Kincai Media, Setiap manusia hidup di tengah beragam rayuan yang mempengaruhi pilihan dan tindakannya. Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu anhu menggambarkan bahwa setan berada di depan manusia, nafsu di sebelah kanan, hawa kemauan di sebelah kiri, bumi di belakang, personil tubuh di sekelilingnya, sedangkan Allah SWT membujuk dari atas menuju surga dan ampunan.
Nasihat tersebut diriwayatkan Syekh Muhammad Nawawi bin Umar al-Banteni dalam kitab Nashaihul. Abu Bakar Ash Shiddiq berkata, "Sesungguhnya setan berdiri di depanmu. Nafsu di samping kananmu. Hawa (keinginan) di samping kirimu. Dunia di belakangmu. Anggota tubuh di sekelilingmu. Yang Maha Perkasa (Allah SWT) di atasmu."
"Si setan semoga tertimpa laknat Allah, (iblis) mengajakmu meninggalkan agama. Nafsu mengajakmu melakukan maksiat. Keinginan memanggilmu menuruti syahwat. Dunia mengajakmu agar memilihnya dan melupakan akhirat. Anggota tubuh mengajakmu melakukan dosa. Yang Maha Perkasa mengajakmu menuju surga dan ampunan."
"Allah berfirman: Mereka (iblis) membujuk ke neraka, sedangkan Allah membujuk menuju surga dan ampunan."
"Siapapun yang menuruti rayuan iblis, maka hilanglah agamanya. Siapa yang menuruti nafsunya, maka hilanglah roh insaninya. Siapa yang menuruti keinginannya, maka hilanglah akalnya. Siapa yang menuruti dunia, maka hilanglah akhiratnya. Siapa yang menuruti rayuan personil tubuh, maka hilanglah surganya. Siapapun yang menuruti rayuan Allah, maka hilanglah kejelekan-kejelekannya dan mendapatkan segala kebaikan." (Nashaihul Ibad, Syekh Nawawi al-Banteni)
Iblis semoga Allah melaknatnya, setan membujuk kita untuk meninggalkan syari'at Islam. Nafsu kemarahan membujuk kepada perbuatan maksiat. Sebagaimana yang diterangkan dalam sebuah hadits riwayat Imam Ahmad dan Imam Muslim bahwa Nabi Muhammad SAW telah berfirman yang artinya sebagai berikut.
"Allah membikin perumpamaan dengan satu jalur jalan yang lurus, pada dua lambung jalan itu terdapat dua gapura dengan beberapa pintu yang terbuka. Pada pintu-pintu itu terpasang kelambu yang menjulur, dan pada pintu jalan terdapat seorang yang menyeru: Wahai manusia semuanya, masuklah pada jalan ini, lurus tanpa membelok. Sementara itu ada pengundang lain dari pintu-pintu tersebut seraya menyeru: Celaka kamu, jangan dibuka itu! Kalau Anda buka, maka Anda kudu masuk. Jalan dalam kiasan ini adalah Islam, dua gapura adalah batasan-batasan Allah, pintu-pintu terbuka adalah larangan Allah, sedang pengundang pada ujung jalan itu adalah Kitabullah dan pengundang dari atas adalah nasihat Allah yang ada dalam hati orang Muslim."
Keinginan atau syahwat mengajak untuk melampiaskan keinginan-keinginan kita. Dunia membujuk untuk memilihnya, ialah mendahulukan bumi daripada akhirat. Anggota tubuh membujuk untuk melakukan perbuatan dosa. Dzat Yang Maha Perkasa ialah Allah SWT membujuk untuk menuju surga dan ampunan.