

Buku Panduan Kokurikuler PAUD SD SMP SMA Sederajat merupakan arsip krusial bagi satuan pendidikan dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan kokurikuler agar lebih terarah, bermakna, kontekstual, serta sesuai dengan kebutuhan murid.
Panduan ini diterbitkan oleh Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Dokumen yang dibahas dalam tulisan ini berjudul Panduan Kokurikuler Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah dan diterbitkan pada tahun 2025.
Bagi kepala satuan pendidikan, guru, koordinator kokurikuler, maupun pihak lain yang terlibat dalam pembelajaran, pedoman ini dapat menjadi referensi untuk mengembangkan kegiatan kokurikuler yang tidak sekadar menjadi kegiatan tambahan, tetapi betul-betul mendukung penguatan kompetensi dan karakter murid.
Download Panduan Kokurikuler PAUD SD SMP SMA Sederajat
Bagi Bapak/Ibu yang memerlukan arsip lengkapnya, kami menyediakan Panduan Kokurikuler PAUD SD SMP SMA Sederajat dalam format PDF.
👉 DOWNLOAD PANDUAN KOKURIKULER PAUD SD SMP SMA SEDERAJAT (PDF)
Nama dokumen: Panduan Kokurikuler Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah
Penerbit: Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Kemendikdasmen
Format: PDF
Apa Itu Kokurikuler?
Dalam panduan, kokurikuler didefinisikan sebagai kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan untuk penguatan, pendalaman, dan/atau pengayaan kegiatan intrakurikuler dalam rangka mengembangkan kompetensi murid, terutama penguatan karakter.
Dengan demikian, kokurikuler mempunyai posisi strategis dalam memberikan pengalaman belajar yang lebih luas. Murid tidak hanya belajar memahami konsep, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mengaplikasikan pengetahuan, melakukan refleksi, berkolaborasi, serta menghadapi persoalan yang relevan dengan kehidupan nyata.
Panduan menekankan bahwa kegiatan kokurikuler dapat menjadi ruang bagi siswa untuk belajar secara berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
Tujuan Kokurikuler
Tujuan utama kegiatan kokurikuler adalah mendukung pencapaian delapan dimensi profil lulusan melalui pengalaman belajar yang berarti dan kontekstual.
Delapan dimensi profil lulusan tersebut meliputi:
- Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
- Kewargaan
- Penalaran kritis
- Kreativitas
- Kolaborasi
- Kemandirian
- Kesehatan
- Komunikasi
Kedelapan dimensi tersebut merupakan hasil dari capaian pengetahuan, keterampilan, dan karakter murid.
Karena itu, kegiatan kokurikuler sebaiknya tidak dibuat secara acak. Satuan pendidikan perlu terlebih dulu menentukan dimensi profil lulusan yang bakal diperkuat, kemudian memilih tema dan corak kegiatan yang sesuai.
Karakteristik Kegiatan Kokurikuler
Kegiatan kokurikuler berkarakter fleksibel dan kontekstual. Satuan pendidikan dapat mengembangkan beragam corak kegiatan sesuai kebutuhan siswa dan karakter lingkungan sekolah.
Namun, elastis bukan berfaedah kegiatan dibuat tanpa perencanaan. Panduan menegaskan bahwa kegiatan kokurikuler perlu berangkat dari identifikasi dimensi profil lulusan yang mau dikuatkan alias diperdalam.
Secara umum, kegiatan kokurikuler perlu:
- memiliki tujuan memperkuat satu alias lebih dimensi profil lulusan;
- menggunakan tema yang relevan dengan konteks sosial budaya dan karakter murid;
- mengelola alokasi waktu secara elastis sesuai struktur kurikulum;
- memiliki rangkaian kegiatan yang terencana;
- memuat tujuan, langkah-langkah pelaksanaan, dan asesmen.
Tiga Bentuk Utama Kokurikuler
Dalam Panduan Kokurikuler, terdapat tiga corak utama yang dapat dipilih dan dikembangkan oleh satuan pendidikan.
1. Pembelajaran Kolaboratif Lintas Disiplin Ilmu
Bentuk ini mengintegrasikan dua alias lebih mata pelajaran alias muatan pembelajaran dalam satu tema yang relevan dengan kehidupan nyata murid.
Tujuannya adalah membantu siswa memandang keterkaitan antarkeilmuan sekaligus mengembangkan delapan dimensi profil lulusan. Untuk PAUD, lintas disiplin dapat dipahami sebagai lintas aspek perkembangan pada komponen Capaian Pembelajaran PAUD.
Contohnya adalah tema “Lingkunganku Sehat, Aku Kuat”. Murid dapat mengawasi kondisi lingkungan, mengidentifikasi masalah kebersihan, mengolah data, membikin laporan, kemudian menghasilkan poster alias media kampanye kesehatan.
Kegiatan tersebut dapat melibatkan IPAS, Matematika, Bahasa Indonesia, serta Seni dan Budaya.
2. Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH)
Kokurikuler juga dapat dilaksanakan melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH).
Tujuh kebiasaan tersebut adalah:
- Bangun pagi
- Beribadah
- Berolahraga
- Makan sehat dan bergizi
- Gemar belajar
- Bermasyarakat
- Tidur cepat
Dalam panduan, G7KAIH bukan sekadar semboyan alias rayuan moral, tetapi menjadi bagian dari proses pendidikan karakter yang dirancang melalui identifikasi kebutuhan, tujuan, pelaksanaan, pendampingan, dan asesmen.
Pada PAUD, kegiatan G7KAIH dapat diintegrasikan dengan kegiatan intrakurikuler selama tema dan aktivitasnya berangkaian dengan 7KAIH.
3. Cara Lainnya
Satuan pendidikan juga dapat mengembangkan kegiatan kokurikuler melalui cara lainnya.
Bentuk ini dapat berupa kegiatan unik satuan pendidikan, kegiatan berbasis konteks lokal, kegiatan berbasis nilai-nilai satuan pendidikan, maupun kegiatan yang dikembangkan berasas potensi dan kebutuhan murid.
Contohnya antara lain:
- kelas membatik;
- permainan tradisional;
- praktik bertani alias berkebun;
- kegiatan pelestarian budaya;
- pagelaran seni;
- kegiatan berbasis potensi masyarakat sekitar.
Kegiatan tersebut dapat menjadi kokurikuler selama dirancang secara terencana, melibatkan siswa secara aktif, mempunyai asesmen yang relevan, serta berorientasi pada penguatan delapan dimensi profil lulusan.
Kerangka Pembelajaran Kokurikuler
Agar kokurikuler menjadi pengalaman belajar yang bermakna, pedoman menggunakan empat komponen utama, yaitu:
Praktik Pedagogis
Pendidik berkedudukan sebagai aktivator, kolaborator, dan developer budaya belajar. Pembelajaran dapat menggunakan pendekatan seperti inquiry, project-based learning, pembelajaran berbasis masalah, dan ruang eksplorasi.
Lingkungan Pembelajaran
Lingkungan belajar tidak terbatas pada ruang kelas. Murid dapat belajar di lingkungan satuan pendidikan, masyarakat, organisasi lokal, maupun ruang digital.
Lingkungan pembelajaran perlu aman, terbuka, inklusif, dan menghargai keberagaman langkah belajar murid.
Kemitraan Pembelajaran
Pelaksanaan kokurikuler dapat melibatkan beragam pihak melalui konsep Catur Pusat Pendidikan, ialah satuan pendidikan, keluarga, masyarakat, dan media.
Kemitraan tersebut dapat diperluas dengan komunitas, bumi upaya dan bumi industri, tokoh masyarakat, maupun tokoh kepercayaan sesuai kebutuhan kegiatan.
Pemanfaatan Teknologi Digital
Teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk mencari referensi, mendokumentasikan kegiatan, berkolaborasi, memvisualisasikan ide, mempublikasikan hasil pembelajaran, serta mendukung asesmen dan pertukaran info antarguru.
Tahapan Perencanaan Kokurikuler
Perencanaan kokurikuler dimulai dengan pembentukan tim kerja kokurikuler. Pada awal tahun ajaran, kepala satuan pendidikan membentuk tim yang dapat terdiri atas kepala satuan pendidikan, koordinator kokurikuler, pembimbing kelas/guru mata pelajaran, tenaga kependidikan, serta penduduk satuan pendidikan lainnya yang relevan.
Selanjutnya dilakukan kajian satuan pendidikan dengan memperhatikan:
- kebutuhan belajar murid;
- minat dan talenta murid;
- capaian pembelajaran yang belum optimal;
- sumber daya fisik;
- sumber daya manusia;
- kondisi finansial;
- lingkungan sekitar;
- kondisi sosial dan karakter kehidupan murid.
Dari hasil kajian tersebut, satuan pendidikan menentukan:
Dimensi Profil Lulusan → Tema → Bentuk Kegiatan → Tujuan Pembelajaran → Alokasi Waktu → Aktivitas → Asesmen → Evaluasi dan Tindak Lanjut.
Contoh Tema Kokurikuler
Panduan memberikan beberapa referensi tema yang dapat digunakan sebagai inspirasi, antara lain:
- Generasi sehat dan bugar
- Peduli dan berbagi
- Aku cinta Indonesia
- Hidup irit dan produktif
- Berkarya untuk sesama dan bangsa
- Gaya hidup berkelanjutan
- dan tema-tema lain yang sesuai konteks satuan pendidikan.
Tema tersebut bukan merupakan daftar yang kudu digunakan secara kaku. Satuan pendidikan didorong untuk mengembangkan tema lain sesuai kebutuhan, kondisi lingkungan, karakter murid, serta potensi daerah.
Alokasi Waktu Kokurikuler PAUD, SD, SMP, SMA dan SMK
Panduan juga mencantumkan alokasi waktu kegiatan kokurikuler dalam satu tahun pelajaran.
| PAUD/sederajat | – | Ditetapkan satuan pendidikan |
| SD/MI | I | 216 JP/tahun |
| SD/MI | II | 216 JP/tahun |
| SD/MI | III–IV | 252 JP/tahun |
| SD/MI | V | 252 JP/tahun |
| SD/MI | VI | 224 JP/tahun |
| SMP/MTs | VII–VIII | 360 JP/tahun |
| SMP/MTs | IX | 320 JP/tahun |
| SMA/MA | X | 396 JP/tahun |
| SMA/MA | XI | 144 JP/tahun |
| SMA/MA | XII | 128 JP/tahun |
Untuk SMK/MAK, alokasinya adalah kelas X sebanyak 180 JP, kelas XI 144 JP, kelas XII program 3 tahun 32 JP, dan kelas XII program 4 tahun 144 JP.
Alokasi tersebut merupakan total penyelenggaraan kokurikuler dalam satu tahun pelajaran. Satuan pendidikan dapat membaginya menjadi dua semester dan tidak kudu membagi waktu setiap kegiatan secara sama. Hal ini memberikan keleluasaan dalam menyusun kegiatan kokurikuler sesuai kebutuhan.
Contoh Program Kokurikuler PAUD SD SMP SMA Sederajat
Selain Panduan Kokurikuler, kami juga menyediakan Contoh Program Kokurikuler PAUD SD SMP SMA Sederajat yang dapat digunakan sebagai bahan referensi dalam menyusun program di satuan pendidikan.
👉 DOWNLOAD CONTOH PROGRAM KOKURIKULER PAUD SD SMP SMA SEDERAJAT
Contoh program tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing satuan pendidikan. Panduan sendiri memberikan contoh perencanaan kegiatan yang mencakup dimensi profil lulusan, tujuan pembelajaran, praktik pedagogis, lingkungan belajar, kemitraan pembelajaran, pemanfaatan digital, kegiatan, serta alokasi waktu.
Sebagai contoh, pada jenjang SMP terdapat inspirasi kegiatan bertema Peduli Lingkungan dengan konsentrasi penalaran kritis dan komunikasi. Kegiatan dapat menggunakan pembelajaran berbasis proyek, kerjasama guru, pemanfaatan laptop/proyektor serta aplikasi presentasi, dan kegiatan nyata untuk menganalisis kondisi lingkungan.
Pelaksanaan dan Asesmen Kokurikuler
Kegiatan kokurikuler perlu memberikan pengalaman belajar yang mencakup tiga proses penting, yaitu:
- Memahami
- Mengaplikasi
- Merefleksi
Ketiganya dirancang sebagai rangkaian pengalaman belajar sehingga kegiatan tidak berakhir pada aktivitas, tetapi menghasilkan proses pembelajaran yang bermakna.
Asesmen digunakan untuk memandang perkembangan dan akibat kegiatan terhadap kompetensi murid. Dalam penyelenggaraan G7KAIH misalnya, asesmen dapat digunakan untuk memandang perubahan kebiasaan dan sikap murid.
Pelaporan Hasil Kokurikuler
Panduan juga memuat bagian unik mengenai pelaporan hasil kokurikuler. Pelaporan menjadi bagian dari rangkaian penyelenggaraan kokurikuler setelah kegiatan dan asesmen dilakukan.
Karena itu, satuan pendidikan perlu memastikan kegiatan, asesmen, dokumentasi, dan hasil pembelajaran terdokumentasi dengan baik sehingga perkembangan siswa dapat menjadi bahan refleksi dan tindak lanjut.
Evaluasi dan Tindak Lanjut
Evaluasi kokurikuler tidak hanya memandang hasil akhir, tetapi juga penyelenggaraan kegiatan secara keseluruhan.
Dalam panduan, pertimbangan mencakup antara lain tujuan evaluasi, pelaksana evaluasi, model evaluasi, kajian hasil evaluasi, serta tindak lanjut.
Hasil pertimbangan dapat digunakan untuk memperbaiki kegiatan berikutnya sehingga program kokurikuler semakin sesuai dengan kebutuhan siswa dan kondisi satuan pendidikan.
Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Sekolah
Dalam menyusun program kokurikuler, satuan pendidikan sebaiknya tidak hanya memilih kegiatan yang terlihat menarik. Yang lebih krusial adalah memastikan adanya hubungan antara kebutuhan murid, dimensi profil lulusan, tema, tujuan pembelajaran, aktivitas, asesmen, dan tindak lanjut.
Kegiatan yang sudah biasa dilakukan di sekolah juga dapat dikembangkan menjadi kegiatan kokurikuler. Panduan memberikan contoh kerja hormat yang dapat dikaitkan dengan dimensi kerjasama dan kebiasaan bermasyarakat, selama kegiatan tersebut dirancang secara sadar, terencana, melibatkan siswa secara aktif, serta terhubung dengan nilai yang mau ditanamkan.
Dengan demikian, sekolah tidak selalu kudu membikin kegiatan baru. Praktik baik yang sudah melangkah dapat dikembangkan dan diselaraskan dengan tujuan kokurikuler.
FAQ Panduan Kokurikuler PAUD SD SMP SMA Sederajat
Apa yang dimaksud dengan kokurikuler?
Kokurikuler adalah kegiatan pembelajaran untuk penguatan, pendalaman, dan/atau pengayaan kegiatan intrakurikuler dalam rangka pengembangan kompetensi murid, terutama penguatan karakter.
Apa tujuan utama kegiatan kokurikuler?
Kegiatan kokurikuler bermaksud mendukung pencapaian delapan dimensi profil lulusan melalui pengalaman belajar yang berarti dan kontekstual.
Apa saja delapan dimensi profil lulusan?
Delapan dimensi tersebut adalah keagamaan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi.
Apakah kegiatan kokurikuler wajib berupa proyek?
Tidak. Panduan memberikan tiga corak utama, ialah pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu, Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, dan langkah lainnya yang sesuai konteks satuan pendidikan serta memenuhi kriteria kokurikuler.
Apakah PAUD dapat melaksanakan kokurikuler?
Ya. Pada satuan PAUD, kokurikuler dapat diintegrasikan dengan kegiatan intrakurikuler alias diberikan tema dan alokasi waktu tersendiri selama tujuan dan hasil pembelajarannya memperkuat delapan dimensi profil lulusan.
Apakah sekolah dapat membikin tema kokurikuler sendiri?
Ya. Satuan pendidikan didorong untuk mengembangkan tema yang sesuai dengan kondisi, kebutuhan, karakter murid, dan konteks sosial budaya setempat.
Apakah orang tua dapat dilibatkan dalam kegiatan kokurikuler?
Ya. Panduan memberikan ruang bagi keterlibatan orang tua, masyarakat, dan/atau bumi kerja dalam merancang serta menyelenggarakan kokurikuler.
Apakah alokasi waktu kokurikuler kudu dibagi sama rata setiap kegiatan?
Tidak. Alokasi waktu merupakan total dalam satu tahun pelajaran. Satuan pendidikan dapat membaginya menjadi dua semester dan alokasi waktu setiap kegiatan tidak kudu sama.
Apakah kegiatan yang sudah melangkah di sekolah dapat dijadikan kokurikuler?
Bisa. Kegiatan yang sudah melangkah dapat diadaptasi menjadi kokurikuler selama dirancang secara sadar dan terencana, melibatkan siswa secara aktif, serta diarahkan pada penguatan dimensi profil lulusan.
Apakah tersedia contoh program kokurikuler?
Ya. Kami menyediakan Contoh Program Kokurikuler PAUD SD SMP SMA Sederajat yang dapat digunakan sebagai referensi dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing satuan pendidikan.
Penutup
Panduan Kokurikuler PAUD SD SMP SMA Sederajat memberikan ruang yang cukup elastis bagi satuan pendidikan untuk mengembangkan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan siswa dan lingkungan sekitar.
Kokurikuler bukan sekadar kegiatan tambahan di luar pembelajaran. Dengan perencanaan yang tepat, kokurikuler dapat menjadi sarana untuk menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan nyata sekaligus memperkuat delapan dimensi profil lulusan.
Semoga Panduan Kokurikuler PAUD SD SMP SMA Sederajat dan Contoh Program Kokurikuler yang kami bagikan dapat membantu kepala sekolah, guru, koordinator kokurikuler, dan satuan pendidikan dalam menyusun serta melaksanakan kegiatan kokurikuler yang lebih terarah, bermakna, dan kontekstual.