Empat Jenis Pernikahan Arab Jahiliyah Yang Dihapus Islam Untuk Memuliakan Wanita

Jun 23, 2026 05:12 PM - 10 jam yang lalu 484

Kincai Media ,JAKARTA -- Sebelum datangnya Islam, masyarakat Arab hidup dengan beragam tradisi dan kebiasaan yang berbeda dari aliran hukum yang dibawa Nabi Muhammad SAW. Salah satu aspek yang mengalami perubahan besar adalah sistem pernikahan. Pada masa Jahiliyah, dikenal sejumlah bentuk pernikahan yang sebagian di antaranya bertentangan dengan nilai-nilai kehormatan, nasab, dan perlindungan terhadap wanita yang kemudian ditegakkan oleh Islam.

Di kalangan bangsa Arab pada masa Jahiliyah terdapat beberapa kelas masyarakat yang kondisinya berbeda satu sama lain. Hubungan seseorang dengan family di kalangan bangsawan Arab sangat diunggulkan dan diprioritaskan, dihormati, dan dijaga, sekalipun kudu dengan pedang yang terhunus dan darah yang tertumpah.

Jika seseorang mau dipuji dan terpandang di mata bangsa Arab lantaran kemuliaan dan keberaniannya, maka dia kudu banyak dibicarakan kaum wanita. Jika seorang wanita menghendaki, maka dia bisa mengumpulkan beberapa kabilah untuk suatu perdamaian, dan jika mau dia bisa menyalakan api peperangan dan pertempuran di antara mereka.

Sekalipun begitu, seorang laki-laki tetap dianggap sebagai pemimpin di tengah keluarga, yang tidak boleh dibantah dan setiap perkataannya kudu dituruti. Hubungan laki-laki dan wanita kudu melalui persetujuan wali wanita. Seorang wanita tidak bisa menentukan pilihannya sendiri. Begitulah gambaran secara ringkas kelas masyarakat bangsawan di masa Arab Jahiliyah.

Sedangkan kelas masyarakat lainnya beraneka ragam dan mempunyai kebebasan hubungan antara laki-laki dan wanita. Syekh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri dalam kitab Sirah Nabawiyah menuliskan bahwa tidak bisa menggambarkannya secara perincian kelas masyarakat ini selain dengan ungkapan-ungkapan yang keji, buruk, dan menjijikan.

Selengkapnya