Fakta Baru! Menyusui Bantu Bayi Usia 1 Tahun Tidur Lebih Lelap

Jul 07, 2026 08:55 AM - 1 bulan yang lalu 26906

Menyusui bantu bayi 1 tahun tidur lelap rupanya bukan sekadar anggapan, lho Bunda. Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa bayi yang mendapatkan ASI, terutama ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan, mempunyai kesempatan lebih besar untuk mendapatkan lama tidur yang cukup saat menginjak usia satu tahun dibandingkan bayi yang hanya mengonsumsi susu formula. 

Mengutip laman News-medical, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan. Rekomendasi ini telah didukung banyak bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa ASI bisa melindungi bayi dari beragam jangkitan sekaligus mendukung tumbuh kembang yang optimal dalam jangka panjang.

Meski demikian, tetap banyak orang tua yang meyakini bahwa bayi yang disusui bakal lebih sering lapar lantaran ASI lebih sigap dicerna. Akibatnya, bayi dianggap tidur lebih singkat dibandingkan bayi yang mendapatkan susu formula.


Padahal, tidur yang cukup pada masa bayi sangat penting. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa lama tidur yang kurang saat bayi dapat meningkatkan akibat obesitas, gangguan perilaku, hingga penurunan keahlian kognitif ketika anak tumbuh besar.

Menyusui bantu bayi usia 1 tahun bisa tidur lelap

Untuk mengetahui hubungan antara pola pemberian makan dan lama tidur bayi, Yuri Nakagawa, peneliti doktoral dari University of Toyama, Jepang, berbareng timnya menganalisis informasi dari Japan Environment and Children's Study (JECS), salah satu studi kohort kelahiran terbesar di dunia.

Penelitian tersebut melibatkan 82.918 pasangan ibu dan bayi untuk menyelidiki apakah praktik pemberian makan selama enam bulan pertama kehidupan berasosiasi dengan lama tidur bayi saat berumur satu tahun. Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal European Journal of Clinical Nutrition pada 31 Maret 2026.

"WHO secara luas mempromosikan pemberian ASI, dan sebagian besar masyarakat telah mengetahui beragam faedah kesehatan yang diberikannya. Namun, dugaan bahwa bayi yang disusui tidur lebih sedikit alias bahwa bayi yang diberi susu formula dapat tidur lebih lama tetap banyak dipercaya. Kami mau menghadirkan bukti ilmiah yang kuat untuk meluruskan kesalahpahaman tersebut," ujar Yuri Nakagawa, peneliti utama.

Dalam penelitian ini, para ibu diminta mengisi kuesioner ketika bayi berumur enam bulan mengenai pola pemberian makan selama enam bulan pertama kehidupan. Selanjutnya, anak-anak dibagi ke dalam empat golongan berasas metode pemberian makan mereka.

Kelompok pertama terdiri atas bayi yang hanya diberi susu formula. Kelompok kedua mencakup bayi yang mendapat ASI kurang dari enam bulan. Kelompok ketiga terdiri atas bayi yang mendapat ASI selama enam bulan penuh, tetapi juga diberikan tambahan susu formula. Sementara itu, golongan keempat berisi bayi yang mendapat ASI eksklusif selama enam bulan pertama.

Saat anak berumur satu tahun, orang tua kembali diminta melaporkan lama tidur anak mereka. Berdasarkan rekomendasi U.S. National Sleep Foundation, bayi yang tidur kurang dari 11 jam per hari dikategorikan mengalami lama tidur yang tidak mencukupi.

Hasil penelitian menyusui bantu bayi 1 tahun tidur lelap

Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh golongan bayi yang menerima ASI mempunyai akibat lebih rendah mengalami lama tidur yang tidak mencukupi dibandingkan bayi yang hanya mengonsumsi susu formula. Angkanya menunjukkan pola yang cukup jelas, yakni:

  • Bayi yang hanya mendapat susu formula mempunyai akibat 12,2 persen mengalami lama tidur pendek.
  • Bayi yang mendapat ASI kurang dari enam bulan mempunyai akibat 10,2 persen.
  • Bayi yang mendapat ASI selama enam bulan dengan tambahan susu formula mempunyai akibat 9,7 persen.
  • Bayi yang mendapat ASI eksklusif selama enam bulan mempunyai akibat paling rendah, ialah 8,8 persen.

Setelah memperhitungkan beragam aspek lain, seperti kondisi ibu, karakter bayi, hingga aspek lingkungan, para peneliti menemukan bahwa bayi yang memperoleh ASI eksklusif selama enam bulan mempunyai kemungkinan 23 persen lebih rendah mengalami lama tidur yang pendek pada usia satu tahun dibandingkan bayi yang hanya diberi susu formula.

Tak hanya itu, penelitian juga menemukan adanya hubungan bertingkat alias graded association. Artinya, semakin lama bayi mendapatkan ASI, semakin mini pula akibat mereka mengalami kekurangan lama tidur saat berumur satu tahun.

"Penelitian ini memberikan kepastian bahwa dugaan umum bahwa bayi yang disusui tidur lebih sedikit lantaran ASI dicerna lebih sigap rupanya tidak didukung oleh bukti yang kami temukan," kata Yuri Nakagawa.

Yuri Nakagawa menambahkan bahwa hasil penelitian ini menunjukkan kekhawatiran mengenai bayi yang disusui bakal tidur lebih sedikit semestinya tidak menjadi argumen orang tua untuk ragu memberikan ASI.

"Temuan kami menunjukkan bahwa kekhawatiran tersebut semestinya tidak membikin orang tua ragu untuk memilih menyusui, mengingat banyaknya faedah ASI yang telah terbukti secara ilmiah," tambahnya.

Mengapa ASI dapat membantu bayi tidur lebih lelap?

Para peneliti mengemukakan beberapa argumen yang mungkin menjelaskan kenapa menyusui bantu bayi 1 tahun tidur lelap. Salah satunya adalah lantaran komposisi ASI berkarakter bergerak dan bisa menyesuaikan kebutuhan bayi, berbeda dengan susu formula yang kandungan nutrisinya relatif tetap.

Pada malam hari, tubuh ibu juga mengeluarkan melatonin ke dalam ASI. Melatonin merupakan hormon yang membantu mengatur ritme sirkadian alias jam biologis tubuh sekaligus memicu rasa kantuk.

Karena bayi baru lahir tetap memproduksi melatonin dalam jumlah yang sangat sedikit, melatonin dari ASI diduga membantu perkembangan pola tidur yang lebih sehat.

Selain itu, ASI juga mengandung triptofan, ialah masam amino yang digunakan tubuh untuk memproduksi melatonin. Menariknya, penelitian menunjukkan bahwa kadar triptofan dalam ASI juga lebih tinggi pada malam hari, sehingga diduga turut berkontribusi dalam membantu bayi tidur lebih nyenyak dan membentuk ritme tidur yang lebih baik.

Selain itu, semakin banyak bukti ilmiah yang mendukung adanya gut–brain axis alias sumbu usus-otak, ialah jaringan komunikasi yang menghubungkan kuman di dalam usus dengan kegunaan otak.

Semakin banyak penelitian menunjukkan bahwa menyusui berkedudukan krusial dalam membentuk mikrobioma usus yang sehat. Perbedaan komposisi kuman usus antara bayi yang mendapat ASI dan bayi yang diberi susu formula diduga ikut memengaruhi pembentukan pola tidur-bangun yang sehat.

Dengan kata lain, faedah ASI tidak hanya berasal dari kandungan gizinya, tetapi juga dari kemampuannya mendukung perkembangan sistem biologis yang berasosiasi dengan kualitas tidur bayi.

Penelitian ini memperkuat bukti bahwa menyusui bantu bayi 1 tahun tidur lelap. Bayi yang memperoleh ASI, terutama ASI eksklusif selama enam bulan pertama, mempunyai akibat lebih rendah mengalami lama tidur yang kurang saat memasuki usia satu tahun.

Semoga informasinya berfaedah ya, Bunda. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya