Buku PPA memberikan elastisitas kepada pendidik untuk mengembangkan mekanisme, prosedur, dan format sesuai konteks masing-masing, sepanjang tidak mengurangi standar yang ditetapkan pemerintah.

Apa prinsip terpenting dalam membikin Rencana Pembelajaran Mendalam?

Prinsip terpenting adalah memastikan seluruh rancangan betul-betul mengarah pada tujuan pembelajaran dan kebutuhan murid. Guru perlu memikirkan apa yang mau dicapai, bukti ketercapaian tujuan, kemudian kegiatan yang dapat membantu siswa mencapai tujuan tersebut. Inilah inti pendekatan backward design dalam Buku PPA.

Download Modul Ajar (RPM) IPS Sosiiologi Kelas 12 SMA

Bagi yang memerlukan Modul Ajar (RPM) IPS Sosiologi Kelas 12 SMA silahkan download melalui link download yang tersedia di bawah ini

Link Download Modul Ajar (RPM) IPS Sosiologi Kelas 12 SMA MA SMK

Baca Juga!

Download Modul Ajar (RPM) Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA MA SMK

Download Modul Ajar (RPM) Matematika Kelas 12 SMMA SMK

Download Modul Ajar (RPM) PAI BP Kelas 12 SMA MA SMK

Download Modul Ajar (RPM) Pendidikan Pancasila Kelas 12 SMA MA SMK

Download Modul Ajar (RPM) Bahasa Inggris Kelas 12 SMA MA SMK

Download Modul Ajar (RPM) IPS Geografi Kelas 12 SMA MA SMK

Download Modul Ajar (RPM) Informatika Kelas 12 SMA MA SMK

Download Modul Ajar (RPM) IPA Biologi Kelas 12 SMA MA SMK

Download Modul Ajar (RPM) IPA FISIKA Kelas 12 SMA MA SMK

Download Modul Ajar (RPM) IPA KIMIA Kelas 12 SMA MA SMK

Download Modul Ajar (RPM) IPS Ekonomi Kelas 12 SMA MA SMK

Download Modul Ajar (RPM) IPS Sejarah Kelas 12 SMA MA SMK

Demikin info tentang Link Download Modul Ajar dan Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) IPS Sosiiologi Kelas 12 SMA MA SMK jenis Terbaru.

Selengkapnya