Ending Film Resident Evil 2026 Tuai Perdebatan, Ini Penjelasan di Baliknya

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 3 menit 520x dilihat
Ending Film Resident Evil 2026 Tuai Perdebatan, Ini Penjelasan di Baliknya

Bagikan Postingan

Resident Evil 2026 telah tayang perdana sejak 16 September 2026 lalu. Film bergenre horor ini bisa Bunda saksikan di bioskop Indonesia. Film Resident Evil 2026 menampilkan perjuangan survival figur utama dalam menghindari pandemi zombie, sekaligus berupaya mencari penawarnya.

Selama penayangan Resident Evil 2026, ramai bahasan mengenai ending dalam sinema ini. Publik ramai memperdebatkan akhir dari sinema Resident Evil 2026, ada yang setuju ending sinema dibuat seperti itu, ada pula yang kurang setuju. Sebelum membaca lebih lanjut, perlu diketahui artikel ini hamil spoiler ya, Bunda.

Alur sinema Resident Evil 2026 menceritakan figur Bryan (Austin Abrams) sebagai kurir medis yang ditugaskan mengantarkan paket sangat krusial ke Raccoon City. Ternyata, malam pengantaran itu adalah malam ketika pandemi zombie bermula.


Awal sinema Resident Evil 2026 menyoroti perjalanan Bryan dalam pengantaran paket. Namun, pertemuannya dengan gadis kecil yang mulai bermutasi menjadi zombie membikin perjalanan Bryan tidak mudah. Gadis itu sempat menggigit Bryan.

Setelah lolos dari gadis tersebut, Bryan berjumpa dengan personel Umbrella Corporation yang memberikan klarifikasi bahwa paket medis yang dibawa Bryan adalah elemen kunci.

Komponen itu dibutuhkan untuk membikin obat bagi T-Virus yang telah mengubah orang menjadi zombie. Bryan pun berbuat segala metode untuk mencapai markas Umbrella Corporation dan memberikan paket kepada para ilmuwan yang menyelinap di sana.

Ending tuai perdebatan

Ending film Resident Evil 2026 jadi bagiankecil yang menuai perdebatan. Pada akhir film, Bryan berhasil sampai ke markas Umbrella Corporation. Ia juga berhasil mengantarkan paket tersebut kepada para ilmuwan.

Namun, ketika para ilmuwan sedang mendesain obat. Bryan telah berubah menjadi zombie akibat gigitan gadis yang ia temui di perjalanan. Selain itu, obat penawarnya pun hancur setelah jatuh dari gedung.

Perdebatan tentang ending film Resident Evil 2026 muncul karena sebagian orang menganggap Bryan menjadi zombie pada akhir cerita, setelah ia berjuang melawan zombie sepanjang film, dinilai jadi aksi yang sia-sia. Ia tidak bisa balik normal maupun membikin bumi balik membaik.

Akan tetapi, ada juga pihak yang mendukung ending film Resident Evil 2026 dibuat seperti itu. Mengutip ulasan sinema ini dalam halaman Forbes, sinema Resident Evil 2026 mengadopsi isu bencana mengerikan mengerikan, dengan semua karakter yang ditampilkan tewas pada suatu titik. Bryan wafat karena zombie adalah inti dari sinema ini. Sehingga, ini dirasa jadi ending yang tepat dibanding membayangkan alternatif ending lain.

Menanggapi perdebatan ending sinema ini, Sutradara Resident Evil 2026 Zach Cregger menyampaikan gagasan pribadinya, dikutip halaman Times. "Saya ingat saat aku memikirkan momen itu dan itu adalah momen 'aha'. Saya sangat bersemangat. Saya bilang, 'Itu sempurna.'" 

"Ada hal serupa di akhir Resident Evil dan aku ingat, ketika aku punya ide sepertiapa sinema ini mesti berakhir, aku berpikir, 'Itu dia.' Dan rasanya menyenangkan ketika Anda tahu Anda bisa selesai mencari. Saya selalu mencari ide berikutnya, 'Bagaimana aku bisa memperbaiki setiap ide?' dan terkadang ketika Anda mendapat ide di mana Anda berpikir, 'Tidak, itu memang begitu,' itu emosi yang menyenangkan. Seperti, 'Itu meja yang kokoh dengan empat kaki. Biarkan saja.' Menyenangkan juga ketika itu adalah akhir film. Jika Anda tahu bisa mendarat dengan baik, maka Anda dalam kondisi baik," tuturnya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads